Home
>
News
>
Publication
>
Harapan Kesepakatan Damai Ukraina Goyah, Dorong Minyak Kembali Bullish
Harapan Kesepakatan Damai Ukraina Goyah, Dorong Minyak Kembali Bullish
Tuesday, 18 February 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.04830

-0.20%

GBPUSD

1.26220

-0.18%

AUDUSD

0.63550

-0.33%

NZDUSD

0.57340

-0.45%

USDJPY

151.480

0.20%

USDCHF

0.90060

0.17%

USDCAD

1.41780

0.19%

GOLDUD

2,900.300

-0.28%

COFU

70.69

0.66%

USD/IDR

16,203

0.28%

Fokus Crude Oil:

  • Jaringan pipa CPC yang memasok minyak mentah Kazakhstan rusak akibat serangan drone pada hari Senin.
  • OPEC+ bantah akan menunda kenaikan produksi sesuai yang direncanakan mulai bulan April, kata Novak.

***********************************************************

Selasa, 18 Februari 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh kerusakan di jaringan pipa CPC Kazakhstan jelang berlangsungnya perundingan damai Ukraina, dan potensi eskalasi tensi Iran dengan AS dan Israel. Meski demikian, komentar bantahan dari Novak serta dimulainya kembali ekspor minyak Kurdistan membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Serangan tujuh pesawat drone menghantam stasiun pemompaan Kropotkinskaya di wilayah Krasnodar selatan, yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pipa yang memasok minyak dari Kazakhstan ke pasar global, kata operator jaringan pipa CPC pada hari Senin. Meski tidak ada klaim bahwa pesawat drone itu berasal dari Ukraina, namun serangan itu meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai Ukraina dalam waktu dekat, karena terjadi tepat sehari sebelum Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Arab Saudi untuk membahas kesepakatan tersebut.

Dukungan lainnya datang dari Iran yang menuding bahwa ancaman AS dan Israel merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan bahwa mereka tidak dapat berbuat apa-apa untuk menyakiti Teheran, ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada hari Senin. Komentar bernada provokasi dari Iran tersebut memicu potensi eskalasi tensi yang mendorong pada kemungkinan penerapan sanksi lebih lanjut dari AS, terutama yang menargetkan sektor perminyakan Iran.

Sementara itu, OPEC dan sekutunya belum membahas kemungkinan untuk menunda peningkatan produksi minyaknya yang saat ini direncanakan akan dimulai pada bulan April, ujar Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Senin. Pernyataan dari Novak tersebut sekaligus membantah berita yang beredar sebelumnya bahwa kelompok aliansi itu sedang mempertimbangkan untuk menunda peningkatan pasokan minyak secara bertahap, meskipun ada seruan dari Trump untuk menurunkan harga minyak.

Turut membebani pergerakan harga, pasca dihentikan sejak Maret 2023 akibat pertikaian antara Baghdad dan Erbil, ekspor minyak dari wilayah Kurdistan akan dilanjutkan kembali mulai minggu depan, kata Menteri Perminyakan Irak, Hayan Abdel-Ghani, pada hari Senin. Berita tersebut mengindikasikan potensi kembalinya tambahan pasokan sebesar 300.000 bph dari wilayah Kurdistan ke pasar global.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - NY Empire State Manufacturing Index

 

-1.9

-12.6

22:00

USA - NAHB Housing Market Index

 

47

47

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788