Home
>
News
>
Publication
>
Harapan Kenaikan Suku Bunga ECB Tahan Pelemahan EURUSD
Harapan Kenaikan Suku Bunga ECB Tahan Pelemahan EURUSD
Tuesday, 26 May 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1640

-0.08%

GBPUSD

1.3502

-0.13%

AUDUSD

0.7172

-0.13%

NZDUSD

0.5872

-0.34%

USDJPY

158.90

0.04%

USDCHF

0.7826

0.14%

USDCAD

1.3803

0.04%

GOLDUD

4571.33

-0.84%

USD/IDR

17,738

0.00%

Fokus:

  1. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan serangan defensif militer AS di wilayah selatan Iran.
  2. Ekspektasi sikap hawkish European Central Bank membantu membatasi pelemahan euro di tengah peluang kenaikan suku bunga ECB pada pertemuan Juni.


EURUSD
Selasa, 26 Mei 2026
- Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 1,1635 seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Tekanan terhadap euro muncul di tengah ketidakpastian terkait perkembangan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Pelaku pasar juga menantikan pernyataan dari pejabat European Central Bank Olaf Sleijpen dan Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari yang diperkirakan dapat memberikan petunjuk baru terkait arah kebijakan moneter masing-masing bank sentral.

Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah laporan menyebutkan bahwa pasukan Amerika Serikat melakukan serangan defensif di wilayah selatan Iran. Komando Pusat AS menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan lokasi peluncuran rudal serta kapal Iran yang diduga mencoba menempatkan ranjau di Selat Hormuz. Meski militer AS menegaskan tetap menahan diri selama masa gencatan senjata berlangsung, perkembangan ini tetap meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa proses negosiasi menuju kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz masih berjalan dengan baik. Namun, pasar tetap berhati-hati dan terus memantau perkembangan situasi geopolitik. Setiap tanda meningkatnya ketegangan diperkirakan akan memperkuat dolar AS sebagai aset aman dan memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan EURUSD.

Di sisi lain, potensi pelemahan euro masih dapat tertahan oleh sikap hawkish European Central Bank. Anggota Dewan ECB Martin Kocher menyatakan bahwa bank sentral Eropa semakin membuka peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang karena konflik Iran berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 85% bagi ECB untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juni. Secara teknikal, support EURUSD berada di area 1,1600, sementara resistance berada pada level 1,1660.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini mengalami pelemahan ke kisaran 1,3484 pada perdagangan hari Selasa akibat tekanan terhadap poundsterling di tengah melemahnya data ekonomi Inggris serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran. Pelaku pasar juga masih menunggu rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi indikator penting untuk melihat arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah militer AS melaporkan adanya serangan defensif terhadap wilayah selatan Iran. Selain itu, muncul laporan mengenai dugaan aktivitas kapal Iran yang menempatkan ranjau di Selat Hormuz dan respons militer AS terhadap ancaman terhadap pesawat tempurnya. Situasi tersebut meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, meskipun sebelumnya Presiden Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz masih menunjukkan perkembangan positif.

Dari sisi domestik Inggris, tekanan terhadap poundsterling juga datang dari data ekonomi yang kurang solid. Penjualan ritel Inggris tercatat melemah dan tingkat pengangguran meningkat menjadi 5,0%, sehingga pasar mulai menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England hingga akhir tahun. Pernyataan pejabat BoE Alan Taylor yang menilai kebijakan suku bunga saat ini sudah cukup memadai turut memperkuat pandangan bahwa ruang pengetatan kebijakan tambahan semakin terbatas. Support GBPUSD berada di area 1,3440, sementara resistance berada pada level 1,3510.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini mengalami pelemahan ke kisaran 0,7163. Tekanan terhadap dolar Australia muncul setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Militer AS dilaporkan melancarkan serangan baru ke wilayah selatan Iran dengan sasaran lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang diduga berupaya menempatkan ranjau di perairan strategis. Pemerintah AS menyatakan langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan defensif untuk melindungi pasukan Amerika dari potensi ancaman.

Sementara itu, pihak Iran menyebut proses negosiasi dengan Amerika Serikat mengalami perkembangan, meskipun peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat masih dinilai kecil. Ketidakpastian terkait perkembangan geopolitik tersebut membuat investor cenderung mencari aset aman dan menopang penguatan dolar AS, sehingga membatasi ruang penguatan AUDUSD. Di sisi lain, pasar juga menantikan rilis data inflasi Australia yang diperkirakan menunjukkan perlambatan inflasi tahunan menjadi 4,4% dari sebelumnya 4,6%. Namun, jika inflasi Australia tercatat lebih tinggi dari ekspektasi pasar, dolar Australia berpotensi memperoleh sentimen positif tambahan. Support AUDUSD berada di area 0,7130, sementara resistance berada pada level 0,7190.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini mengalami pelemahan ke kisaran 0,5852 pada perdagangan hari Selasa setelah sebelumnya mencatat kenaikan terbatas. Pergerakan pasangan mata uang ini tertekan akibat penguatan dolar AS yang kembali diminati sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian mengenai perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.

