| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1428 | -0.20% |
GBPUSD | 1.3213 | -0.16% |
AUDUSD | 0.6428 | -0.11% |
NZDUSD | 0.5888 | -0.22% |
USDJPY | 150.59 | 0.21% |
USDCHF | 0.8111 | 0.42% |
USDCAD | 1.3839 | 0.23% |
GOLDUD | 3,291.70 | 0.11% |
COFU | 69.35 | -0.13% |
USD/IDR | 16,454 | 0.00% |
Jumat, 01 Agustus 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh sinyal menguatnya perang tarif pasca Trump menaikkan tarif ke puluhan mitra dagangnya. Selain itu, melemahnya permintaan bensin di AS dan memburuknya aktivitas pabrik China turut membebani pergerakan harga.
Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat mengenakan tarif tinggi pada puluhan mitra dagang menjelang tenggat waktu kesepakatan dagang, termasuk bea masuk 35% untuk banyak barang dari Kanada, 50% untuk Brasil, 25% untuk India, 20% untuk Taiwan, dan 39% untuk Swiss. Selain itu, China juga menghadapi tenggat waktu 12 Agustus untuk mencapai kesepakatan tarif dengan AS yang hingga saat ini masih belum final.
Masih dari AS, permintaan bensin rata-rata mencapai sekitar 9,06 juta bph pada bulan Mei, turun 3,6% dari tahun lalu yang rata-rata mencapai 9,40 juta bph, yang menandai penurunan dalam konsumsi bahan bakar di pasar bensin terbesar di dunia, ungkap data terbaru yang dirilis oleh EIA pada hari Kamis.
Turut membebani pergerakan harga, aktivitas pabrik di China memburuk pada bulan Juli yang ditunjukkan oleh PMI Manufaktur Umum turun menjadi 49,5 pada bulan Juli dari 50,4 pada bulan Juni, ungkap survei yang dirilis S&P Global pada hari Jumat. Rilisnya data tersebut menyusul survei resmi yang dirilis hari Kamis, semakin menambah kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Sementara itu, Israel mengevakuasi sebagian besar staf misi diplomatiknya di Uni Emirat Arab, media Israel melaporkan pada Kamis malam, setelah Dewan Keamanan Nasional Israel memperketat peringatan perjalanan bagi warga Israel yang berada di negara Teluk tersebut. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan peningkatan tensi geopolitik di wilayah Timur tengah.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Unemployment Rate |
| 4.2% | 4.1% |
20:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Final |
| 49.5 | 52.9 |
21:00 | USA - ISM Manufacturing PMI |
| 49.5 | 49 |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment Final |
| 62 | 60.7 |