Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1676 | 0.02% |
GBPUSD | 1.3633 | 0.07% |
AUDUSD | 0.7161 | 0.07% |
NZDUSD | 0.5972 | 0.05% |
USDJPY | 159.00 | -0.04% |
USDCHF | 0.8017 | -0.15% |
USDCAD | 1.3815 | -0.13% |
GOLDUD | 4609.65 | 0.08% |
USD/IDR | 17,700 | 0.00% |
Fokus:
GBPUSD
Senin, 24 Agustus 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke area 1,3642 pada perdagangan pagi hari ini dan masih berada di dekat level tertinggi sejak Februari. Pergerakan tersebut melanjutkan tren penguatan yang telah berlangsung selama hampir satu bulan, dengan sentimen fundamental masih cenderung mendukung pound terhadap dolar AS.
Dolar AS masih berada di bawah tekanan dan bergerak di sekitar level terendah dalam lebih dari tiga bulan. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat juga berkurang seiring tanda-tanda meredanya tekanan harga. Selain itu, rencana peningkatan pembelian kembali obligasi pemerintah AS berjangka panjang mulai September turut menekan imbal hasil obligasi dan membatasi penguatan dolar AS.
Namun, penguatan GBPUSD masih menghadapi risiko dari meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran. Rencana pemberlakuan sanksi AS terhadap Iran serta ancaman penghentian ekspor minyak melalui Selat Hormuz dapat meningkatkan permintaan dolar AS sebagai aset safe haven. Kenaikan harga minyak juga berpotensi kembali meningkatkan tekanan inflasi dan membatasi ruang pelemahan dolar AS.
Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index AS pada Rabu serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Jackson Hole Symposium. Kedua agenda tersebut akan menjadi perhatian untuk melihat arah kebijakan The Fed dan menentukan pergerakan dolar AS selanjutnya. Secara teknikal, support berada di 1,3580, sedangkan resistance berada di 1,3700.
EURUSD - Pasangan mata uang ini melanjutkan penguatan untuk hari keempat berturut-turut dan bergerak di sekitar 1,1678 pada perdagangan pagi hari ini. Kenaikan tersebut didukung oleh tekanan terhadap dolar AS setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah AS berjangka panjang. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meredam kenaikan imbal hasil obligasi dan memberikan tekanan terhadap dolar AS.
Di sisi lain, potensi penguatan EURUSD masih dapat terbatas oleh meningkatnya permintaan dolar AS sebagai aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dari Eropa, euro masih memperoleh dukungan dari inflasi yang berada di atas target ECB serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Pasar juga mencermati prospek kebijakan ECB seiring berkurangnya likuiditas berlebih di sistem keuangan. Secara teknikal, support berada di 1,1620, sedangkan resistance berada di 1,1720.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar 0,7166 pada perdagangan pagi hari ini, didukung oleh pelemahan dolar AS di tengah kekhawatiran terhadap rencana Departemen Keuangan AS untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang. Langkah tersebut dinilai dapat menekan imbal hasil obligasi dan turut membatasi penguatan dolar AS. Pasar selanjutnya menantikan Risalah Rapat RBA yang akan dirilis pada Selasa untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Australia.
Di sisi lain, penguatan dolar Australia masih berpotensi terbatas oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang dapat mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Dari sisi domestik, perhatian pasar juga tertuju pada kondisi pasar tenaga kerja Australia setelah data Juli menunjukkan penurunan jumlah pekerjaan sebesar 15.800, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan 12.000. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan RBA, bersama dengan rilis inflasi Juli yang akan menjadi perhatian berikutnya. Secara teknikal, support berada di 0,7120, sedangkan resistance berada di 0,7200.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar 0,5975, mendekati level tertinggi dalam tiga bulan. Penguatan tersebut terutama didukung oleh tekanan terhadap dolar AS setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana peningkatan pembelian obligasi pemerintah AS berjangka panjang. Pasar juga mencermati perkembangan sanksi AS terhadap Iran di tengah ketegangan yang masih berlangsung.
