Home
>
News
>
Publication
>
Harga TBS dan CPO Mengalami Fluktuasi, Peluang dan Harapan untuk Petani
Harga TBS dan CPO Mengalami Fluktuasi, Peluang dan Harapan untuk Petani
Wednesday, 03 December 2025

Rabu, 3 Desember 2025 – Di tengah dinamika pasar global dan kebijakan domestik, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dan minyak sawit mentah (CPO) menunjukkan pergerakan yang penting bagi petani dan pelaku usaha sawit. Meskipun terdapat penurunan di beberapa wilayah, klaster sawit tetap mencerminkan ketahanan industri dan peluang bagi pemulihan yang berkelanjutan.


Pergerakan Harga TBS dan CPO pada 2 Desember 2025

  • Di wilayah Provinsi Riau salah satu sentra sawit nasional untuk harga TBS untuk skema swadaya tercatat naik menjadi Rp 3.412,13 per kg untuk kelompok umur 9 tahun pada periode 26 November – 2 Desember 2025. (agricom.id),
  • Namun untuk periode 3–9 Desember 2025, harga TBS di Riau turun menjadi Rp 3.401,47 per kg untuk mitra swadaya. (BCA Sekuritas+2Kantor Berita Sawit+2), untuk sawit kemitraan plasma di Riau pada periode yang sama — 3–9 Desember — harga TBS umur 9 tahun turun sebesar Rp 6,95/kg menjadi Rp 3.460,77/kg. (InfoSAWIT+1),
  • Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) menetapkan Harga Referensi (HR) untuk CPO periode Desember 2025 sebesar USD 926,14 per metrik ton (MT) — turun 3,9% dari periode November 2025 (USD 963,75/MT). (InfoSAWIT+1).


Secara umum, fluktuasi ini mencerminkan lembutnya tekanan di pasar minyak nabati dunia (seperti minyak kedelai), penguatan nilai dolar AS, serta melemahnya permintaan global ini faktor yang turut mempengaruhi penurunan HR CPO periode ini. (Antara News+2Emiten News+2)


Beberapa Sentimen Pemicu Peluang ke Depan

  • Penurunan HR CPO sebagian besar dipicu oleh melemahnya harga minyak nabati global lain (misalnya minyak kedelai), serta kondisi makro ekonomi global seperti penguatan dolar AS dan fluktuasi harga minyak dunia. (Antara News+1)
  • Namun, dari sisi domestik, prospek tetap terbuka. Permintaan minyak sawit untuk biodiesel — yang terus digalakkan Indonesia — memberikan landasan kuat bagi stabilitas dan potensi kenaikan harga jangka menengah. (icdx.co.id+1)
  • Bagi petani kecil dan plasma, fluktuasi mingguan TBS mengingatkan bahwa pendapatan bisa beragam — sehingga pengelolaan kualitas, produktivitas, dan perencanaan panen menjadi kunci untuk memaksimalkan keuntungan.

 

Memasuki hari ini, 3 Desember 2025, outlook bagi komoditas sawit dan CPO cenderung menunjukkan stabilitas dengan potensi penguatan jika permintaan dalam negeri (misalnya biodiesel) tetap solid, sementara produksi global membatasi penawaran. Jika faktor makro seperti nilai tukar rupiah dan dolar stabil — dan cuaca mendukung panen — harga TBS mungkin akan kembali menguat sedikit dalam beberapa pekan ke depan, terutama di wilayah-wilayah dengan produktivitas tinggi.


Bagi petani dan pelaku industri: saat ini adalah momentum strategis untuk memperkuat manajemen produksi, menjaga kualitas buah, dan mempersiapkan pengiriman agar dapat memanfaatkan potensi rebound harga.


Penulis: Yohanes Ferdinan Silaen

 

 

Disclaimer On:

Tulisan ini disusun berdasarkan data pasar, laporan lapangan, dan analisis independen. Informasi disajikan untuk tujuan edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan bisnis atau finansial yang diambil berdasarkan artikel ini. Data dan kebijakan dapat berubah sesuai dinamika pasar dan keputusan pemerintah.

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788