Home
>
News
>
Publication
>
GBPUSD Menguat Tipis, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoE Menurun
GBPUSD Menguat Tipis, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoE Menurun
Friday, 28 August 2026

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1651

0.03%

GBPUSD

1.3590

0.04%

AUDUSD

0.7191

0.11%

NZDUSD

0.5948

0.22%

USDJPY

159.39

-0.03%

USDCHF

0.8042

-0.04%

USDCAD

1.3852

-0.01%

GOLDUD

4601.95

-0.44%

USD/IDR

17,757

0.00%

GBPUSD Menguat Tipis, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoE Menurun 

Fokus:

  1. Ekspektasi kenaikan suku bunga BoE bergeser ke 2027.
  2. Pasar menantikan pidato Ketua The Fed di Jackson Hole.



GBPUSD
Jumat, 28 Agustus 2028
- Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis ke sekitar 1,3595 pada perdagangan pagi hari ini setelah melemah dalam dua sesi sebelumnya. Meski demikian, penguatan Poundsterling masih menghadapi sejumlah hambatan karena penurunan harga minyak Brent mulai meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Kondisi tersebut turut membuat pasar menunda ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) dari akhir 2026 ke awal 2027.

Ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan BoE juga semakin berkurang. Berdasarkan data LSEG, pasar saat ini memperkirakan pengetatan sekitar 24 basis poin hingga Desember dan 36 basis poin hingga Februari 2027. Sementara menjelang pertemuan BoE September, kenaikan yang diperhitungkan pasar kurang dari 4 basis poin atau setara dengan probabilitas sekitar 15%, sehingga ruang penguatan GBP dari ekspektasi kenaikan suku bunga relatif terbatas.

Di sisi lain, kondisi ekonomi Inggris masih memberikan gambaran yang beragam. Inflasi Inggris meningkat menjadi 2,9% pada Juli, terutama akibat kenaikan biaya energi rumah tangga, dan diperkirakan masih berpotensi meningkat menjelang akhir tahun. Namun, kondisi pasar tenaga kerja yang masih menunjukkan pelemahan membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam memperkirakan langkah BoE. Minimnya agenda ekonomi Inggris dalam waktu dekat juga membuat perhatian pasar beralih pada perkembangan kebijakan moneter global.

Dari sisi dolar AS, pelaku pasar masih mencermati pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam Jackson Hole untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga AS. Jika pernyataan The Fed cenderung hawkish, dolar AS berpotensi menguat dan membatasi kenaikan GBPUSD. Sebaliknya, sinyal dovish dapat memberikan ruang bagi pasangan mata uang tersebut untuk melanjutkan penguatan. Support GBPUSD berada di area 1,3550, sementara resistance diarea 1,3630.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar 1,1654 setelah sempat mengalami penurunan dalam perdagangan sebelumnya. Meski demikian, momentum penguatan Euro mulai mereda setelah pasangan mata uang ini menembus level support kuat di 1,1640. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa EURUSD berpotensi memasuki fase konsolidasi dalam beberapa hari ke depan, dengan pergerakan yang cenderung berada dalam rentang terbatas.

Dalam jangka pendek, perhatian pasar akan tertuju pada kemampuan EURUSD untuk bertahan di atas area support. Selama tekanan jual tidak kembali meningkat, pasangan ini berpeluang bergerak dalam kisaran 1,1600-1,1685. Sementara itu, dalam perspektif yang lebih panjang, peluang kenaikan masih terbuka dengan target di sekitar 1,1800-1,1850, meskipun momentum bullish saat ini belum sekuat sebelumnya. Support EURUSD berada di area 1,1630, sementara resistance di area 1,1685.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini melanjutkan tren penguatannya dan telah mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut, dengan pergerakan berada di sekitar 0,7199 pada perdagangan pagi ini. Penguatan dolar Australia terutama ditopang oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA). Ekspektasi tersebut menguat setelah data inflasi Australia pada Juli menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan.

Perubahan ekspektasi kebijakan RBA juga tercermin dari penyesuaian proyeksi sejumlah bank besar. National Australia Bank memperkirakan suku bunga acuan dapat naik menjadi 4,6% pada September, sementara Commonwealth Bank of Australia dan ANZ melihat potensi kenaikan pada November, meski peluang tindakan lebih awal tetap terbuka. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga RBA pada September sekitar 50%, meningkat signifikan dari 17% sebelumnya, sedangkan kenaikan pada November telah hampir sepenuhnya diperhitungkan. Support AUDUSD berada di area 0,7160, sementara resistance di area 0,7220.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar 0,5961 pada perdagangan pagi ini. Penguatan Dolar Selandia Baru didukung oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Berdasarkan survei Reuters, sebagian besar ekonom memperkirakan RBNZ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,75% pada September, sementara peluang kenaikan lanjutan hingga akhir tahun juga masih terbuka.

