Home
>
News
>
Publication
>
Harga Emas Melemah, Pasar Cermati Perdamaian Timur Tengah dan Arah The Fed
Harga Emas Melemah, Pasar Cermati Perdamaian Timur Tengah dan Arah The Fed
Tuesday, 23 June 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1427

-0.03%

GBPUSD

1.3250

-0.07%

AUDUSD

0.7004

-0.33%

NZDUSD

0.5733

-0.03%

USDJPY

161.56

0.02%

USDCHF

0.8090

-0.04%

USDCAD

1.4160

0.04%

GOLDUD

4192.85

-0.93%

USD/IDR

17,814

0.00%

Fokus Emas:

  1. Optimisme Negosiasi AS-Iran dan Meredanya Tekanan Inflasi Energi
  2. Meningkatnya Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Jumat, 19 Juni 2026 – Harga emas dibuka melemah ke level US$4.192 per troy ons pada perdagangan pagi ini di tengah perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang tengah berlangsung di Swiss. Harapan tercapainya kesepakatan yang lebih permanen mendorong ekspektasi bertambahnya pasokan minyak global, sehingga menekan harga minyak mentah dan mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi energi. Pemerintah AS juga memberikan keringanan sanksi terhadap Iran selama 60 hari sebagai bagian dari proses diplomasi yang sedang berlangsung. Selain itu, laporan mengenai penurunan intensitas konflik di Lebanon turut memperkuat optimisme bahwa risiko geopolitik di Timur Tengah mulai mereda.

Penurunan harga minyak memberikan dukungan bagi pasar keuangan global karena berpotensi mengurangi tekanan inflasi yang sebelumnya meningkat akibat gangguan pasokan energi. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran telah menciptakan fondasi yang konstruktif menuju kesepakatan damai final, meskipun sejumlah isu utama, termasuk program nuklir Iran, masih menjadi pembahasan lanjutan. Kondisi ini membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko lonjakan harga energi yang selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu pendorong utama inflasi global. Namun demikian, ruang kenaikan harga emas masih relatif terbatas karena sentimen geopolitik yang mereda juga cenderung mengurangi permintaan aset safe haven.

Dari sisi kebijakan moneter, perhatian investor tetap tertuju pada prospek suku bunga Federal Reserve. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember 2026 meningkat menjadi 89%, dibandingkan 61% sebelum rapat The Fed pekan lalu. Selain itu, proyeksi terbaru menunjukkan 9 dari 19 pejabat Federal Reserve masih memperkirakan perlunya kenaikan suku bunga tambahan tahun ini guna memastikan inflasi kembali menuju target. Pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi AS dalam beberapa pekan mendatang.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.144 hingga $4.098, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.229 hingga $4.268. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.013, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.353.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:15pm

US

ADP Employment Change Weekly

25.5K

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788