Home
>
News
>
Publication
>
Harga Emas Melonjak di Tengah Krisis Timur Tengah
Harga Emas Melonjak di Tengah Krisis Timur Tengah
Wednesday, 19 March 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0931

0.13%

GBPUSD

1.2991

0.09%

AUDUSD

0.6364

-0.13%

NZDUSD

0.5819

-0.14%

USDJPY

149.18

0.31%

USDCHF

0.8775

-0.19%

USDCAD

1.4303

0.01%

GOLDUD

3027.6

0.25%

USD/IDR

16419

0.05%

Fokus Emas:

  1. Konflik Timur Tengah memanas
  2. Menanti keputusan suku bunga The Fed

Rabu, 19 Maret 2025 – Harga emas melonjak ke level $3.027 per troy ons pada sesi perdagangan pagi ini, mendekati rekor tertinggi yang dicapai pada sesi sebelumnya. Sentimen risk-off masih mendominasi pasar akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta meningkatnya ketidakpastian kebijakan tarif AS. Selain itu, pasar menantikan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang dapat mempengaruhi arah pergerakan emas ke depan.

Serangan udara Israel ke Gaza pada Selasa dilaporkan telah menewaskan lebih dari 400 orang, menandai eskalasi konflik setelah periode gencatan senjata hampir dua bulan. Pemerintah Israel memperingatkan bahwa serangan ini "baru permulaan," meningkatkan kekhawatiran pasar akan ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan tersebut. Kondisi ini mendorong investor untuk beralih ke aset safe-haven seperti emas.

Di sisi lain, Kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump kembali memicu kekhawatiran pasar terkait dampaknya terhadap inflasi dan prospek pertumbuhan ekonomi. Tarif tetap sebesar 25% pada baja dan aluminium yang mulai berlaku pada Februari, serta kebijakan tambahan yang direncanakan pada 2 April, dapat memperburuk tensi perdagangan global.

Sementara itu, The Fed akan mengumumkan hasil pertemuan kebijakan moneter dua hariannya hari ini, dengan ekspektasi bahwa suku bunga tetap berada di kisaran 4,25%-4,50%. Namun, fokus utama pelaku pasar tertuju pada pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell, yang dapat memberikan sinyal lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter ke depan. Setelah melakukan tiga kali pemangkasan suku bunga di 2024, pelaku pasar mulai berspekulasi bahwa The Fed dapat kembali melonggarkan kebijakan moneternya pada Juni tahun ini, yang berpotensi menekan dolar AS dan mendukung kenaikan harga emas.

Saat ini, emas menguji resistance di $3.036, yang jika berhasil ditembus, dapat membuka peluang kenaikan menuju $3.039 hingga $3.047. Sementara itu, support terdekat berada di $3.028 hingga $3.023, dengan potensi koreksi lebih dalam ke $3.015 jika harga gagal mempertahankan momentumnya.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

9:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

0.8M

1.4M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788