| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1426 | 0.05% |
GBPUSD | 1.3448 | 0.01% |
AUDUSD | 0.6966 | 0.30% |
NZDUSD | 0.5828 | 0.24% |
USDJPY | 162.46 | -0.06% |
USDCHF | 0.8086 | -0.06% |
USDCAD | 1.4014 | -0.03% |
GOLDUD | 3,995.57 | 0.14% |
COFU | 82.91 | 1.01% |
USD/IDR | 17,939 | 0.00% |
Senin, 20 Juli 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bullish dipicu oleh meningkatnya aksi saling serang AS - Iran menyusul pernyataan resmi Teheran untuk menghentikan kesepakatan gencatan senjata sementara. Isyarat meluasnya konflik ke wilayah regional sekitar juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.
Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi pada hari Sabtu mengumumkan bahwa Teheran telah menangguhkan kewajibannya terhadap ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata yang disepakati bersama AS pada bulan lalu. Pernyataan Gharibabadi itu sekaligus mengisyaratkan bahwa negosiasi lebih lanjut yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan, pada dasarnya telah mencapai jalan buntu.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Komando Pusat AS pada Minggu malam melaporkan bahwa pasukan militer AS telah melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran untuk malam kesembilan berturut-turut. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pada hari Senin melaporkan ledakan di beberapa kota, termasuk Sirik, Jask, Tabriz, dan Chabahar.
Dukungan lainnya datang dari Kementerian Listrik, Sumber Daya Air, dan Energi Terbarukan Kuwait yang melaporkan Iran kembali menyerang pembangkit listrik dan pabrik desalinasi di Kuwait pada hari Sabtu, untuk kedua kalinya dalam dua hari. Serangan tersebut telah menyebabkan kerusakan signifikan pada salah satu fasilitas sektor minyak utama, tambahnya.
Sementara itu, juru bicara Konsorsium Pipa Minyak Kaspia (CPC) pada hari Minggu mengumumkan penghentiaan kegiatan pemuatan minyak pasca serangan drone terhadap dua kapal tanker di terminal CPC di lepas pantai Laut Hitam Rusia.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $86 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $81 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - CB Leading Index MoM |
| 0.1% | 0.1% |