Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak Tertekan Oleh Menguatnya Sinyal Perang Tarif
Harga Minyak Tertekan Oleh Menguatnya Sinyal Perang Tarif
Friday, 01 August 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1428

-0.20%

GBPUSD

1.3213

-0.16%

AUDUSD

0.6428

-0.11%

NZDUSD

0.5888

-0.22%

USDJPY

150.59

0.21%

USDCHF

0.8111

0.42%

USDCAD

1.3839

0.23%

GOLDUD

3,291.70

0.11%

COFU

69.35

-0.13%

USD/IDR

16,454

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump kenakan tarif tinggi pada puluhan mitra dagang jelang tenggat waktu kesepakatan dagang 1 Agustus.
  • Aktivitas sektor manufaktur China menyusut turun menjadi 49,5 pada bulan Juli, ungkap survei sektor swasta.

************************************************************

Jumat, 01 Agustus 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh sinyal menguatnya perang tarif pasca Trump menaikkan tarif ke puluhan mitra dagangnya. Selain itu, melemahnya permintaan bensin di AS dan memburuknya aktivitas pabrik China turut membebani pergerakan harga.

Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat mengenakan tarif tinggi pada puluhan mitra dagang menjelang tenggat waktu kesepakatan dagang, termasuk bea masuk 35% untuk banyak barang dari Kanada, 50% untuk Brasil, 25% untuk India, 20% untuk Taiwan, dan 39% untuk Swiss. Selain itu, China juga menghadapi tenggat waktu 12 Agustus untuk mencapai kesepakatan tarif dengan AS yang hingga saat ini masih belum final.

Masih dari AS, permintaan bensin rata-rata mencapai sekitar 9,06 juta bph pada bulan Mei, turun 3,6% dari tahun lalu yang rata-rata mencapai 9,40 juta bph, yang menandai penurunan dalam konsumsi bahan bakar di pasar bensin terbesar di dunia, ungkap data terbaru yang dirilis oleh EIA pada hari Kamis.

Turut membebani pergerakan harga, aktivitas pabrik di China memburuk pada bulan Juli yang ditunjukkan oleh PMI Manufaktur Umum turun menjadi 49,5 pada bulan Juli dari 50,4 pada bulan Juni, ungkap survei yang dirilis S&P Global pada hari Jumat. Rilisnya data tersebut menyusul survei resmi yang dirilis hari Kamis, semakin menambah kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Sementara itu, Israel mengevakuasi sebagian besar staf misi diplomatiknya di Uni Emirat Arab, media Israel melaporkan pada Kamis malam, setelah Dewan Keamanan Nasional Israel memperketat peringatan perjalanan bagi warga Israel yang berada di negara Teluk tersebut. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan peningkatan tensi geopolitik di wilayah Timur tengah.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Unemployment Rate

 

4.2%

4.1%

20:45

USA - S&P Global Manufacturing PMI Final

 

49.5

52.9

21:00

USA - ISM Manufacturing PMI

 

49.5

49

21:00

USA - Michigan Consumer Sentiment Final

 

62

60.7

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788