Home
>
News
>
Publication
>
Isyarat Kenaikan Output OPEC+ Buat Laju Minyak Kian Tertekan
Isyarat Kenaikan Output OPEC+ Buat Laju Minyak Kian Tertekan
Thursday, 04 September 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1661

0.07%

GBPUSD

1.3445

0.03%

AUDUSD

0.6542

0.11%

NZDUSD

0.5878

0.19%

USDJPY

148.02

0.52%

USDCHF

0.8041

-0.21%

USDCAD

1.3792

-0.02%

GOLDUD

3,560.30

0.11%

COFU

63.82

-0.39%

USD/IDR

16,419

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC+ pertimbangkan untuk meningkatkan lebih lanjut produksi bulan Oktober dalam pertemuan hari Minggu, kata sumber.
  • Ekspor minyak Venezuela melonjak ke level tertinggi dalam 9 bulan, lampaui 900.000 bph pada bulan Agustus.

************************************************************

Kamis, 04 September 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari isyarat aliansi OPEC+ untuk kembali meningkatkan output yang memicu kekhawatiran akan membuat pasokan berlebih. Selain itu, melonjaknya ekspor minyak Venezuela dan rilisnya laporan stok API juga menjadi katalis yang membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Delapan anggota OPEC+ mempertimbangkan peningkatan lebih lanjut produksi minyak bulan Oktober pada pertemuan hari Minggu, kata dua sumber yang mengetahui diskusi tersebut. Pada pertemuan terakhir kelompok aliansi tersebut di bulan Agustus, kedelapan anggota tersebut menaikkan produksi sebesar 547.000 bph untuk bulan September, menjadikan total peningkatan produksi OPEC+ sebesar 2,5 juta bph dari bulan April hingga September.

Turut membebani harga, ekspor minyak Venezuela meningkat sebesar 27% pada bulan Agustus menjadi rata-rata 966.485 bph, yang sekaligus merupakan level ekspor tertinggi sejak November, ungkap data pelacakan kapal tanker. Untuk ekspor produk olahan minyak juga meningkat dari 227.000 ton menjadi sekitar 275.000 ton pada bulan Agustus, level tertinggi sejak Mei.

Dari AS, dalam laporan mingguan yang dirilis oleh grup industri API untuk pekan yang berakhir 29 Agustus menunjukkan stok minyak mentah naik tak terduga sebesar 622.000 barel. Kenaikan tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Kamis malam oleh EIA, terlambat sehari dari jadwal rilis biasanya karena hari libur AS pada hari Senin.

Sementara itu, proses perbaikan fasilitas kilang Dangote Nigeria yang memproduksi bensin diperkirakan akan memakan waktu setidaknya dua minggu, ungkap dua sumber yang mengetahui masalah itu. Operasional unit produksi bensin yang berkapasitas 204.000 bph tersebut telah dihentikan sejak 29 Agustus.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $66 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Trade Balance

 

$-75.7B

$-60.2B

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

230K

229K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1960K

1954K

20:45

USA - S&P Global Services PMI Final

 

55.4

55.7

21:00

USA - ISM Services PMI

 

51

50.1

23:00

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-3.4M

-2.392M

23:00

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-1M

-1.236M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788