| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1558 | -0.01% |
GBPUSD | 1.3365 | -0.07% |
AUDUSD | 0.6950 | -0.19% |
NZDUSD | 0.5805 | -0.12% |
USDJPY | 159.46 | 0.02% |
USDCHF | 0.7908 | 0.15% |
USDCAD | 1.3810 | 0.09% |
GOLDUD | 4521.85 | 0.27% |
USD/IDR | 16,900 | 0.00% |
Fokus:
GBPUSD
Kamis, 26 Maret 2026 - Pasangan mata uang ini cenderung bergerak stabil setelah mengalami tekanan dalam dua hari sebelumnya, dengan harga bertahan di kisaran 1,3356. Stabilnya pergerakan ini didukung oleh kekuatan Dolar AS yang masih dominan, sementara pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dengan terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Dari sisi geopolitik, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa proses diplomasi masih berlangsung. Pemerintahan Donald Trump dilaporkan telah mengajukan proposal perdamaian 15 poin kepada Iran melalui Pakistan sebagai mediator. Meski demikian, pejabat tinggi Iran masih mengevaluasi proposal tersebut tanpa menunjukkan minat untuk membuka dialog langsung dengan Washington. Bahkan, Teheran memberi sinyal akan menolak tawaran gencatan senjata dan mengajukan alternatif berupa proposal lima poin yang mencakup kedaulatan atas Selat Hormuz.
Dari sisi fundamental, Pound Sterling berpotensi mendapat dukungan dari penurunan harga minyak di tengah harapan meredanya ketegangan global. Data inflasi Inggris menunjukkan angka yang sesuai ekspektasi, dengan inflasi utama bertahan di 3% dan inflasi inti naik tipis menjadi 3,2%. Namun, dampak data ini terhadap pasar masih terbatas karena dirilis sebelum eskalasi konflik terbaru.
Sementara itu, ekonom UOB, Lee Sue Ann, menyoroti perubahan sikap kebijakan Bank of England yang cenderung lebih hawkish. Suku bunga acuan dipertahankan di 3,75% melalui keputusan bulat, sekaligus menghapus ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Proyeksi terbaru bahkan menunjukkan suku bunga kemungkinan akan tetap berada di level tersebut hingga kuartal keempat 2026, seiring risiko inflasi yang masih bertahan. GBPUSD diperkirakan memiliki area support di kisaran 1.3320, sementara resistance berada di area 1.3370.
EURUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di kisaran 1,1557 pada sesi Asia hari Kamis, dengan pergerakan yang relatif stabil seiring Dolar AS yang cenderung sideways. Stabilitas ini didukung oleh laporan bahwa Amerika Serikat tengah mengintensifkan upaya diplomatik dengan Iran guna meredakan konflik yang berlangsung. Fokus pasar saat ini tertuju pada perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi sentimen global.
Upaya diplomasi tersebut mencakup wacana gencatan senjata selama satu bulan untuk membuka ruang negosiasi resmi antara Washington dan Teheran. Pemerintahan Donald Trump dilaporkan telah mengajukan proposal perdamaian 15 poin, yang disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator. Namun, pihak Iran masih mengkaji proposal tersebut dan mengindikasikan penolakan terhadap rencana gencatan senjata, bahkan mengajukan alternatif berupa proposal lima poin yang menekankan kontrol kedaulatan atas Selat Hormuz.
