| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1538 | -0.15% |
GBPUSD | 1.3141 | -0.14% |
AUDUSD | 0.6549 | -0.20% |
NZDUSD | 0.5724 | -0.19% |
USDJPY | 153.94 | 0.20% |
USDCHF | 0.8040 | 0.15% |
USDCAD | 1.3991 | 0.23% |
COFU | 61.32 | 0.57% |
GOLDUD | 3995.47 | -0.83% |
USD/IDR | 16620 | 0.00% |
Fokus Minyak Mentah:
Senin, 03 November 2025 - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat di kisaran $61 per barel pada awal perdagangan Asia hari Senin, menandai rebound signifikan setelah periode pelemahan selama beberapa pekan. Penguatan ini terutama didorong oleh keputusan strategis Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) yang memutuskan untuk menunda kenaikan produksi pada kuartal pertama tahun 2026. Sebelumnya, OPEC+ mengumumkan kenaikan moderat sebesar 137.000 barel per hari untuk Desember 2025, melanjutkan pola peningkatan kecil sejak Oktober dan November. Langkah tersebut mencerminkan upaya kelompok produsen ini dalam menyeimbangkan pasar di tengah meningkatnya kekhawatiran akan kelebihan pasokan global yang telah membayangi harga minyak selama tiga bulan terakhir.
Keputusan OPEC+ untuk menahan laju ekspansi produksi dipandang sebagai sinyal kehati-hatian terhadap potensi perlambatan permintaan global, khususnya dari Tiongkok dan Eropa yang masih berjuang dengan tekanan ekonomi. Dengan pasokan yang dijaga tetap ketat, pasar mulai memperkirakan bahwa keseimbangan antara supply dan demand dapat mulai pulih pada awal tahun depan. Hal ini mendorong ekspektasi bahwa harga minyak berpeluang bergerak stabil di atas $60 per barel, dengan potensi kenaikan lanjutan apabila gangguan pasokan global semakin nyata.
Selain faktor kebijakan OPEC+, eskalasi ketegangan geopolitik juga berperan penting dalam menopang harga minyak. Serangan drone Ukraina terhadap salah satu pelabuhan minyak utama Rusia di Laut Hitam pada akhir pekan dilaporkan menyebabkan kebakaran besar dan kerusakan pada kapal tanker. Insiden ini meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak Rusia, terutama dari wilayah yang menjadi jalur ekspor utama negara tersebut. Situasi serupa juga terlihat di kawasan Timur Tengah, di mana ketegangan regional antara Iran dan Israel menambah risiko geopolitik yang memperkuat sentimen bullish di pasar energi. Dalam konteks global yang penuh ketidakpastian ini, investor cenderung meningkatkan eksposur pada aset energi sebagai bentuk lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan potensi gangguan pasokan.
Namun, penguatan harga minyak masih dibatasi oleh faktor moneter, khususnya kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang tetap bersikap hawkish. Meskipun bank sentral AS tersebut memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober lalu, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa langkah tersebut kemungkinan menjadi pemotongan terakhir di tahun ini. Pernyataan ini memperkuat posisi dolar AS di pasar global, yang pada gilirannya menekan permintaan terhadap komoditas berdenominasi dolar seperti minyak mentah. Dolar yang kuat membuat harga minyak menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sehingga menghambat potensi kenaikan harga lebih lanjut.
Secara teknikal, harga WTI saat ini berada di area positif dengan posisi perdagangan di sekitar $61,15 per barel. Level support terdekat terlihat di kisaran $60,20 hingga $59,70, sementara resistance terdekat berada di area $61,60 hingga $62,30 per barel. Jika harga berhasil menembus resistance tersebut, ruang kenaikan lanjutan terbuka menuju $63,00 per barel. Namun, selama harga masih tertahan di bawah area $62,50, potensi koreksi jangka pendek tetap ada. Dalam jangka menengah, konsistensi kebijakan OPEC+ menjaga produksi serta perkembangan geopolitik global akan menjadi penentu utama arah harga minyak, sementara sentimen terhadap dolar AS akan terus menjadi faktor pengimbang dalam menjaga volatilitas pasar energi.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
9:45pm | USD | Final Manufacturing PMI | - | 52.2 | 52.2 |
10:00pm | USD | ISM Manufacturing PMI | - | 49.4 | 49.1 |
10:00pm | USD | ISM Manufacturing Prices | - | 62.4 | 61.9 |
Tentative | USD | Construction Spending m/m | - | - | - |
All Day | USD | Wards Total Vehicle Sales | - | 15.6M | 16.4M |