Ketegangan geopolitik kembali menjadi perhatian pasar setelah muncul laporan bahwa militer Amerika Serikat melakukan serangan defensif di wilayah selatan Iran dengan sasaran lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang diduga hendak memasang ranjau di Selat Hormuz. Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa proses negosiasi dengan Iran terkait penyelesaian konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz masih menunjukkan perkembangan positif. Meski demikian, pasar tetap waspada karena potensi eskalasi konflik di Timur Tengah dapat semakin mendorong penguatan dolar AS dan membebani NZDUSD.

Sementara itu, dari sisi kebijakan moneter, Reserve Bank of New Zealand diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 2,25% dalam pertemuan berikutnya. Namun, pasar mulai memperkirakan peluang pengetatan kebijakan moneter pada paruh kedua tahun ini meningkat seiring risiko inflasi global yang dipicu gangguan pasokan energi. Ekspektasi sikap hawkish dari RBNZ tersebut diperkirakan dapat membantu menahan tekanan pelemahan dolar Selandia Baru lebih lanjut. Support NZDUSD berada di area 0,5820, sementara resistance berada pada level 0,5880.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke area 158,97. Penguatan pasangan mata uang ini didukung kembali menguatnya dolar AS di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketidakpastian terkait perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Optimisme terhadap potensi kesepakatan damai kedua negara masih tertahan karena perbedaan pandangan terkait program nuklir Iran dan Selat Hormuz. Selain itu, laporan mengenai serangan defensif militer AS di wilayah selatan Iran turut meningkatkan kekhawatiran pasar dan menopang pergerakan dolar AS.

Di sisi lain, ekspektasi bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi di tengah inflasi AS yang tetap kuat juga memberikan dukungan tambahan bagi dolar AS. Sementara yen Jepang cenderung tertekan akibat kekhawatiran terhadap dampak gangguan pasokan energi dari Timur Tengah terhadap perekonomian Jepang. Meski demikian, spekulasi adanya potensi intervensi otoritas Jepang untuk menopang yen diperkirakan dapat membatasi penguatan USDJPY lebih lanjut. Pelaku pasar juga menantikan rilis data Consumer Confidence AS yang diperkirakan dapat memengaruhi arah pergerakan pasangan mata uang ini. Secara teknikal, support USDJPY berada di area 158,30, sementara resistance berada pada level 159,20.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak naik ke kisaran 0,7837 pada perdagangan sesi Asia hari Selasa didukung penguatan dolar AS yang kembali diminati sebagai aset safe haven. Kenaikan dolar AS terlihat dari indeks dolar AS (DXY) yang bergerak ke area 99,10 di tengah masih tingginya ketidakpastian terkait proses negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen pasar juga dipengaruhi laporan mengenai aksi serangan defensif militer AS di wilayah selatan Iran yang menargetkan fasilitas rudal dan kapal Iran yang diduga hendak memasang ranjau. Situasi tersebut mendorong investor cenderung mencari aset aman dan menopang penguatan dolar AS.

Selain faktor geopolitik, dolar AS juga mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi. Data CME FedWatch Tool menunjukkan pasar memperkirakan peluang sekitar 41% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun. Fokus pasar saat ini tertuju pada rilis data inflasi PCE AS yang dinilai dapat memberikan petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter The Fed. Support USDCHF berada di area 0,7800, sementara resistance berada pada level 0,7860.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak relatif stabil di sekitar level 1,3808 pada perdagangan sesi Asia hari Selasa dan masih berada dalam fase konsolidasi selama dua hari terakhir. Dolar AS kembali memperoleh dukungan setelah sebelumnya melemah ke level terendah dalam lebih dari sepekan, seiring masih tingginya ketidakpastian geopolitik global. Harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran masih tertahan karena kedua negara belum mencapai kesepahaman terkait isu Selat Hormuz dan program nuklir Iran, sehingga permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven kembali meningkat.

Di sisi lain, laporan mengenai aksi serangan defensif pasukan AS di wilayah selatan Iran turut menjaga tensi geopolitik tetap tinggi dan menopang penguatan dolar AS. Ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan kebijakan moneter ketat juga menjadi faktor pendukung bagi pergerakan greenback. Meski demikian, pemulihan harga minyak mentah membantu menopang dolar Kanada sebagai mata uang berbasis komoditas sehingga membatasi kenaikan USDCAD lebih lanjut. Pelaku pasar kini menunggu rilis data kepercayaan konsumen AS, indeks PCE, dan revisi pertumbuhan ekonomi AS yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan pasangan mata uang ini. Support USDCAD berada di area 1,3760, sementara resistance berada pada level 1,3840.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00pm

JPY

BOJ Core CPI y/y

 

1.7%

1.7%

7:30pm

CAD

Gov Council Member Vincent Speaks

 

 

 

9:00pm

USD

CB Consumer Confidence

 

91.9

92.8

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788