Rangkuman Pergerakan Harga Sawit pada 18 Mei 2026
Komoditas | Posisi Harga | Pergerakan |
CPO Nasional | Rp14.934 – Rp15.454/kg | Stabil cenderung menguat |
TBS Nasional | Rata-rata Rp3.538/kg | Stabil positif |
TBS Tertinggi | Sumatera Barat Rp4.022/kg | Menguat |
HR CPO Kemendag | US$1.049,58/MT | Naik 6,06% |
CPO KPBN | Rp15.275 – Rp15.472/kg | Fluktuatif sehat |
Selasa, 19 Mei 2026 - Industri kelapa sawit Indonesia kembali menunjukkan ketahanan yang luar biasa pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Di tengah dinamika ekonomi global, harga Crude Palm Oil (CPO) dan Tandan Buah Segar (TBS) masih bergerak dalam jalur yang relatif positif dan sehat. Kondisi ini menjadi angin segar bagi petani, pelaku usaha, hingga industri hilir sawit nasional yang terus berkembang.
Berdasarkan data berbagai sumber resmi industri sawit nasional, rerata harga CPO nasional berada di kisaran Rp14.934–Rp15.454 per kilogram, sementara harga TBS nasional rata-rata berada di level Rp3.538/kg. Beberapa wilayah bahkan mencatat performa yang sangat baik dengan harga TBS menembus Rp4.000/kg.
Provinsi Sumatera Barat kembali menjadi salah satu daerah dengan performa terbaik nasional. Harga TBS plasma tercatat mencapai Rp4.022/kg dengan harga CPO sekitar Rp15.215/kg. Sementara Sumatera Selatan dan Riau juga tetap stabil dengan harga TBS mendekati Rp3.900/kg. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor sawit nasional masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di daerah penghasil sawit.
Kenaikan Harga CPO pada Mei 2026 juga diperkuat oleh keputusan resmi pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang menetapkan Harga Referensi (HR) CPO sebesar US$1.049,58 per MT. Nilai ini naik sekitar 6,06 persen dibanding April 2026 yang berada di level US$989,63 per MT.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain:
Di sisi lain, beberapa wilayah memang mengalami koreksi tipis pada harga TBS, khususnya di Riau untuk periode 13–19 Mei 2026. Penurunan terjadi sekitar Rp47/kg untuk umur tanaman tertentu. Namun koreksi ini masih dinilai sehat dan wajar dalam pola perdagangan komoditas global.
Melihat kondisi pasar saat ini, pergerakan harga CPO dan TBS pada Selasa, 19 Mei 2026 diperkirakan masih berada dalam tren stabil hingga menguat terbatas. Beberapa sentimen positif yang menopang pasar antara lain:
Jika tidak terjadi tekanan besar dari pasar global maupun geopolitik internasional, harga TBS berpotensi tetap bertahan di atas Rp3.500/kg secara nasional dan CPO masih berpeluang bergerak di area Rp15.000/kg.
Pemerintah Indonesia sendiri juga terus menunjukkan keberpihakan terhadap industri sawit nasional melalui penguatan biodiesel, hilirisasi, serta pengembangan energi berbasis sawit untuk mendukung ketahanan energi nasional. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan sawit Indonesia masih sangat menjanjikan.
Dengan kondisi tersebut, optimisme pelaku usaha dan petani sawit tetap terjaga. Sawit bukan hanya soal komoditas, tetapi tentang keberlanjutan ekonomi jutaan masyarakat Indonesia dari desa hingga kota.
Penulis: Yohanes Ferdinan Silaen
Disclaimer On:
Tulisan ini disusun berdasarkan data pasar, laporan lapangan, dan analisis independen. Informasi disajikan untuk tujuan edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan bisnis atau finansial yang diambil berdasarkan artikel ini. Data dan kebijakan dapat berubah sesuai dinamika pasar dan keputusan pemerintah.