Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1375 | 0.09% |
GBPUSD | 1.3317 | 0.05% |
AUDUSD | 0.6965 | 0.14% |
NZDUSD | 0.5772 | 0.21% |
USDJPY | 163.86 | -0.06% |
USDCHF | 0.8165 | -0.02% |
USDCAD | 1.4085 | -0.10% |
GOLDUD | 4048.87 | -0.10% |
USD/IDR | 17,910 | 0.00% |
Fokus:
GBPUSD
Jumat, 24 Juli 2026 - Pasangan mata uang ini menguat ke area 1,3323 pada perdagangan pagi hari Jumat, mengakhiri pelemahan yang terjadi selama lima hari berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh aksi beli setelah tekanan jual sebelumnya mereda, sementara pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian pada rilis data Penjualan Ritel Inggris yang dijadwalkan terbit pada hari ini.
Data Penjualan Ritel Inggris diperkirakan mencatat kontraksi sebesar 0,3% secara bulanan pada Juni, berbalik dari pertumbuhan 1,2% pada Mei. Hasil yang lebih baik dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, sehingga dapat memberikan dukungan tambahan bagi penguatan pound sterling.
Di sisi lain, pasar masih memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75% pada pertemuan mendatang sambil mengevaluasi perkembangan kondisi ekonomi dan dampak ketidakpastian global. Prospek suku bunga yang tetap tinggi menjadi salah satu faktor yang menopang daya tarik mata uang Inggris.
Meski demikian, potensi penguatan GBPUSD diperkirakan masih terbatas akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Iran, dan kelompok Houthi berpotensi meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Selain itu, kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi turut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki peluang untuk kembali menaikkan suku bunga, sehingga dapat menopang penguatan Dolar AS. Support GBPUSD berada di area 1,3285, sementara resistance di area 1,3365.
EURUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke area 1,1385 pada perdagangan sesi Asia hari Jumat setelah sempat melemah pada sesi sebelumnya. Penguatan euro didukung oleh respons pasar terhadap keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) yang mempertahankan suku bunga acuannya setelah sebelumnya menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni. Meski demikian, ECB tetap menegaskan komitmennya untuk mengembalikan inflasi ke target 2% dalam jangka menengah, sehingga pelaku pasar masih mencermati prospek kebijakan moneter ke depan.
Meski demikian, potensi penguatan EURUSD diperkirakan masih terbatas. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan rencana Amerika Serikat mengenakan tarif baru terhadap sejumlah mitra dagang, termasuk Uni Eropa, berpotensi meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Selain itu, kenaikan harga minyak turut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki peluang untuk kembali menaikkan suku bunga, sehingga dapat menopang penguatan Greenback dan membatasi kenaikan EURUSD. Support EURUSD berada di area 1,1355, sementara resistance di area 1,1420.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke area 0,6975 pada perdagangan sesi Asia hari Jumat setelah sempat melemah pada perdagangan sebelumnya. Penguatan dolar Australia didukung oleh rilis data PMI awal (flash PMI) yang lebih baik dari perkiraan dan menunjukkan aktivitas sektor swasta Australia kembali berekspansi untuk bulan kedua berturut-turut. Sentimen positif tersebut melengkapi data ketenagakerjaan Australia yang kuat pada hari sebelumnya dan memperkuat ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) masih memiliki ruang untuk kembali menaikkan suku bunga.
Meski demikian, potensi penguatan AUDUSD diperkirakan masih terbatas karena Dolar AS tetap didukung oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve di tengah kenaikan harga minyak dan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump terhadap sejumlah mitra dagang turut mengurangi minat investor terhadap aset berisiko, sehingga menopang permintaan terhadap Dolar AS. Pelaku pasar kini menantikan rilis data PMI Amerika Serikat dan pertemuan FOMC pekan depan sebagai petunjuk arah pergerakan selanjutnya. Support AUDUSD berada di area 0,6945, sementara resistance di area 0,7005.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di area 0,5784 pada sesi Asia hari Jumat. Dolar Selandia Baru masih berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mengurangi minat investor terhadap aset berisiko. Selain itu, kenaikan harga minyak memperbesar risiko inflasi sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Selandia Baru yang bergantung pada impor minyak dari kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, potensi pelemahan NZDUSD diperkirakan masih terbatas. Pelaku pasar masih memperkirakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan kembali menaikkan suku bunga pada September setelah inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Prospek suku bunga yang lebih tinggi diperkirakan dapat menopang dolar Selandia Baru, meskipun pergerakannya tetap dibayangi oleh ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Support NZDUSD berada di area 0,5755, sementara resistance di area 0,5815.
