Home
>
News
>
Publication
>
GBPUSD Tertahan di Tengah Sikap Hati-Hati Bank of England
GBPUSD Tertahan di Tengah Sikap Hati-Hati Bank of England
Friday, 22 May 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1619

-0.04%

GBPUSD

1.3426

0.02%

AUDUSD

0.7154

-0.21%

NZDUSD

0.5877

-0.03%

USDJPY

158.92

0.09%

USDCHF

0.7867

0.01%

USDCAD

1.3780

0.04%

GOLDUD

4544.90

-0.35%

USD/IDR

17,668

0.00%

Fokus:

  1. Perbedaan pandangan pejabat Bank of England terkait arah suku bunga dan ketidakpastian politik Inggris membatasi penguatan poundsterling.
  2. Sentimen safe haven dan ekspektasi kebijakan hawkish Federal Reserve menopang dolar AS dan menekan pergerakan GBPUSD.



GBPUSD
Jumat, 22 Mei 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak relatif stabil di area 1,3429 dan masih berada dalam kisaran pergerakan yang terbatas. Pergerakan poundsterling cenderung tertahan di sekitar area rata-rata pergerakan 100-hari karena pelaku pasar masih menunggu kejelasan arah kebijakan moneter Inggris serta perkembangan sentimen global. Meski demikian, pasangan mata uang ini masih berpotensi mencatat penguatan tipis secara mingguan.

Dari sisi Inggris, pandangan pejabat Bank of England terkait prospek suku bunga masih menunjukkan perbedaan pendapat. Anggota MPC Swati Dhingra menilai kenaikan suku bunga tambahan belum tentu diperlukan apabila dampak lanjutan kenaikan harga energi terhadap inflasi tetap moderat. Namun, Catherine Mann menilai tekanan inflasi yang bertahan hingga akhir 2026 berisiko memengaruhi kenaikan upah dan mempertahankan inflasi pada level tinggi. Sementara itu, Gubernur BoE Andrew Bailey menyampaikan bahwa kenaikan suku bunga pasar sejak konflik Iran memberikan ruang tambahan bagi bank sentral untuk mengevaluasi dampak ekonomi dari situasi tersebut.

Selain faktor kebijakan moneter, poundsterling juga mendapat tekanan dari ketidakpastian politik domestik terkait tantangan kepemimpinan terhadap Perdana Menteri Keir Starmer. Situasi ini membuat investor cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil posisi terhadap poundsterling. Meski demikian, pasar masih memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga BoE setidaknya satu kali pada tahun 2026 sehingga membantu menopang pergerakan GBPUSD.

Di sisi lain, dolar AS tetap memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan safe haven dan ekspektasi kebijakan hawkish Federal Reserve. Pelaku pasar masih meragukan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran karena perbedaan pandangan mengenai program nuklir Iran dan penguasaan Selat Hormuz masih menjadi hambatan utama dalam negosiasi. Selain itu, risalah rapat FOMC terbaru menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap bertahan di atas target 2%, sehingga menopang penguatan dolar AS dan membatasi kenaikan GBPUSD. Support berada di area 1,3390, sementara resistance di area 1,3460.

EURUSD - Pasangan mata uang EURUSD bergerak melemah ke kisaran 1,1614 dan masih berada dalam tekanan untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan hari Kamis. Pelemahan euro dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang tetap didukung ekspektasi kebijakan hawkish Federal Reserve. Pasar menilai gangguan pasokan energi akibat konflik geopolitik berpotensi mempertahankan tekanan inflasi AS sehingga membuka peluang suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Selain itu, kondisi pasar tenaga kerja AS yang masih kuat turut menopang optimisme terhadap ekonomi Amerika Serikat dan mendukung penguatan greenback.

Sementara itu, euro juga tertekan setelah data PMI terbaru menunjukkan ekonomi kawasan Eurozone mengalami kontraksi tercepat sejak akhir 2023. Perlambatan tersebut dipicu meningkatnya biaya hidup akibat konflik geopolitik yang menekan permintaan sektor jasa serta mendorong inflasi biaya produksi ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi Jerman, seperti survei kepercayaan konsumen GfK, data PDB kuartal pertama, dan survei bisnis IFO yang dinilai dapat memengaruhi arah pergerakan euro selanjutnya. Support berada di area 1,1585, sementara resistance di area 1,1645.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0,7139 setelah data ketenagakerjaan Australia menunjukkan peningkatan tingkat pengangguran. Tingkat pengangguran Australia pada April tercatat naik menjadi 4,5%, yang merupakan level tertinggi sejak akhir tahun 2021. Kondisi ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa Reserve Bank of Australia cenderung menahan kenaikan suku bunga pada pertemuan Juni mendatang. Pelaku pasar juga mulai mengurangi proyeksi pengetatan kebijakan moneter tambahan dari RBA sepanjang tahun ini.

Sementara itu, dolar AS tetap memperoleh dukungan dari sikap hati-hati investor terhadap perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Pejabat Iran menyampaikan bahwa kesepakatan final masih belum tercapai meskipun perbedaan pendapat antara kedua negara mulai mengecil. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut adanya sinyal positif dalam proses pembicaraan, namun menegaskan bahwa isu program nuklir Iran dan penguasaan Selat Hormuz masih menjadi hambatan utama dalam negosiasi. Situasi tersebut mendorong permintaan terhadap dolar AS dan menahan pergerakan AUDUSD. Support berada di area 0,7115, sementara resistance di area 0,7160.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah tipis ke kisaran 0,5875 pada perdagangan hari Kamis walaupun data penjualan ritel Selandia Baru dirilis lebih baik dibanding perkiraan pasar. Retail Sales kuartal pertama 2026 tercatat naik 0,9% secara kuartalan, melampaui proyeksi sebesar 0,5% dan sekaligus mencatat pertumbuhan selama enam kuartal berturut-turut. Data tersebut menunjukkan aktivitas konsumsi domestik Selandia Baru masih cukup solid dan sempat memberikan dorongan terhadap dolar Selandia Baru.

