Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak Tertekan Oleh Menguatnya Kembali Sinyal Perang Tarif
Harga Minyak Tertekan Oleh Menguatnya Kembali Sinyal Perang Tarif
Wednesday, 04 June 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1382

-0.11%

GBPUSD

1.3531

-0.17%

AUDUSD

0.6461

-0.12%

NZDUSD

0.6006

-0.28%

USDJPY

143.95

0.24%

USDCHF

0.8238

0.05%

USDCAD

1.3704

0.13%

GOLDUD

3,346.50

0.78%

COFU

63.36

-0.17%

USD/IDR

16,290

0.06%

Fokus Crude Oil:

  • Trump naikkan tarif impor baja dan aluminium mulai hari Rabu, semua mitra dagang diminta ajukan penawaran terbaik.
  • OECD memangkas prospek pertumbuhan ekonomi global dari 3,3% menjadi 2,9% untuk tahun ini hingga tahun depan.

***********************************************************

Rabu, 04 Juni 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh kekhawatiran akan terhambatnya pertumbuhan ekonomi akibat kembali memanasnya perang tarif Trump. Meski demikian, isyarat eskalasi konflik Israel - Suriah, dan sinyal permintaan yang kuat di pasar energi AS menahan penurunan harga lebih lanjut.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa malam menandatangani perintah eksekutif yang resmi meningkatkan tarif impor baja dan aluminium dari 25% menjadi 50% mulai berlaku pada hari Rabu pukul 12:01 dini hari (0401 GMT). Trump juga meminta agar semua mitra dagang, kecuali Inggris, untuk mengirimkan penawaran terbaik pada hari Rabu guna terhindar dari kenaikan tarif tersebut selama lima minggu kedepan.

Turut membebani harga, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melihat bahwa pertumbuhan ekonomi global melambat lebih dari yang diharapkan hanya dalam beberapa bulan lalu karena dampak dari perang tarif Trump. Dalam laporan Prospek Ekonomi terbaru yang dirilis hari Selasa tersebut, OECD merevisi turun estimasi pertumbuhan dari 3,3% tahun lalu menjadi 2,9% pada tahun 2025 dan 2026.

Sementara itu, militer Israel melancarkan dua serangan ke Suriah sebagai balasan atas serangan dua proyektil yang dianggap merupakan perbuatan dari Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz pada hari Selasa. Kementerian luar negeri Suriah merilis pernyataan bahwa laporan peluncuran rudal ke Israel belum diverifikasi dan menyangkal tuduhan dari Israel tersebut. Eskalasi serangan itu membuat upaya baru-baru ini untuk meredakan ketegangan antara Suriah dan Israel berpotensi kembali akan menemui hambatan.

Dukungan lainnya datang dari laporan yang dirilis oleh grup industri API untuk pekan yang berakhir 30 Mei, yang menunjukkan stok minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar 3,30 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan minyak yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh EIA.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $66 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:45

USA - S&P Global Services PMI Final

 

52.3

50.8

21:00

USA - ISM Services PMI

 

52

51.6

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

-2.795M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

-2.441M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788