Home
>
News
>
Publication
>
GBPUSD Menguat di Tengah Data Ekonomi AS yang Mengecewakan dan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
GBPUSD Menguat di Tengah Data Ekonomi AS yang Mengecewakan dan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Wednesday, 06 August 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1575

0.09%

GBPUSD

1.3296

0.08%

AUDUSD

0.6471

0.15%

NZDUSD

0.5901

0.24%

USDJPY

147.60

-0.11%

USDCHF

0.8071

-0.09%

USDCAD

1.3777

-0.09%

GOLDUD

3381.5

0.12%

USD/IDR

16383

0.00%

Fokus GBPUSD:

  1. Pelemahan data ekonomi AS dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga
  2. Pelemahan PMI ekonomi Inggris dan ekspektasi penurunan suku bunga oleh BOE

Rabu, 06 Juli 2025 Pasangan mata uang Pound naik pada area 1.3296 didorong oleh serangkaian rilis data ekonomi Amerika Serikat yang mengecewakan serta meningkatnya kekhawatiran akan melambatnya ekonomi global. Data ketenagakerjaan AS yang mengalami revisi signifikan ke bawah sepanjang kuartal kedua kembali memunculkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, terutama setelah laporan Non-Farm Payrolls minggu lalu juga meleset dari perkiraan. Laporan PMI Jasa dari Institute for Supply Management (ISM) untuk bulan Juli pun menambah tekanan, di mana indeks turun menjadi 50,1 dari 50,8 di bulan sebelumnya, lebih rendah dari estimasi pasar yang memperkirakan kenaikan menjadi 51,6. Data sebelumnya juga mencatat defisit neraca perdagangan AS yang menyempit ke level terendah dua tahun terakhir, menandakan potensi melemahnya permintaan domestik maupun global.

Kepercayaan pasar terhadap kredibilitas data ekonomi AS mulai terguncang setelah pemecatan Kepala Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS), menyusul pengunduran diri Gubernur Federal Reserve Adriana Kugler. Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran tentang independensi The Fed serta integritas rilis data makroekonomi AS ke depannya. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Scott Bessent menolak untuk dicalonkan sebagai Ketua Fed berikutnya, memperdalam ketidakpastian di pasar finansial. Di sisi lain, laporan PMI Jasa versi S&P Global dari Inggris juga menunjukkan pelemahan, dengan angka menurun ke 51,8 dari 52,8 pada Juli, mencerminkan penurunan tajam dalam pesanan baru atau yang terbesar sejak November 2022. Hal ini memicu spekulasi bahwa Bank of England (BoE) mungkin akan menurunkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan kebijakan moneter BoE yang dijadwalkan pada 7 Agustus. Probabilitas pasar menunjukkan peluang sebesar 90% bahwa suku bunga acuan akan diturunkan menjadi 4%, dengan prediksi bahwa Komite Kebijakan Moneter akan memberikan suara 7 banding 3 untuk pemangkasan sebesar 25 basis poin. Sementara itu, investor juga telah mematok ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan 17 September mendatang, seiring meningkatnya risiko perlambatan ekonomi.

Menelusuri data lebih dalam, komponen PMI Jasa ISM AS menunjukkan bahwa meskipun beberapa indikator seperti aktivitas bisnis, pengiriman pemasok, dan indeks harga masih berada di wilayah ekspansi, ekspektasi perekrutan justru jatuh ke zona kontraksi.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di area 1.3265 dan resistance terdekatnya di zona 1.3322. Support lanjutan di zona 1.3233 dan dilanjutkan ke zona 1.3176. Resistance lanjutan di zona 1.3347 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3404.

EURUSD – Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1575. seiring melemahnya dolar AS setelah rilis data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan, memperkuat spekulasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada September. Data Non-Farm Payrolls (NFP) AS bulan Juli menunjukkan penambahan hanya 187.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi 200.000 dan direvisi turun untuk dua bulan sebelumnya sebesar total 258.000. Sementara itu, Indeks Harga PCE inti, acuan inflasi pilihan The Fed, naik 0,3% secara bulanan di Juni, memicu kekhawatiran pasar akan perlambatan ekonomi yang lebih luas. Dari sisi Eurozone, data inflasi CPI tahunan Juli turun ke 2,5% dari 2,8% pada bulan sebelumnya, memperkuat keyakinan bahwa European Central Bank akan tetap berhati-hati dalam sikap moneternya. Kombinasi pelemahan dolar dan ekspektasi pelonggaran moneter di AS mendorong EURUSD ke zona tertinggi dalam sepekan. Support terdekatnya di area 1.1539 dan resistance terdekatnya di zona 1.1599.