Dari sisi Eropa, pejabat European Central Bank, Olaf Sleijpen, memperingatkan bahwa lonjakan harga energi berpotensi memicu tekanan inflasi yang lebih luas dibandingkan krisis energi 2022. Meskipun bank sentral tidak dapat secara langsung mengendalikan harga energi, respons kebijakan tetap disiapkan apabila dampak lanjutan terhadap inflasi semakin nyata. EURUSD diperkirakan memiliki area support di kisaran 1.1540, sementara resistance berada di area 1.1565.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di level 0.6937 karena sebelumnya tertekan cukup dalam pada sesi Rabu akibat penguatan luas Dolar AS. Pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, khususnya terkait konflik AS-Iran, di mana setiap perkembangan terbaru memicu volatilitas. Spekulasi mengenai dimulainya kembali perundingan antara kedua negara untuk meredakan konflik turut mendorong penguatan aset-aset global seperti saham AS dan emas, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami penurunan. Namun demikian, dominasi kekuatan Dolar AS tetap menjadi faktor utama yang menahan laju kenaikan AUDUSD.
Dari sisi domestik Australia, data inflasi Februari menunjukkan perlambatan tipis, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) turun dari 3,8% menjadi 3,7% secara tahunan, sementara inflasi inti bertahan di 3,3%. Meskipun masih berada di atas target Reserve Bank of Australia, data ini memberikan sedikit kelegaan bagi pasar. Namun, perlu dicatat bahwa data tersebut dikumpulkan sebelum lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi ke depan. Pejabat bank sentral juga menyoroti risiko dari sisi pasokan yang dapat memperketat kondisi keuangan. Di sisi lain, dari Amerika Serikat, sinyal dovish dari pejabat Federal Reserve turut memberikan harapan pelonggaran kebijakan, meskipun belum cukup kuat untuk menekan USD secara signifikan. AUDUSD diperkirakan memiliki area support di kisaran 0.6920, sementara resistance berada di area 0.6950.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini mengalami pelemahan dan turun ke area 0,5800, mencerminkan tekanan yang masih kuat di tengah dominasi Dolar AS. Pergerakan ini dipengaruhi oleh kondisi global yang dipenuhi ketidakpastian, terutama dari sisi geopolitik, serta imbal hasil aset AS yang tetap tinggi sehingga meningkatkan daya tarik Greenback. Akibatnya, Dolar Selandia Baru kesulitan untuk mencatat pemulihan yang berarti dalam jangka pendek.
Penguatan Dolar AS juga didukung oleh kombinasi diferensial suku bunga yang menguntungkan serta meningkatnya permintaan aset safe-haven, terutama setelah Iran menunjukkan sikap enggan untuk terlibat lebih lanjut dengan Amerika Serikat, yang menjaga sentimen pasar tetap berhati-hati. Kondisi ini membuat tekanan terhadap NZD/USD tetap berlanjut dan membatasi potensi rebound. NZDUSD diperkirakan memiliki area support di kisaran 0,5770, sementara resistance berada di area 0,5850.
USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran 159,49 pada hari Kamis. Yen Jepang terus menunjukkan kinerja yang relatif lemah, dipengaruhi oleh kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi akibat konflik global akan memperburuk neraca perdagangan serta prospek ekonomi Jepang. Kenaikan harga minyak yang berkelanjutan juga berpotensi mendorong inflasi sekaligus menekan pertumbuhan, menciptakan risiko stagflasi. Kondisi ini menyulitkan Bank of Japan dalam melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya, sehingga semakin memperkuat daya tarik Dolar AS dan mendukung kenaikan USDJPY.
Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama pasar. Pernyataan dari pejabat Iran yang menyebutkan bahwa Teheran sedang meninjau proposal dari Amerika Serikat namun tidak berniat membuka dialog langsung, menambah ketidakpastian. Di sisi lain, peningkatan kehadiran militer AS di kawasan tersebut memperbesar risiko eskalasi konflik, meskipun Presiden Donald Trump sebelumnya mendorong wacana gencatan senjata.