Di sisi lain, pelaku pasar menilai Reserve Bank of New Zealand masih berpeluang mempertahankan kebijakan moneter yang cenderung ketat untuk menjaga inflasi tetap berada di sekitar target bank sentral. Namun, penguatan NZD tertahan karena dolar AS masih didukung ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve seiring masih tingginya tekanan inflasi di Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap dolar AS tetap terjaga.

Sementara itu, sentimen safe haven terhadap dolar AS kembali meningkat setelah pejabat Iran menyatakan bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat belum menghasilkan kesepakatan final meskipun perbedaan pandangan mulai berkurang. Investor masih mencermati perkembangan negosiasi terkait program nuklir Iran dan situasi di Selat Hormuz yang berpotensi memicu ketidakpastian geopolitik global. Situasi ini turut membatasi penguatan NZDUSD dalam jangka pendek. Support berada di area 0,5850, sementara resistance di area 0,5895.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 159,07 setelah data inflasi Jepang menunjukkan perlambatan. Inflasi tahunan Jepang pada April tercatat sebesar 1,4%, turun dibanding bulan sebelumnya yang berada di level 1,5%. Sementara itu, inflasi inti Jepang juga berada di angka 1,4% dan menjadi tingkat pertumbuhan paling rendah dalam empat tahun terakhir. Data tersebut memberikan tekanan terhadap yen Jepang karena menurunkan ekspektasi penguatan mata uang tersebut dalam jangka pendek.

Di sisi lain, pasar masih memperkirakan Bank of Japan berpotensi melanjutkan langkah normalisasi kebijakan moneter pada pertemuan berikutnya dengan peluang kenaikan suku bunga ke level 1,0%. Sementara itu, dolar AS tetap mendapat dukungan dari pandangan hawkish Federal Reserve setelah risalah rapat FOMC menunjukkan mayoritas pejabat masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap bertahan di atas target 2%. Kekhawatiran terhadap tekanan inflasi akibat konflik Iran juga turut memperkuat permintaan terhadap dolar AS. Support berada di area 158,70, sementara resistance di area 159,40.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak menguat terbatas ke kisaran 0,7868 seiring menguatnya dolar AS di tengah meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap situasi geopolitik di Timur Tengah. Penguatan dolar AS juga didukung data tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan penurunan klaim pengangguran mingguan, menandakan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat. Kondisi tersebut memperbesar ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam upaya menjaga inflasi tetap terkendali.

Di sisi lain, pasar mulai meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed karena gangguan pasokan energi akibat konflik Timur Tengah dinilai berpotensi mendorong tekanan inflasi lebih tinggi. Investor juga terus memantau perkembangan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga saat ini masih belum mencapai kesepakatan akhir, khususnya terkait isu program nuklir Iran dan penguasaan Selat Hormuz. Sentimen tersebut mendukung permintaan terhadap dolar AS dan mendorong penguatan tipis USDCHF. Support berada di area 0,7845, sementara resistance di area 0,7890.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 1,3785 dan mencatat kenaikan selama empat sesi perdagangan berturut-turut. Penguatan ini dipengaruhi oleh melemahnya dolar Kanada seiring penurunan harga minyak mentah di pasar global. Sebagai negara eksportir minyak utama ke Amerika Serikat, pergerakan dolar Kanada cenderung sensitif terhadap perubahan harga energi sehingga pelemahan minyak memberikan tekanan terhadap CAD.

Penurunan harga minyak terjadi setelah meningkatnya harapan pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan adanya perkembangan yang cukup positif dalam proses negosiasi, sementara pejabat Iran mengungkapkan bahwa perbedaan pandangan antara kedua negara mulai menyempit meskipun belum ada kesepakatan final. Namun, isu terkait program pengayaan uranium Iran dan kontrol terhadap Selat Hormuz masih menjadi hambatan utama dalam pembahasan tersebut.

Sementara itu, dolar AS tetap mendapat dukungan dari sikap hawkish Federal Reserve di tengah kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi akibat konflik geopolitik dapat mempertahankan tekanan inflasi AS pada level tinggi. Data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang masih solid juga memperkuat ekspektasi pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut. Selain itu, perhatian investor turut tertuju pada pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai pelantikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve yang baru. Support berada di area 1,3750, sementara resistance di area 1,3810.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

5:45am

NZD

Core Retail Sales q/q

0.01

0.008

0.014

6:30am

JPY

National Core CPI y/y

1.40%

1.70%

1.80%

7:30pm

CAD

Core Retail Sales m/m

 

0.90%

0.50%

7:30pm

CAD

Retail Sales m/m

 

0.60%

0.70%

9:00pm

USD

Revised UoM Consumer Sentiment

 

48.2

48.2

9:00pm

USD

CB Leading Index m/m

 

-0.1%

-0.6%

9:00pm

USD

FOMC Member Waller Speaks

 

 

 

9:00pm

USD

Revised UoM Inflation Expectations

 

 

4.50%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788