Dari sisi domestik, dolar Selandia Baru menghadapi tekanan setelah penjualan ritel pada kuartal II turun 0,5%, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan 0,1% dan berbalik dari pertumbuhan 1% pada kuartal sebelumnya. Pelemahan konsumsi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi Selandia Baru. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pada September, seiring inflasi yang masih tinggi, berpotensi memberikan dukungan bagi NZD. Secara teknikal, support berada di 0,5940, sedangkan resistance berada di 0,6000.
USDJPY - Pasangan mata uang ini melanjutkan pelemahan untuk hari kedua berturut-turut dan bergerak di sekitar 158,93 pada perdagangan pagi hari ini. Tekanan terhadap pasangan ini berasal dari penguatan yen setelah data inflasi Jepang yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) dapat menaikkan suku bunga lebih awal, termasuk pada pertemuan September. Prospek tersebut sejalan dengan pandangan BoJ yang semakin mengarah pada normalisasi kebijakan moneter.
Di sisi lain, dolar AS masih menghadapi tekanan setelah Departemen Keuangan AS berencana meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meredam kenaikan imbal hasil obligasi, tetapi turut membatasi daya tarik dolar AS. Meski demikian, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mendorong permintaan dolar AS sebagai aset safe haven dan membatasi pelemahan USDJPY. Secara teknikal, support berada di 158,50, sedangkan resistance berada di 159,10.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 0,8005 pada perdagangan pagi hari ini, seiring tekanan terhadap dolar AS yang masih berlanjut. Indeks Dolar AS (DXY) berada di sekitar 98,80, mendekati level terendah dalam tiga bulan setelah Departemen Keuangan AS meningkatkan rencana pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang. Langkah tersebut turut menekan dolar AS meskipun dampaknya terhadap imbal hasil obligasi masih terbatas.
Pelemahan dolar AS juga dipengaruhi oleh meredanya tekanan inflasi dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Namun, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah masih berpotensi membatasi pelemahan Greenback karena dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Dari sisi Swiss, franc juga cenderung mendapat dukungan dari permintaan aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik. Secara teknikal, support berada di 0,7980, sedangkan resistance berada di 0,8040.
USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 1,3797 pada perdagangan pagi hari ini setelah sebelumnya mengalami penguatan. Pergerakan dolar AS masih terbebani oleh berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed serta rencana peningkatan pembelian kembali obligasi pemerintah AS berjangka panjang yang turut menekan imbal hasil obligasi. Kondisi tersebut membatasi penguatan dolar AS terhadap dolar Kanada.
Di sisi lain, sentimen terhadap dolar Kanada masih dipengaruhi oleh perkembangan hubungan dagang AS-Kanada setelah AS menerapkan tarif 50% terhadap sejumlah produk Kanada. Kanada merespons dengan rencana tarif balasan mulai September. Sementara itu, ketegangan geopolitik AS-Iran dan potensi gangguan pasokan minyak dapat mendukung harga minyak serta memberikan dukungan bagi CAD sebagai mata uang berbasis komoditas. Secara teknikal, support berada di 1,3750, sedangkan resistance berada di 1,3850.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
5:45:00 AM | NZ | Retail Sales QoQ Q2 | -0.5% | -0.3% | 1.0% |
5:45:00 AM | NZ | Retail Sales YoY Q2 | 3.3% | 3.2% | 4.5% |
10:35:00 AM | JP | 10-Year Climate Transition JGB Auction |
|
| 2.2% |
7:30:00 PM | CA | Manufacturing Sales MoM Prel JUL |
| 0.9% | 0.10% |
7:30:00 PM | US | Chicago Fed National Activity Index JUL |
| 0.1 | -0.02 |
10:30:00 PM | US | 3-Month Bill Auction |
|
| 3.715% |
10:30:00 PM | US | 6-Month Bill Auction |
|
| 3.780% |