Home
>
News
>
Publication
>
GBPUSD Melemah, Kebijakan Tarif Trump Masih Jadi Momok Bagi Mata Uang Poundsterling
GBPUSD Melemah, Kebijakan Tarif Trump Masih Jadi Momok Bagi Mata Uang Poundsterling
Thursday, 09 January 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0338

-0.24%

GBPUSD

1.2402

-0.15%

AUDUSD

0.6215

-0.26%

NZDUSD

0.5609

-0.18%

USDJPY

158.10

0.16%

USDCHF

0.9094

0.18%

USDCAD

1.4364

0.15%

GOLDUD

2.653,35

0.39%

USD/IDR

16.165

0.19%

Fokus GBPUSD:

  1. DXY menguat ke area 109.15
  2. Tantangan ekonomi Inggris

Kamis, 09 Januari 2025 – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2350. Mata uang Pound Sterling masih tertekan oleh berita tarif yang diusulkan Presiden AS terpilih Donald Trump, yang memperkuat posisi dolar AS. Selain itu, kurangnya data ekonomi penting dari Inggris menambah tekanan pada GBP, sementara pelaku pasar menantikan data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis Jumat. Dalam risalah rapat terbaru Federal Reserve, terlihat kekhawatiran yang lebih besar terhadap dampak kebijakan tarif Trump, memicu ekspektasi bahwa suku bunga AS mungkin tetap tinggi lebih lama.

Pelemahan GBP juga dipicu oleh ketidakpastian kebijakan ekonomi AS, termasuk rumor bahwa Trump mempertimbangkan keadaan darurat nasional untuk mempercepat penerapan tarif baru. Kabar ini mendorong penguatan dolar AS secara luas, memperburuk tekanan pada pasangan GBP/USD. Sementara itu, data ADP Employment Change AS menunjukkan perlambatan perekrutan pada Desember, dengan hanya 122 ribu pekerjaan baru, di bawah ekspektasi. Ketahanan dolar AS juga didukung oleh kenaikan hasil obligasi 10-tahun AS ke level 4,73%, semakin memperlebar celah dengan pound.

