Home
>
News
>
Publication
>
GBPUSD Menguat Tipis, Prospek Suku Bunga Jadi Perhatian
GBPUSD Menguat Tipis, Prospek Suku Bunga Jadi Perhatian
Monday, 31 August 2026

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1581

0.09%

GBPUSD

1.3533

0.07%

AUDUSD

0.7156

0.14%

NZDUSD

0.5924

-0.20%

USDJPY

160.08

-0.16%

USDCHF

0.8076

0.11%

USDCAD

1.3910

-0.14%

GOLDUD

4445.72

-0.12%

USD/IDR

17,757

-0.41%

Fokus:

  1. Poundsterling mendapat dukungan dari komitmen disiplin fiskal Inggris.
  2. Sikap hawkish The Fed berpotensi menopang dolar AS.


GBPUSD
Senin, 31 Agustus 206 - Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis ke sekitar 1,3543 pada awal pekan setelah mengalami penurunan cukup tajam pada perdagangan Jumat. Meski demikian, penguatan Poundsterling masih terlihat terbatas karena pasangan mata uang ini belum mampu mempertahankan momentum bullish yang kuat. Pergerakan tersebut juga menunjukkan bahwa GBPUSD masih berada dalam fase koreksi setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak Februari.

Dari sisi dolar AS, pergerakannya cenderung tertahan setelah menguat cukup signifikan pada Jumat hingga mencapai level tertinggi hampir dua minggu. Kondisi ini memberikan ruang bagi GBPUSD untuk melakukan pemulihan. Sementara itu, Poundsterling memperoleh dukungan dari komitmen pemerintah Inggris untuk menjaga disiplin fiskal menjelang penyampaian Anggaran Musim Gugur pada 28 Oktober.

Namun, prospek kebijakan moneter masih menjadi hambatan bagi penguatan GBPUSD. Pasar telah menggeser perkiraan kenaikan suku bunga Bank of England berikutnya ke 2027 dari sebelumnya akhir 2026. Di sisi lain, komentar Ketua The Fed Kevin Warsh pada Jumat meningkatkan spekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada September. Perbedaan ekspektasi kebijakan tersebut berpotensi menjaga daya tarik dolar AS.

Selain itu, meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah turut memberikan dukungan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Pasar juga mulai mengantisipasi sejumlah data ekonomi AS pada pekan ini, terutama laporan ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat. Dengan demikian, GBPUSD masih menghadapi risiko tekanan lanjutan apabila dolar AS kembali menguat. Support GBPUSD berada di area 1,3500, sementara resistance di area 1,3600

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar 1,1591 pada awal perdagangan sesi Asia hari Senin. Penguatan Euro terjadi ketika dolar AS mengalami pelemahan meskipun Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyampaikan pernyataan yang cenderung hawkish dalam simposium Jackson Hole. Warsh menegaskan bahwa The Fed masih perlu bertindak apabila tekanan inflasi tidak menunjukkan penurunan yang meyakinkan menuju target. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September mencapai sekitar 57,5%.

Dari sisi Euro, perhatian pasar tertuju pada rilis awal inflasi Jerman yang dijadwalkan hari ini. Inflasi tahunan diperkirakan meningkat menjadi 2,9% pada Agustus dari 2,8% pada Juli, sementara HICP diproyeksikan naik menjadi 3,0%. Data yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan ECB dan memberikan dukungan bagi Euro. Selain itu, pernyataan Isabel Schnabel mengenai meningkatnya risiko inflasi juga memperkuat pandangan bahwa ECB masih membuka peluang kenaikan suku bunga. Support EURUSD berada di area 1,1550, sementara resistance di area 1,1630.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis ke sekitar 0,7166 pada perdagangan awal pekan, setelah sebelumnya dibuka dengan tekanan jual. Pergerakan dolar Australia masih relatif terbatas setelah data ekonomi Tiongkok menunjukkan perbaikan moderat. PMI Manufaktur NBS Tiongkok meningkat menjadi 49,8 pada Agustus dari 49,2 pada bulan sebelumnya dan sedikit di atas ekspektasi 49,7. Namun, PMI tersebut masih berada di bawah level 50 yang menandakan aktivitas manufaktur masih dalam fase kontraksi.

