Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak Melemah, Ketidakpastian Ekonomi Global Meningkat
Harga Minyak Melemah, Ketidakpastian Ekonomi Global Meningkat
Tuesday, 11 March 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0828

0.26%

GBPUSD

1.2871

0.14%

AUDUSD

0.6258

0.42%

NZDUSD

0.5687

0.25%

USDJPY

147.26

-0.50%

USDCHF

0.8811

-0.45%

USDCAD

1.4446

-0.19%

COFU

65.83

-0.32%

GOLDUD

2891.1

-0.37%

USD/IDR

16322

0.32%

Fokus Crude Oil:

  • Kekhawatiran tarif dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global
  •  Keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi mulai April.

***********************************************************

Selasa, 11 Maret 2025 - Harga minyak mentah terus melemah untuk hari kedua berturut-turut, dipicu oleh kekhawatiran bahwa kebijakan tarif AS terhadap Kanada, Meksiko, dan China akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan menekan permintaan energi. Brent turun ke $68,50 per barel, sementara WTI turun ke $65,50 per barel. Pelemahan ini diperparah oleh data inflasi China yang lebih lemah dari perkiraan, dengan indeks harga konsumen (CPI) turun 0,7% YoY di Februari, mengindikasikan lemahnya aktivitas ekonomi di negara importir minyak terbesar dunia. Selain itu, komentar Presiden Donald Trump tentang “periode transisi” ekonomi semakin meningkatkan ketidakpastian di pasar, yang mendorong aksi jual besar-besaran dalam komoditas energi.

Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari sisi pasokan, dengan keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi mulai April. Arab Saudi menurunkan harga jual resmi (OSP) untuk minyak Arab Light di Asia sebesar $0,40 per barel, mencerminkan kekhawatiran akan kelebihan pasokan di tengah permintaan yang lesu. Sementara itu, impor minyak mentah China dalam dua bulan pertama tahun ini turun 3,4% YoY menjadi 10,4 juta barel per hari, lebih rendah dibandingkan dengan 11,3 juta barel per hari pada Desember lalu. Dengan kombinasi pasokan yang meningkat dan permintaan yang melemah, harga minyak kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan dalam beberapa minggu mendatang.

Di tengah volatilitas pasar minyak, Departemen Energi AS (EIA) dijadwalkan merilis laporan prospek energi jangka pendek yang dapat memberikan gambaran tentang perkiraan produksi minyak dan gas AS. Sebelumnya, EIA memperkirakan produksi minyak mentah AS akan tumbuh sebesar 380.000 barel per hari pada 2025 dan 140.000 barel per hari pada 2026, tetapi dengan ketidakstabilan harga saat ini, proyeksi tersebut dapat direvisi. Selain itu, ada kemungkinan bahwa tarif energi AS terhadap minyak impor dari Kanada dapat dicabut dalam beberapa bulan mendatang, menyusul pernyataan Menteri Energi AS Chris Wright yang menyebut adanya "dialog aktif" terkait kebijakan tersebut. Keputusan ini dapat berdampak pada dinamika pasokan minyak ke pasar global dan menjadi faktor tambahan dalam pergerakan harga minyak ke depan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

5:00pm

USD

NFIB Small Business Index

-

100.9

102.8

9:00pm

USD

JOLTS Job Openings

-

7.65M

7.60M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788