| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.02870 | 0.18% |
GBPUSD | 1.21960 | 0.14% |
AUDUSD | 0.61810 | 0.21% |
NZDUSD | 0.55960 | 0.14% |
USDJPY | 158.060 | -0.15% |
USDCHF | 0.91350 | -0.13% |
USDCAD | 1.43600 | -0.11% |
GOLDUD | 2,671.090 | 0.24% |
COFU | 78.03 | -0.42% |
USD/IDR | 16,275 | -0.10% |
Rabu, 15 Januari 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak pada tren bearish dibebani oleh sentimen pasca rilisnya proyeksi EIA akan potensi kelebihan pasokan di tengah melemahnya permintaan pada dua tahun ke depan. Selain itu, menguatnya sinyal perang dagang antara AS dan China.
Dalam laporan Prospek Energi Jangka Pendek yang dirilis hari Selasa, EIA memperkirakan harga minyak akan tertekan selama dua tahun ke depan karena pertumbuhan produksi global melampaui permintaan. Untuk minyak mentah Brent diprediksi turun 8% menjadi rata-rata $74 per barel pada tahun 2025, kemudian turun lebih jauh menjadi $66 per barel pada tahun 2026. Untuk minyak WTI diperkirakan mencapai rata-rata $70 per barel pada tahun 2025 dan turun menjadi $62 per barel tahun depan. Di sisi produksi, EIA menaikkan estimasi rekor produksi minyak AS tahun ini, menjadi 13,55 juta bph, dari estimasi sebelumnya sebesar 13,52 juta bph. Sementara di sisi permintaan global diperkirakan mencapai rata-rata 104,1 juta bph pada tahun 2025, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 104,3 juta bph, dan masih lebih rendah dari tren sebelum pandemi, tambah EIA.
Turut membebani pergerakan harga, sinyal perang dagang babak baru antara AS dan China semakin menguat pasca Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pada hari Selasa mengumumkan pelarangan impor dari 37 perusahaan China karena terkait pelanggaran hak asasi manusia di Uighur. Kementerian perdagangan China pada hari Selasa menanggapi tindakan AS tersebut dengan menambahkan tujuh perusahaan AS ke dalam apa yang disebutnya "Daftar Entitas yang Tidak Dapat Diandalkan" karena keterlibatan mereka dalam penjualan senjata ke Taiwan.
Sementara itu, operator jaringan pipa bahan bakar terbesar di AS, Colonial Pipeline, pada hari Selasa mengatakan bahwa jalur utama yang mengalirkan bensin dari Gulf Coast AS ke East Coast telah ditutup sejak Senin malam karena potensi tumpahan bensin di Paulding County, Georgia. Penutupan jalur utama tersebut berpotensi menyebabkan gangguan distribusi pasokan sekitar 1,5 juta barel bensin per hari ke pasar domestik. Juru bicara perusahaan tidak memberikan kepastian waktu untuk memulai kembali operasi.
Di sisi pasokan, grup industri API melaporkan stok minyak mentah AS turun 2,6 juta barel dalam pekan yang berakhir 10 Januari, dan persediaan bensin naik 5,4 juta barel. Pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $81 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Core Inflation Rate YoY |
| 3.3% | 3.3% |
20:30 | USA - Inflation Rate YoY |
| 2.9% | 2.7% |
20:30 | USA - NY Empire State Manufacturing Index |
| 3 | 0.20 |
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -3.5M | -0.959M |
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -2.67M | 6.33M |