Ekspektasi tersebut muncul setelah RBNZ menaikkan suku bunga pada bulan sebelumnya dan memberikan sinyal bahwa pengetatan masih dapat berlanjut untuk menjaga inflasi tetap berada dalam target 1%-3%. Namun, penguatan NZDUSD berpotensi tertahan apabila pelaku pasar kembali meningkatkan permintaan terhadap dolar AS. Perhatian terutama tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole, karena pernyataan yang bernada hawkish dapat memperkuat dolar AS dan membatasi kenaikan NZDUSD dalam jangka pendek. Support NZDUSD berada di area 0,5930, sementara resistance di area 0,5980

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 159,35 pada perdagangan hari ini setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi mingguan di atas 159,50. Pergerakan tersebut terjadi meskipun data ekonomi Jepang memberikan sinyal yang cukup mendukung penguatan yen. Inflasi inti Tokyo meningkat menjadi 1,8% secara tahunan pada Agustus, naik dari 1,7% pada Juli dan berada di atas perkiraan pasar, sehingga semakin mendekati target inflasi 2% Bank of Japan (BoJ).

Selain itu, tingkat pengangguran Jepang turun menjadi 2,4% pada Juli dari 2,5% sebelumnya, berlawanan dengan ekspektasi pasar. Kombinasi inflasi yang lebih tinggi dan kondisi pasar tenaga kerja yang membaik dapat memperkuat ekspektasi bahwa BoJ akan melanjutkan normalisasi kebijakan dan mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang. Namun, USDJPY masih berada dekat level 160, sehingga potensi intervensi maupun perubahan ekspektasi kebijakan BoJ tetap menjadi perhatian pasar. Support USDJPY berada di area 159,00, sementara resistance di area 160,00.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 0,8039 pada perdagangan hari ini. Tekanan terhadap pasangan ini datang dari franc Swiss yang mendapat dukungan sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik, sementara pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole. Dolar AS sendiri bergerak relatif terbatas menjelang agenda tersebut.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar masih mencermati arah suku bunga AS karena pidato Warsh berpotensi memberikan petunjuk mengenai kebijakan The Fed ke depan. Pernyataan yang lebih hawkish dapat kembali menopang dolar AS dan membatasi penurunan USDCHF, sedangkan nada yang lebih dovish berpotensi memperpanjang tekanan terhadap dolar. Secara teknikal, area 0,8000 menjadi support penting, sementara 0,8100 merupakan resistance yang perlu ditembus untuk mengubah bias jangka pendek menjadi lebih positif. Support USDCHF berada di area 0,8000, sementara resistance di area 0,8100 

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 1,3851 pada perdagangan pagi ini setelah sebelumnya bergerak relatif datar di area 1,3850. Pelaku pasar cenderung menahan diri dalam mengambil posisi besar menjelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole. Pasar berharap pidato tersebut dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga AS, terutama setelah data inflasi PCE inti sesuai dengan perkiraan dan mendorong peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.

Dari sisi Kanada, pergerakan dolar Kanada masih dibayangi oleh meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat. Kanada dilaporkan menambahkan tarif 50% terhadap sejumlah produk AS sebagai bagian dari kebijakan balasan perdagangan, sehingga berpotensi membatasi penguatan CAD. Dengan demikian, arah USDCAD dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada sinyal kebijakan The Fed dan perkembangan hubungan dagang AS-Kanada. Pernyataan Warsh yang hawkish dapat menopang dolar AS, sedangkan nada yang lebih dovish berpotensi memperpanjang tekanan terhadap USDCAD. Support USDCAD berada di area 1,3800, sementara resistance di area 1,3900.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:30am

JPY

Tokyo Core CPI y/y

1.80%

1.80%

1.70%

7:30pm

CAD

GDP m/m

 

0.20%

0.30%

9:00pm

USD

Fed Chairman Warsh Speaks

 

 

 

9:00pm

USD

Prelim Benchmark Payrolls Revision

 

 

-911K

9:00pm

USD

Revised UoM Consumer Sentiment

 

51

51

9:00pm

USD

Revised UoM Inflation Expectations

 

 

4.30%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788