Di sisi domestik, ekonomi Inggris tetap menghadapi tantangan. Inflasi tercatat 2,6% pada November, melampaui target Bank of England sebesar 2%, sementara pertumbuhan upah tetap kuat di angka 5,2%. Meski pasar tenaga kerja mulai melambat, tingkat pengangguran tetap rendah di 4,2%. Namun, tekanan dari penguatan dolar AS dan kebijakan moneter AS yang lebih ketat membuat GBP/USD rentan terhadap pelemahan lebih lanjut dalam waktu dekat. Kombinasi ketidakpastian global dan tantangan domestik membuat pelaku pasar lebih berhati-hati terhadap prospek pound Sterling.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di area 1.3240 dan resistance terdekatnya di zona 1.3470. Support lanjutan di zona 1.3200 dan dilanjutkan ke zona 1.3150. Resistance lanjutan di zona 1.3510 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3560.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0310. Pasangan mata uang ini melemah karena para pelaku pasar saat ini sedang mencermati data ekonomi Eropa yang beragam di tengah bayang-bayang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis Jumat. Meski data Retail Sales Jerman dan Producer Price Index (PPI) pan-Eropa menunjukkan kenaikan dari periode sebelumnya, tekanan inflasi di Uni Eropa masih dalam zona kontraksi. Sementara itu, data ADP Employment Change AS untuk Desember lebih rendah dari ekspektasi, menunjukkan perlambatan perekrutan. Ketidakpastian kebijakan perdagangan dan sinyal dari risalah rapat Federal Reserve turut memperburuk sentimen, memperkuat posisi dolar AS. Kondisi ekonomi Eropa juga diperburuk oleh penurunan pesanan pabrik Jerman sebesar 5,4% pada November, melampaui ekspektasi penurunan 0,3%. Sentimen konsumen Prancis yang melemah semakin mencerminkan tantangan ekonomi regional. Di sisi lain, dolar AS menguat didukung oleh data ekonomi domestik yang positif, termasuk peningkatan signifikan dalam pembukaan pekerjaan JOLTS dan PMI Layanan ISM. Kenaikan hasil obligasi AS 10-tahun hingga 4,73% semakin memperkuat posisi greenback, memperlebar kesenjangan dengan euro. Dengan latar belakang ini, pelaku pasar tetap waspada terhadap volatilitas lebih lanjut di pasar. Support terdekatnya di zona 1.0260 dan resistance terdekatnya di zona 1.0350.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6200. Turunnya kinerja mata uang Australia terjadi setelah rilis data ekonomi Australia yang beragam. Surplus perdagangan Australia meningkat menjadi 7,079 juta AUD pada November, melebihi perkiraan, sementara ekspor naik 4,8% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, data penjualan ritel yang hanya tumbuh 0,8% pada bulan yang sama gagal memenuhi ekspektasi pasar sebesar 1%. Selain itu, inflasi Australia menunjukkan tren campuran, dengan inflasi headline naik menjadi 2,3% secara tahunan, sementara inflasi inti turun menjadi 3,2%, mendekati target Reserve Bank of Australia (RBA). Di sisi lain, penguatan dolar AS menambah tekanan pada AUD. Data pasar tenaga kerja AS menunjukkan klaim pengangguran awal turun menjadi 201 ribu, melampaui ekspektasi, sementara data ADP mencatat tambahan 122 ribu pekerjaan pada Desember. Imbal hasil obligasi AS yang naik serta prospek kebijakan moneter Federal Reserve yang hawkish semakin memperlebar celah antara AUD dan USD. Pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada laporan Nonfarm Payrolls AS yang akan dirilis Jumat untuk panduan lebih lanjut mengenai arah kebijakan. Support terdekatnya di zona 0.6180 dan resistance terdekatnya di zona 0.6240

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5590. Penguatan kinerja mata uang USD menjadi penghambat kinerja mata uang ini, prospek langkah Federal Reserve (Fed) yang lebih lambat dalam pemotongan suku bunga tahun 2025 mendukung penguatan Dolar AS (USD), sehingga membatasi kenaikan mata uang Kiwi. Risalah pertemuan Fed terbaru menunjukkan kekhawatiran terkait inflasi serta dampak kebijakan Presiden-terpilih Donald Trump terhadap ekonomi. Sikap hawkish Fed yang mengurangi proyeksi pemotongan suku bunga dari empat menjadi dua kali pada tahun 2025 memberikan tekanan tambahan pada NZDUSD. Selain itu, ketidakpastian geopolitik, termasuk rencana tarif AS yang baru dan dampaknya pada hubungan perdagangan dengan China, menambah tekanan pada aset berisiko seperti Kiwi. Namun, langkah baru dari Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China untuk meningkatkan permintaan domestik dapat memberikan sedikit dukungan bagi NZD. Fokus pasar kini tertuju pada data Nonfarm Payrolls AS yang akan dirilis Jumat serta data inflasi CPI China yang dapat mempengaruhi sentimen pasar selanjutnya. Support terdekatnya di area 0.5540 dan resistance terdekatnya di zona 0.5630.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 158.10. Pasangan USDJPY menunjukkan penguatan setelah data upah dasar Jepang meningkat 2,7% pada November, laju tercepat dalam lebih dari tiga dekade. Namun, inflasi yang terus meningkat membuat upah riil menurun 0,3% untuk bulan keempat berturut-turut. Data ini memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ), meskipun investor masih skeptis terhadap kemungkinan langkah ini di pertemuan kebijakan Januari. BoJ diperkirakan menunggu hingga negosiasi upah musim semi (Suunto) sebelum membuat keputusan lebih lanjut. Sementara itu, perbedaan suku bunga yang semakin melebar antara Jepang dan AS, didukung oleh sinyal hawkish Federal Reserve untuk memperlambat pemotongan suku bunga di 2025, terus menekan Yen Jepang. Di sisi lain, Dolar AS mendapat dukungan dari data tenaga kerja yang stabil, dengan klaim pengangguran mingguan turun ke level terendah 11 bulan di 201.000. Fokus pasar kini tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls AS yang akan dirilis Jumat untuk mendapatkan arah kebijakan lebih lanjut. Support terdekatnya di area 157.70 dan resistance terdekatnya di zona 158.60.