USDJPY - Pasangan mata uang ini melemah ke area 163,76 pada perdagangan sesi Asia hari Jumat. Pelemahan ini dipicu oleh pernyataan Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, yang kembali menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil langkah tegas di pasar valuta asing apabila diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Pernyataan tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan intervensi pemerintah jika pelemahan yen berlanjut, sehingga memberikan dukungan terhadap mata uang Jepang.
Meski demikian, ruang pelemahan USDJPY diperkirakan masih terbatas. Dolar AS masih memperoleh dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi mempertahankan kebijakan moneter yang ketat di tengah meningkatnya risiko inflasi. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan kebijakan moneter AS serta dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi permintaan terhadap Dolar AS dan Yen Jepang sebagai aset safe haven. Support USDJPY berada di area 163,40,sementara resistance di area 164,20.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah pada awal perdagangan sesi Asia sebelum kembali diperdagangkan di kisaran 0,8163. Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis data awal PMI Amerika Serikat yang diperkirakan akan memberikan gambaran mengenai kondisi sektor manufaktur dan jasa. Data tersebut juga menjadi perhatian investor karena dapat memberikan petunjuk baru terkait prospek kebijakan moneter Federal Reserve pada pertemuan FOMC mendatang.
Di sisi lain, potensi pelemahan USDCHF diperkirakan masih terbatas. Dolar AS tetap memperoleh dukungan dari tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat di tengah tekanan inflasi. Selain itu, rencana penerapan tarif baru oleh Amerika Serikat terhadap sejumlah mitra dagang turut meningkatkan ketidakpastian perdagangan global dan menjaga permintaan terhadap Dolar AS. Support USDCHF berada di area 0,8135, sementara resistance di area 0,8185.
USDCAD - Pasangan mata uang ini melemah ke area 1,4071 pada perdagangan sesi Asia hari Jumat akibat aksi ambil untung terhadap Dolar AS setelah mengalami penguatan dalam beberapa sesi sebelumnya. Meski demikian, pelemahan pasangan mata uang ini masih terbatas karena dolar Kanada kehilangan sebagian dukungannya seiring aksi ambil untung pada harga minyak mentah setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 11 Juni. Selain itu, data inflasi Kanada yang lebih lemah semakin memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Canada (BoC) akan mempertahankan suku bunga hingga sisa tahun 2026.
Di sisi lain, ruang pelemahan USDCAD diperkirakan masih terbatas. Pelaku pasar masih memperkirakan Federal Reserve berpotensi mempertahankan kebijakan moneter yang ketat di tengah kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu kenaikan harga energi. Selain itu, rencana pemerintah Amerika Serikat untuk memberlakukan tarif baru terhadap sejumlah mitra dagang serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik diperkirakan tetap menopang permintaan terhadap Dolar AS. Pelaku pasar kini juga menantikan rilis data PMI Amerika Serikat dan pertemuan FOMC pekan depan sebagai petunjuk arah pergerakan selanjutnya. Support USDCAD berada di area 1,4045, sementara resistance di area 1,4105.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:30am | JPY | National Core CPI y/y | 1.60% | 1.60% | 1.40% |
7:30am | JPY | Flash Manufacturing PMI | 54.7 | 55 | 54.8 |
3:00pm | EUR | Flash Manufacturing PMI |
| 51.5 | 51.4 |
3:00pm | EUR | Flash Services PMI |
| 49.8 | 49.4 |
3:30pm | GBP | Flash Manufacturing PMI |
| 52 | 52.5 |
3:30pm | GBP | Flash Services PMI |
| 49.4 | 48.8 |
7:30pm | CAD | IPPI m/m |
| -0.40% | 1.20% |
7:30pm | CAD | NHPI m/m |
| -0.20% | -0.30% |
7:30pm | CAD | RMPI m/m |
| -1.50% | 0.70% |
8:00pm | EUR | Belgian NBB Business Climate |
| -10.2 | -12.4 |
8:45pm | USD | Flash Manufacturing PMI |
| 54.4 | 53.9 |
8:45pm | USD | Flash Services PMI |
| 51.3 | 51.2 |