Home
>
News
>
Publication
>
GBPUSD Menguat Tipis di Tengah Harapan Perdamaian dan Tekanan Dolar
GBPUSD Menguat Tipis di Tengah Harapan Perdamaian dan Tekanan Dolar
Thursday, 16 April 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1800

0.03%

GBPUSD

1.3564

0.03%

AUDUSD

0.7164

0.08%

NZDUSD

0.5909

-0.03%

USDJPY

159.04

-0.18%

USDCHF

0.7825

-0.17%

USDCAD

1.3737

-0.06%

GOLDUD

4798.46

0.56%

USD/IDR

17,116

0.07%

Fokus:

  1. Optimisme geopolitik mendorong penguatan GBPUSD.
  2. Ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England vs sikap hati-hati Federal Reserve menopang pergerakan.


GBPUSD

Kamis,16 April 2026
- Pasangan GBPUSD bergerak di kisaran 1,3568 pada perdagangan. hal ini dipengaruhi oleh sentimen pasar global, terutama seiring meningkatnya harapan akan meredanya ketegangan konflik di Timur Tengah yang mendorong minat terhadap aset berisiko.

Pernyataan Donald Trump yang menyebut konflik “hampir berakhir” turut memperkuat optimisme pasar, meskipun ketidakpastian masih membayangi setelah adanya rencana penambahan pasukan AS ke kawasan tersebut. Laporan dari Bloomberg juga sempat mengindikasikan kemungkinan perpanjangan gencatan senjata, walaupun hal tersebut dibantah. Kombinasi antara harapan damai dan risiko geopolitik yang belum sepenuhnya reda membuat pergerakan GBPUSD tetap sensitif terhadap perkembangan terbaru.

Di sisi lain, penutupan Selat Hormuz masih menjaga harga energi tetap tinggi dan mempertahankan tekanan inflasi global. Kondisi ini mendorong ekspektasi bahwa Bank of England berpotensi menaikkan suku bunga hingga dua kali dalam tahun ini. Pelaku pasar juga mencermati pertemuan antara Rachel Reeves dan Scott Bessent dalam forum IMF World Bank sebagai potensi katalis tambahan bagi arah kebijakan ekonomi.

Sementara itu, Federal Reserve melalui Beige Book melaporkan aktivitas ekonomi yang masih moderat, namun data inflasi terbaru terutama PPI Maret yang naik ke 4% menunjukkan tekanan harga yang tetap kuat. Pernyataan Alberto Musalem juga mengindikasikan bahwa kenaikan harga minyak berpotensi menjaga inflasi inti di kisaran mendekati 3%. Kondisi ini membuat kebijakan moneter AS cenderung berhati-hati, yang pada akhirnya membatasi penguatan dolar AS dan mendukung GBPUSD. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.3520, sementara resistance di area 1.3600.

EURUSD - Pasangan EURUSD bertahan di zona positif di sekitar level 1,1804 pada hari Kamis, didukung oleh sentimen risk-on yang mendorong penguatan euro terhadap dolar AS. Optimisme pasar meningkat seiring harapan berlanjutnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong pelaku pasar untuk kembali masuk ke aset berisiko, termasuk mata uang euro. Laporan dari Associated Press juga mengindikasikan peluang perpanjangan gencatan senjata serta dimulainya kembali negosiasi damai, meskipun ketegangan di Selat Hormuz masih menjadi faktor risiko.

Di sisi lain, penurunan harga minyak turut meredakan kekhawatiran inflasi global, yang semakin memperkuat daya tarik euro. Kebijakan moneter juga menjadi perhatian, di mana European Central Bank cenderung mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat, meskipun Christine Lagarde menegaskan perlunya fleksibilitas dalam pengambilan keputusan. Pasar tetap melihat potensi kenaikan suku bunga ke depan, yang memberikan dukungan tambahan bagi euro dan menjaga bias penguatan EURUSD. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.1760, sementara resistance di area 1.1850.

AUDUSD - AUDUSD bergerak di kisaran 0,7170 dan menunjukkan kecenderungan menguat. Penguatan dolar Australia didukung oleh meredanya harga minyak serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia. Sentimen pasar juga membaik setelah Donald Trump menyatakan bahwa konflik hampir berakhir, meskipun masih muncul spekulasi mengenai kemungkinan perpanjangan gencatan senjata berdasarkan laporan Bloomberg. Optimisme ini mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk dolar Australia.

Dari sisi Amerika Serikat, Federal Reserve melalui Beige Book melaporkan aktivitas ekonomi yang meningkat dengan kondisi tenaga kerja yang relatif stabil, meskipun ketidakpastian akibat konflik Timur Tengah masih membayangi. Inflasi juga tetap menjadi perhatian setelah data PPI Maret tercatat naik ke 4%, yang membuat bank sentral cenderung berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan ke depan. Sementara itu, pasar menantikan rilis data tenaga kerja Australia, di mana hasil yang lebih kuat dari ekspektasi berpotensi memperkuat peluang pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut dan menopang penguatan AUDUSD. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 0.7130, sementara resistance di area 0.7200.

NZDUSD - Pasangan NZDUSD diperdagangkan di sekitar level 0,5907 pada hari Kamis, mencatat penguatan tipis seiring menguatnya dolar Selandia Baru di tengah kondisi dolar AS yang masih relatif solid. Meski demikian, kenaikan tersebut cenderung terbatas karena pelaku pasar masih mencermati perkembangan sentimen risiko global yang belum sepenuhnya stabil.

