Home
>
News
>
Publication
>
Issue Perdamaian Gaza Dan Rencana Kebijakan Tarif Trump Terbaru, Bungkam Kinerja Minyak
Issue Perdamaian Gaza Dan Rencana Kebijakan Tarif Trump Terbaru, Bungkam Kinerja Minyak
Tuesday, 21 January 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0383

0.72%

GBPUSD

1.2280

0.26%

AUDUSD

0.6229

0.64%

NZDUSD

0.5638

0.50%

USDJPY

156.17

-0.65%

USDCHF

0.9089

-0.29%

USDCAD

1.4304

0.99%

COFU

76.55

-0.68%

GOLDUD

2708.3

0.27%

USD/IDR

16366

-0.09%


Fokus Crude Oil:

  1. Rencana kebijakan Trump.
  2. Gencatan konflik Timur Tengah

***********************************************************

Selasa, 21 Januari 2025 -Harga minyak mengalami penurunan pada hari Selasa setelah Presiden Donald Trump mengungkapkan rencananya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas AS. Kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) turun ke $76,15 per barel, setelah Trump mengumumkan akan mendeklarasikan keadaan darurat energi nasional. Strategi ini bertujuan untuk mempercepat produksi energi di AS dengan memperlonggar proses perizinan dan memperluas infrastruktur energi, yang dapat meningkatkan pasokan domestik dan menurunkan harga.

Reaksi pasar juga dipengaruhi oleh faktor geopolitik yang lebih luas, termasuk meredanya ketegangan di Timur Tengah. Gencatan senjata antara Hamas dan Israel, yang ditandai dengan pertukaran sandera, berkontribusi pada prospek yang lebih stabil di kawasan tersebut, yang selama ini menjadi faktor kunci dalam fluktuasi harga minyak. Selain itu, pengumuman data ekonomi positif dari China, dengan pertumbuhan tahunan 5,4% pada kuartal IV 2024, membantu meredakan penurunan, mengingat China tetap menjadi pengimpor minyak terbesar di dunia.

Meski penurunan harga terjadi, pasar minyak tetap volatil, dipengaruhi oleh dinamika pasokan global dan perubahan kebijakan AS. Meskipun dorongan Trump untuk meningkatkan produksi domestik dapat menekan harga, kekuatan ekonomi yang terus berlanjut di China dan stabilisasi di Timur Tengah dapat memberikan efek penyeimbang, yang menunjukkan bahwa fluktuasi harga kemungkinan akan terus terjadi dalam waktu dekat.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

Day 2

All

WEF Annual Meetings

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788