Home
>
News
>
Publication
>
Harga CPO & TBS Bergerak Hati-Hati di Akhir Oktober 2025, Biodiesel Jadi Penopang di Tengah Tekanan Global
Harga CPO & TBS Bergerak Hati-Hati di Akhir Oktober 2025, Biodiesel Jadi Penopang di Tengah Tekanan Global
Friday, 31 October 2025

Pergerakan Harga 30 Oktober 2025

  • CPO domestik (Indonesia): bergerak di kisaran Rp 14.150/kg, turun tipis dibanding hari sebelumnya.
  • CPO Malaysia (FCPO): ditutup di sekitar 4.260 MYR/ton, mencerminkan tren sideways dengan volatilitas rendah.
  • Harga TBS petani: di beberapa provinsi seperti Jambi, Mukomuko, dan Kalbar, harga TBS turun puluhan hingga ratusan rupiah/kg, tergantung kualitas dan masa tarif.

Penurunan ini menandakan tekanan margin di level petani dan pabrik, meski secara fundamental permintaan domestik tetap terjaga.

 

 Faktor Tekanan Harga (Mengapa Turun?)

  1. Harga minyak nabati global yang melemah, khususnya minyak kedelai (soybean oil), menekan kompetitif harga CPO di pasar internasional.
  2. Sentimen regulasi ekspor yang belum sepenuhnya jelas — sebagian pembeli menunda transaksi hingga ada kejelasan atas implementasi kebijakan sawit nasional.
  3. Stok regional dan fluktuasi permintaan industri yang masih belum stabil turut menciptakan hari-hari dengan volatilitas terbatas.

 

Potensi Penguatan (Mengapa Bisa Naik?)

  1. Permintaan biodiesel domestik yang solid masih menjadi faktor utama penopang harga. Program energi hijau pemerintah melalui peningkatan blend mandate menyerap pasokan CPO secara signifikan.
  2. Pengurangan pasokan dari Malaysia di akhir musim panen bisa mempersempit stok regional dan menopang harga.
  3. Kebijakan ekspor dan fiskal yang mengatur levy atau batasan volume ekspor berpotensi menahan pasokan keluar, sehingga mendukung harga dalam negeri.

 

Sudut Regulasi: Peluang di Balik Ketentuan Baru

Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 2025 yang ramai dibahas di industri sawit menimbulkan pro dan kontra. Sebagian pihak khawatir soal tambahan beban administrasi, namun dari sisi positif, aturan ini bisa:

  • memperkuat traceability (ketertelusuran) rantai pasok sawit,
  • meningkatkan daya saing ekspor di pasar premium yang menuntut keberlanjutan,
  • dan menciptakan kepastian hukum bagi pelaku industri besar maupun petani kecil.

Apabila implementasinya disertai masa transisi yang jelas serta dukungan administrasi dan akses pembiayaan bagi petani kecil, regulasi ini justru bisa menjadi katalis positif jangka menengah untuk memperbaiki citra industri sawit Indonesia di pasar global.

 

 Prediksi Pergerakan 31 Oktober 2025

Untuk hari ini, Jumat (31/10), harga CPO diperkirakan bergerak sideways hingga sedikit menguat. Sentimen positif datang dari penyerapan biodiesel domestik dan potensi penurunan stok regional.
Namun, risiko koreksi masih terbuka jika minyak nabati lain melemah tajam atau jika muncul kebijakan baru yang belum diantisipasi pasar.

Harga TBS diprediksi stabil hingga turun tipis di beberapa daerah, sejalan dengan pergerakan CPO dan kondisi pasokan di pabrik.

 

Kesimpulan Cepat

  • Harga CPO domestik turun ringan, FCPO relatif datar, TBS petani sedikit terkoreksi.
  • Tekanan berasal dari harga minyak nabati global dan ketidakpastian kebijakan.
  • Permintaan biodiesel domestik tetap menjadi penopang utama.
  • Regulasi baru berpotensi positif jangka menengah jika dijalankan dengan dukungan bagi petani kecil.

 

Penulis: Yohanes Ferdinan Silaen
(Disclaimer On: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan analisis umum. Tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi atau keputusan perdagangan. Pergerakan harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika pasar dan kebijakan pemerintah.)
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788