Dari sisi domestik, minimnya rilis data ekonomi membuat pergerakan relatif tenang, namun Reserve Bank of New Zealand tetap menjadi sorotan setelah membuka konsultasi terkait reformasi regulasi asuransi. Langkah ini menegaskan fokus otoritas pada stabilitas sektor keuangan, sementara kebijakan moneter masih dipertahankan tanpa perubahan. Kondisi ini membuat pergerakan NZDUSD cenderung sideways dengan bias terbatas. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 0.5870, sementara resistance di area 0.5930.

USDJPY - Pasangan USDJPY mengalami kesulitan untuk melanjutkan penguatan terbatas pada sesi sebelumnya dan kembali tertekan oleh aksi jual pada perdagangan sesi Asia hari Kamis. Nilai tukar ini sempat turun ke kisaran 158,76 dan bergerak dekat dengan level terendah mingguan yang tercatat pada awal pekan, seiring dengan pelemahan dolar AS yang masih berlanjut.

Pelemahan dolar AS tercermin dalam pergerakan US Dollar Index (DXY) yang berada di dekat level terendah sejak awal Maret. Sentimen ini dipengaruhi oleh meningkatnya optimisme terhadap potensi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, setelah Donald Trump mengindikasikan bahwa konflik mendekati akhir. Harapan terhadap kelanjutan negosiasi kedua negara turut mengurangi daya tarik dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga memberikan tekanan tambahan pada pasangan USDJPY.

Di sisi lain, meredanya ketegangan geopolitik turut menahan harga minyak mentah tetap dekat dengan level terendah tiga minggu, yang berdampak pada penurunan ekspektasi inflasi dan meredam prospek kebijakan hawkish dari Federal Reserve. Hal ini semakin membebani dolar AS. Sementara itu, yen Jepang mendapat dukungan dari spekulasi adanya potensi intervensi otoritas domestik untuk menahan pelemahan mata uang, meskipun risiko ekonomi akibat ketidakstabilan di Selat Hormuz dapat membatasi penguatan lebih lanjut.

Secara keseluruhan, pergerakan USDJPY masih cenderung berada dalam fase konsolidasi dalam rentang yang relatif terbatas selama beberapa pekan terakhir. Kekhawatiran terhadap pasokan energi Jepang serta potensi gangguan distribusi minyak dapat menjadi faktor penahan apresiasi yen. Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi tekanan jual lanjutan sebelum mendorong penurunan lebih dalam dari area puncak di kisaran 160,00. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 158,50, sementara resistance di area 159,50.

USDCHF - Pasangan USD/CHF diperdagangkan di kisaran 0,7812 pada hari Kamis, dengan dolar AS masih mengalami tekanan terhadap franc Swiss di tengah membaiknya sentimen pasar global. Optimisme terkait potensi meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mengurangi permintaan terhadap aset safe haven, sehingga membebani pergerakan dolar AS. Indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY) juga terlihat stabil di sekitar 98,20 setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam hampir tujuh minggu, seiring pernyataan Donald Trump yang mengindikasikan konflik berpotensi segera berakhir dan negosiasi dapat kembali dilanjutkan.

Di sisi lain, data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi turut memperlemah dolar AS, dengan PPI menunjukkan kenaikan yang moderat baik secara bulanan maupun tahunan. Kondisi ini mendorong pasar untuk menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dan lebih mengarah pada kebijakan yang cenderung akomodatif. Kombinasi sentimen geopolitik yang membaik dan tekanan dari sisi fundamental membuat USD/CHF bergerak dengan bias melemah terhadap franc Swiss. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 0.7780, sementara resistance: 0.7850.

USDCAD - Pasangan USD/CAD bergerak di kisaran 1,3729 pada perdagangan hari Kamis, dengan dolar Kanada menguat ke level tertinggi dalam tiga minggu terakhir terhadap dolar AS. Penguatan ini didorong oleh pelemahan dolar AS seiring meredanya permintaan aset safe haven, setelah Donald Trump menyatakan bahwa konflik mendekati akhir. Kondisi tersebut mendorong sentimen risk-on di pasar global, yang turut menekan dolar AS dan mendukung penguatan mata uang komoditas seperti dolar Kanada.

Selain itu, data domestik Kanada menunjukkan kinerja yang solid, dengan peningkatan penjualan pabrik dan perdagangan grosir yang memperkuat fundamental ekonomi. Meskipun harga minyak—sebagai komoditas utama ekspor Kanada—masih berada pada level tinggi, stabilisasi harga turut meredakan kekhawatiran terhadap pertumbuhan global. Kombinasi faktor eksternal dan domestik ini membuat USD/CAD cenderung bergerak melemah dengan bias terbatas. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.3700, sementara resistance di area 1.3780.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

CHF

SNB Chairman Schlegel Speaks

 

 

 

12:00am

NZD

RBNZ Gov Breman Speaks

 

 

 

1:00am

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

 

 

 

2:30am

EUR

ECB President Lagarde Speaks

 

 

 

8:30am

AUD

Employment Change

17.9K

19.1K

49.7K

8:30am

AUD

Unemployment Rate

0.043

0.043

0.043

1:00pm

GBP

GDP m/m

 

0.001

0

1:30pm

CHF

PPI m/m

 

0.005

-0.003

2:30pm

CHF

Summary of Monetary Policy Discussions

 

 

 

4:00pm

EUR

Final Core CPI y/y

 

0.023

0.023

4:00pm

EUR

Final CPI y/y

 

0.025

0.025

7:30pm

USD

Philly Fed Manufacturing Index

 

10.3

18.1

7:30pm

USD

Unemployment Claims

 

213K

219K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788