Dari dalam negeri Australia, tekanan inflasi masih menjadi perhatian setelah indeks inflasi TD-MI meningkat menjadi 4,8% secara tahunan pada Agustus dari 4% sebelumnya, meskipun secara bulanan melambat menjadi 0,5%. Sementara itu, dari sisi eksternal, penguatan AUDUSD berpotensi terbatas karena dolar AS berpeluang kembali menguat setelah pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September mencapai sekitar 57,5%, sehingga arah kebijakan The Fed masih menjadi faktor penting bagi pergerakan pasangan ini. Support berada di area 0,7130, sementara resistance: 0,7200

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis ke sekitar 0,5912 pada perdagangan pagi ini setelah sebelumnya berada dalam tekanan selama dua sesi berturut-turut. Pergerakan Dolar Selandia Baru mendapat sedikit dukungan dari membaiknya aktivitas manufaktur Tiongkok, dengan PMI Manufaktur NBS Agustus naik menjadi 49,8 dari 49,2 pada Juli dan berada sedikit di atas perkiraan 49,7. Meski demikian, PMI masih berada di bawah level 50, menunjukkan aktivitas manufaktur Tiongkok masih mengalami kontraksi.

Dari sisi domestik, sentimen terhadap NZD masih dibayangi melemahnya keyakinan bisnis Selandia Baru. Indeks Keyakinan Bisnis ANZ turun menjadi 53,7 pada Agustus dari 56,1, sementara Prospek Aktivitas juga menurun menjadi 48,2. Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga RBNZ sebesar 25 basis poin masih menjadi penopang bagi NZD. Namun, potensi penguatan NZDUSD tetap terbatas karena dolar AS mendapat dukungan dari pernyataan hawkish Kevin Warsh yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Support berada di area 0,5880, sementara resistance di area 0,5950.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak melemah tipis ke sekitar 159,82 pada awal perdagangan pekan ini, meski masih bertahan dekat level psikologis 160,00 dan level tertinggi satu bulan yang dicapai pada Jumat sebelumnya. Pergerakan yen masih menghadapi tekanan karena kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Jepang serta kebijakan pemerintah yang cenderung ekspansif. Pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menilai pergerakan yen masih terkendali juga mengurangi spekulasi mengenai kemungkinan intervensi bersama Jepang dan AS.

Di sisi lain, selisih suku bunga antara Jepang dan Amerika Serikat masih menjadi faktor yang mendukung USDJPY. Meskipun BoJ telah menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 1,00%, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan berikutnya pada September. Namun, suku bunga The Fed yang berada di kisaran 3,5%–3,75% serta pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh membuat selisih imbal hasil kedua negara tetap lebar, sehingga daya tarik strategi carry trade berbasis yen masih terjaga. Kondisi ini berpotensi membatasi penguatan yen dalam jangka pendek. Support USDJPY berada di area 159,50, sementara resistance di area 160,00.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 0,8085 pada perdagangan hari ini. Tekanan terhadap pasangan ini datang dari penguatan franc Swiss, sementara dolar AS masih berada dalam fase konsolidasi setelah sebelumnya mendapat dorongan dari pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh. Pernyataan tersebut memang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada September, tetapi penguatan dolar mulai tertahan sehingga USDCHF bergerak lebih rendah.

Di sisi lain, franc Swiss masih memperoleh dukungan dari permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian pasar. Pergerakan USDCHF juga menunjukkan fase koreksi setelah pasangan ini mencapai level yang lebih tinggi pada pekan sebelumnya. Secara teknikal, area 0,8045 menjadi support terdekat, sementara 0,8120 menjadi resistance yang perlu diperhatikan apabila dolar kembali menguat. Support: 0,8045, sementara resistance di area 0,8120.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 1,3891 pada perdagangan awal pekan. Pelemahan pasangan ini terutama didukung oleh penguatan Dolar Kanada seiring kenaikan harga minyak mentah. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah adanya serangan terhadap target militer, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dan mendorong harga minyak. Sebagai salah satu eksportir minyak utama, Kanada cenderung memperoleh dukungan ketika harga minyak meningkat, sehingga CAD berpotensi menguat terhadap USD.

Di sisi lain, penurunan USDCAD berpotensi tertahan oleh sikap The Fed yang masih cenderung hawkish. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa bank sentral masih perlu mengambil langkah lebih lanjut apabila inflasi belum menunjukkan penurunan yang meyakinkan. Sementara itu, data ekonomi Kanada yang dalam beberapa pekan terakhir relatif lebih kuat dari perkiraan juga memberikan dukungan tambahan bagi CAD, meskipun sebagian penguatan tersebut dinilai sudah tercermin dalam harga. Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati laporan ketenagakerjaan AS dan Kanada yang dijadwalkan pada Jumat. Support USDCAD berada di area 1,3850, sementara resistance di area 1,3950.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:50am

JPY

Retail Sales y/y

4.00%

3.20%

0.60%

8:00am

AUD

MI Inflation Gauge m/m

0.50%

 

1.00%

8:00am

NZD

ANZ Business Confidence

53.7

 

56.1

8:30am

AUD

Company Operating Profits q/q

1.80%

2.0%

-1.50%

8:30am

AUD

Private Sector Credit m/m

0.60%

0.70%

0.80%

All Day

EUR

German Prelim CPI m/m

 

0.30%

0.80%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788