Selain itu, ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat juga turut memperkuat Dolar AS. Pelaku pasar kini cenderung mengesampingkan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dan mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga ke depan. Kombinasi sentimen hawkish dan ketidakpastian global menjaga status USD sebagai aset safe-haven, sehingga membuka peluang lanjutan penguatan USD/JPY. Meski demikian, kekhawatiran akan potensi intervensi dari otoritas Jepang masih menjadi faktor yang membatasi kenaikan lebih lanjut. USDJPY diperkirakan memiliki area support di kisaran 159.10, sementara resistance berada di area 159.70
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak terbatas di kisaran 0,7920 selama sesi perdagangan Eropa pada hari Rabu, mencerminkan kondisi pasar yang relatif tenang. Pergerakan ini sejalan dengan Dolar AS yang cenderung sideways, di tengah sikap wait and see para pelaku pasar terhadap respons Iran atas proposal penyelesaian 15 poin yang diajukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hingga saat ini, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang utama, tercatat stabil di sekitar level 99,20.
Dari sisi geopolitik, Presiden Trump sebelumnya mengusulkan rencana gencatan senjata selama satu bulan dengan Iran, yang mencakup pembatasan terhadap pengembangan program nuklir, termasuk larangan pengayaan uranium di dalam negeri. Namun demikian, pihak Iran membantah keterlibatan langsung dalam negosiasi tersebut, sehingga menambah ketidakpastian di pasar. Di sisi lain, dari kawasan Swiss, bank sentral Swiss National Bank (SNB) menegaskan kesiapannya untuk melakukan intervensi apabila terjadi penguatan signifikan pada mata uang Franc Swiss guna menjaga stabilitas nilai tukar. USDCHF diperkirakan memiliki area support di kisaran 0.7890, sementara resistance berada di area 0.7950.
USDCAD - Pasangan mata uang ini berada di level 1.3823 bergerak menguat pada perdagangan hari kamis, sekaligus memperpanjang tren penguatan selama tiga hari berturut-turut. Pergerakan ini didorong oleh penguatan Dolar AS yang terjadi secara luas, sehingga memberikan tekanan berkelanjutan terhadap Dolar Kanada.
Penguatan Greenback turut ditopang oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dalam perkembangan terbaru, Iran menolak proposal gencatan senjata yang didukung oleh Amerika Serikat serta rencana 15 poin yang diajukan oleh Presiden Donald Trump. Iran menegaskan bahwa setiap bentuk kesepakatan harus mengacu pada kepentingan dan ketentuan yang mereka tetapkan sendiri, sehingga memperpanjang ketidakpastian global.
Di sisi lain, harga minyak masih bergerak volatil dan bertahan di atas level sebelum konflik meskipun sempat mengalami koreksi. Sebagai salah satu eksportir utama minyak mentah, Kanada umumnya diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas tersebut. Namun, dominasi penguatan Dolar AS serta meningkatnya sentimen risk-off di pasar saat ini lebih berpengaruh, sehingga menjaga bias pergerakan USD/CAD tetap cenderung menguat. USDCAD diperkirakan memiliki area support di kisaran 1.3800, sementara resistance berada di area 1.3850.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
5:15am | AU | RBA Assist Gov Kent Speaks |
|
|
|
6:20am | US | U.S. President Trump Speaks |
|
|
|
12:00pm | JP | BoJ Core CPI (YoY) |
| 1.60% | 1.70% |
4:00pm | EU | ECB's De Guindos Speaks |
|
|
|
4:30pm | UK | BoE Breeden Speaks |
|
|
|
7:30pm | US | Initial Jobless Claims |
| 211K | 205K |
7:30pm | US | Continuing Jobless Claims |
| 1,860K | 1,857K |
7:30pm | CA | Average Weekly Earnings (YoY) (Jan) |
|
| 1.94% |
7:30pm | US | Jobless Claims 4-Week Avg. |
|
| 210.75K |
9:30pm | US | Natural Gas Storage |
| -49B | 35B |
10:00pm | US | KC Fed Composite Index (Mar) |
|
| 5 |
10:00pm | US | KC Fed Manufacturing Index (Mar) |
|
| 10 |
10:00pm | CA | BoC Senior Deputy Governor Rogers Speaks |
|
|
|