Home
>
News
>
Publication
>
Isyarat Gencatan Senjata Turut Meredam Pergerakan Minyak
Isyarat Gencatan Senjata Turut Meredam Pergerakan Minyak
Wednesday, 31 January 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08310

-0.05%

GBPUSD

1.27080

0.06%

AUDUSD

0.66100

0.08%

NZDUSD

0.61310

0.03%

USDJPY

147.500

-0.14%

USDCHF

0.86100

-0.09%

USDCAD

1.34170

-0.09%

GOLDUD

2,031.720

0.03%

COFU

77.84

-0.28%

USD/IDR

15,780

0.06%

Fokus Crude Oil:

  • Kelompok Hizbullah umumkan penangguhan seluruh operasi militernya terhadap pasukan AS di wilayah tersebut.
  • IMF melihat soft landing akan meningkatkan prospek pertumbuhan ekonomi pada 2024 menjadi lebih tinggi.

***************************************************************

Rabu, 31 Januari 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau kembali meredup seiring dengan meredanya ketegangan situasi di Timur Tengah. Meski demikian, proyeksi positif pertumbuhan ekonomi oleh IMF memberikan dukungan pada harga minyak.

Kelompok bersenjata Irak yang bersekutu dengan Iran, Kataib Hizbullah, mengumumkan penangguhan seluruh operasi militernya terhadap pasukan AS di wilayah tersebut, kata Sekretaris Jenderal Kataib Hizbullah, Abu Hussein al-Hamidawi pada hari Selasa. Keputusan Kataib Hezbollah itu mengikuti upaya intensif selama berhari-hari yang dilakukan Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia Al-Sudani telah bekerja keras untuk mencegah eskalasi baru setelah serangan Yordania, kata penasihat urusan luar negerinya Farhad Alaadin.

Masih dari Timur Tengah, dalam konflik Israel-Palestina, Hamas pada hari Selasa mengatakan bahwa pihaknya telah menerima dan sedang mempelajari proposal gencatan senjata. Tampaknya ini merupakan inisiatif perdamaian yang paling serius sejak gencatan senjata singkat pertama dan satu-satunya yang gagal pada bulan November. Meski tidak serta merta menghentikan serangan Houthi yang didukung Iran terhadap kapal-kapal di Laut Merah, yang telah mengganggu pelayaran global dan perdagangan minyak, namun, kedua berita tersebut meredam ketegangan yang terjadi di wilayah Timur Tengah.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global termasuk AS dan China menjadi lebih tinggi, yang dipicu oleh “tahun pemilu global terbesar dalam sejarah, sehingga menyebabkan penurunan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan, ujar kepala ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas pada hari Selasa. Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan meningkat sebesar 3,1% pada tahun 2024, naik dua persepuluh poin persentase dari perkiraan bulan Oktober, dan memperkirakan pertumbuhan tidak berubah sebesar 3,2% pada tahun 2025. Namun, angka pertumbuhan tersebut masih tetap lebih rendah dari rata-rata historis di level 3,8% untuk periode 2000-2019.

Dari sisi pasokan dilaporkan bahwa stok minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 2,5 juta barel, dan untuk stok bensin menunjukkan kenaikan sebesar 600 ribu barel, ungkap data terbaru yang dirilis oleh grup industri, American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 26 Januari. Pasar masih menantikan rilisnya data versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh badan statistik, Energy Information Administration (EIA) untuk melihat arah pergerakan minyak selanjutnya. Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-0.217M

-9.233M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

1.483M

4.913M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788