AUDUSD – Pasangan mata uang Aussie naik ke area 0.6471 ditopang oleh pelemahan dolar AS yang meluas serta meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh data ketenagakerjaan AS yang lemah, termasuk data Non-Farm Payrolls (NFP) bulan Juli yang hanya mencatatkan penambahan 187.000 pekerjaan, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 200.000. Revisi besar-besaran terhadap data Mei dan Juni, yang masing-masing dipangkas total 258.000 pekerjaan, turut menambah tekanan pada greenback. Hal ini mendorong probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan September naik signifikan ke 90%, menurut data CME FedWatch Tool. Sementara dari sisi Australia, kinerja ekonomi masih menunjukkan ketahanan. Indeks PMI manufaktur Judo Bank untuk bulan Juli naik ke 48,3 dari posisi sebelumnya di 47,2, menunjukkan perbaikan meskipun masih berada di bawah ambang ekspansi. Selain itu, data penjualan ritel Australia yang dirilis pekan lalu turun -0,5% (MoM) pada Juni, lebih dalam dari ekspektasi -0,2%, menandakan perlambatan konsumsi domestik. Namun, ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,35% dalam waktu dekat memberikan stabilitas terhadap nilai tukar AUD. Support terdekatnya di area 0.6418 dan resistance terdekatnya di zona 0.6448.

NZDUSD – Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5901di tengah pelemahan dolar AS dan meningkatnya optimisme atas prospek ekonomi domestik Selandia Baru. Data lapangan kerja Q2 menunjukkan tingkat pengangguran tetap stabil di 3,9%, sementara pertumbuhan upah naik 1,1% secara kuartalan, mengindikasikan ketahanan pasar tenaga kerja. Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) tetap mempertahankan suku bunga di level 5,50% namun menyampaikan bahwa tekanan inflasi domestik masih tinggi. Dolar AS tertekan oleh data ekonomi yang lemah, termasuk revisi NFP dan inflasi PCE yang mengisyaratkan perlambatan. Ketegangan perdagangan global akibat tarif baru dari AS terhadap beberapa negara juga mendorong pelaku pasar untuk melirik mata uang komoditas seperti Kiwi. Support terdekatnya di area 0.5881 dan resistance terdekatnya di zona 0.5922.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 147.60 karena meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven Yen Jepang setelah imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun menjadi 4,05%. Dolar AS tertekan oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed akibat data tenaga kerja dan inflasi yang melambat. Sementara itu, dari Jepang, tingkat pengangguran tetap stabil di 2,6% dan inflasi CPI Tokyo yang merupakan leading indicator naik 2,5% yoy pada Juli, sedikit di atas ekspektasi. Bank of Japan (BoJ) tetap mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar, namun pasar mulai mengantisipasi potensi normalisasi lebih lanjut seiring sinyal dari Gubernur Ueda tentang kemungkinan kenaikan suku bunga akhir tahun ini. Dengan latar belakang perbedaan arah kebijakan moneter dan meningkatnya tensi geopolitik global, permintaan terhadap Yen sebagai aset aman terus meningkat, menekan pasangan USDJPY lebih dalam. Support terdekatnya di area 146.86 dan resistance terdekatnya di zona 148.08.

USDCHF – Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8071 dipicu oleh sentimen risk-off global dan pelemahan dolar AS secara luas. Data ekonomi AS yang mengecewakan mendorong turunnya yield obligasi dan meningkatkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan FOMC bulan depan. Sementara itu, dari sisi Swiss, Indeks Manufaktur SVME bulan Juli naik tipis ke 43,5 dari 42,2 bulan sebelumnya, masih di zona kontraksi namun menunjukkan perbaikan. Swiss National Bank diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk mengatasi inflasi yang saat ini berada di 1,6%, salah satu yang terendah di dunia. CHF mendapat dukungan tambahan sebagai mata uang safe haven di tengah ketidakpastian global, termasuk kebijakan tarif baru dari AS serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Eropa Timur. Pasangan USDCHF berpotensi melanjutkan pelemahan jika data ekonomi AS terus menunjukkan perlambatan. Support terdekatnya di area 0.8050 dan resistance terdekatnya di zona 0.8104.

USDCAD - Pasangan mata uang Kanada turun ke zona 1.3777 setelah data tenaga kerja AS yang lemah memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed, sehingga menekan dolar AS. Dari sisi Kanada, data GDP bulanan menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,3% di Mei, lebih baik dari ekspektasi 0,2%, mencerminkan kekuatan sektor energi dan manufaktur. Harga minyak mentah WTI yang naik ke atas $83 per barel turut memberikan dukungan terhadap Loonie sebagai mata uang komoditas. Di sisi moneter, Bank of Canada (BoC) diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga di 5% dalam beberapa bulan mendatang, sambil memantau perkembangan inflasi yang saat ini berada di 2,7% yoy. Selisih suku bunga riil yang menurun antara AS dan Kanada menjadi pendorong teknikal bagi penguatan CAD. Support terdekatnya di area 1.3752 dan resistance terdekatnya di zona 1.3799.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

5:45am

NZD

Employment Change q/q

-0.1%

-0.1%

0.0%

5:45am

NZD

Unemployment Rate

5.2%

5.3%

5.1%

5:45am

NZD

Labor Cost Index q/q

0.6%

0.5%

0.4%

6:30am

JPY

Average Cash Earnings y/y

2.5%

3.1%

1.4%

1:00pm

EUR

German Factory Orders m/m

-

1.2%

-1.4%

1:45pm

EUR

French Prelim Private Payrolls q/q

-

0.1%

-0.1%

3:00pm

EUR

Italian Industrial Production m/m

-

-0.1%

-0.7%

3:30pm

GBP

Construction PMI

-

48.9

48.8

4:00pm

EUR

Retail Sales m/m

-

0.4%

-0.7%

9:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

0.2M

7.7M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788