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4370. Pasangan mata uang USDCAD mencatat penguatan setelah data pekerjaan AS yang lebih rendah dari perkiraan menambah tekanan pada Dolar Kanada (CAD). Ketidakpastian politik di Kanada, menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Justin Trudeau, turut melemahkan Loonie di tengah spekulasi pemilu mendatang. Di sisi lain, prospek penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed) yang lebih lambat mendukung penguatan Dolar AS. Meski kenaikan harga minyak membantu membatasi pelemahan CAD, minimnya data ekonomi domestik Kanada membuat pasar fokus pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis Jumat. Sentimen pasar juga terpengaruh oleh potensi dampak kebijakan tarif Presiden terpilih Donald Trump, yang dapat menambah tekanan pada hubungan perdagangan AS-Kanada. Support terdekatnya di zona 1.4330 dan resistance terdekatnya di zona 1.4410.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9100. Kinerja mata uang Swiss mencatat penguatan yang ini didorong oleh sentimen investor yang lebih hawkish terhadap prospek suku bunga Federal Reserve (Fed), menyusul data ekonomi AS yang kuat. Indeks ISM Services PMI AS meningkat menjadi 54,1 di November, melebihi ekspektasi pasar, sementara inflasi diindikasikan terus berlanjut dengan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar menjadi 64,4. Di sisi lain, inflasi Swiss tetap rendah di 0,6% pada Desember, terendah sejak Juni 2021, mendorong ekspektasi pelonggaran kebijakan oleh Swiss National Bank (SNB). Ketua SNB, Martin Schlegel, mengindikasikan potensi pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada Maret dan Juni untuk menjaga daya saing Franc Swiss. Fokus pasar kini beralih pada data pekerjaan AS dan risalah FOMC yang akan dirilis minggu ini, guna mendapatkan petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter AS. Support terdekatnya di area 0.9050 dan resistance terdekatnya di zona 0.9140.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

USD

Natural Gas Storage

-40B

-39B

-116B

1:01am

USD

30-y Bond Auction

4.91|2.5

-

4.54|2.4

2:00am

USD

FOMC Meeting Minutes

-

-

-

3:00am

USD

Consumer Credit m/m

-7.5B

10.3B

17.3B

6:30am

JPY

Average Cash Earnings y/y

3.0%

2.7%

2.2%

7:01am

GBP

BRC Shop Price Index y/y

-1.0%

-0.4%

-0.6%

7:30am

AUD

Retail Sales m/m

0.8%

1.0%

0.5%

7:30am

AUD

Goods Trade Balance

7.08B

5.62B

5.67B

8:30am

CNY

CPI y/y

0.1%

0.1%

0.2%

8:30am

CNY

PPI y/y

-2.3%

-2.4%

-2.5%

10:35am

JPY

30-y Bond Auction

-

-

2.29|3.5

2:00pm

EUR

German Industrial Production m/m

-

0.005

-0.01

2:00pm

EUR

German Trade Balance

-

14.7B

13.4B

Tentative

CHF

Foreign Currency Reserves

-

-

725B

4:00pm

EUR

ECB Economic Bulletin

-

-

-

5:00pm

EUR

Retail Sales m/m

-

0.3%

-0.5%

Tentative

EUR

French 10-y Bond Auction

-

-

3.24|2.0

7:30pm

USD

Challenger Job Cuts y/y

-

-

26.8%

9:00pm

USD

FOMC Member Harker Speaks

-

-

-

11:00pm

GBP

MPC Member Breeden Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788