Home
>
News
>
Publication
>
Harga Emas Tertekan di Tengah Eskalasi Timur Tengah dan Ekspektasi Hawkish The Fed
Harga Emas Tertekan di Tengah Eskalasi Timur Tengah dan Ekspektasi Hawkish The Fed
Monday, 29 June 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1389

-0.01%

GBPUSD

1.3198

0.02%

AUDUSD

0.6884

0.03%

NZDUSD

0.5633

0.12%

USDJPY

161.70

0.04%

USDCHF

0.8099

-0.01%

USDCAD

1.4201

-0.08%

GOLDUD

4075.86

-0.41%

USD/IDR

17,957

0.00%

Fokus Utama:

  1. Eskalasi konflik AS-Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dan tekanan inflasi
  2. Ekspektasi kebijakan moneter The Fed serta perhatian pasar terhadap data ekonomi AS pekan ini

Senin, 29 Juni 2026 – Harga emas dibuka melemah ke level US$4.070 per troy ons pada perdagangan pagi ini, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia. Tekanan terhadap logam mulia muncul setelah Iran meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain sebagai respons atas peringatan keras Presiden AS Donald Trump terkait kepatuhan Iran terhadap kesepakatan penghentian konflik. Eskalasi tersebut sempat mengganggu aktivitas pengiriman energi melalui Selat Hormuz, sehingga mendorong harga minyak menguat dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global. Pelaku pasar masih mencermati keberlanjutan proses diplomasi di kawasan tersebut.

Dari sisi fundamental, kenaikan harga energi semakin memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat dalam beberapa bulan mendatang. Data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan inflasi PCE Mei telah meningkat di atas 4% (yoy) didorong oleh kenaikan biaya energi. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 77% untuk kenaikan suku bunga pada Desember 2026, dengan ekspektasi total tiga kali kenaikan suku bunga sepanjang tahun ini. 

Dari pasar fisik, koreksi harga emas mulai mendorong peningkatan minat beli di India, yang untuk pertama kalinya dalam sekitar satu setengah bulan kembali mencatat harga premium terhadap acuan internasional. Sebaliknya, permintaan di China sebagai konsumen emas terbesar dunia masih relatif lemah sehingga belum mampu memberikan dukungan signifikan terhadap harga. Pada pekan ini, perhatian investor akan tertuju pada serangkaian data ekonomi Amerika Serikat, antara lain ISM Manufacturing PMI, JOLTS Job Openings, ADP Employment Change, serta Nonfarm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.004 hingga $3.937, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.116 hingga $4.161. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $3.825, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.273.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00pm

US

Dallas Fed Manufacturing Index

-

2

0.4

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788