Home
>
News
>
Publication
>
GBPUSD Bertahan di Level Rendah, Investor Waspadai Arah Kebijakan BoE dan Risiko Fiskal Inggris
GBPUSD Bertahan di Level Rendah, Investor Waspadai Arah Kebijakan BoE dan Risiko Fiskal Inggris
Monday, 03 November 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1538

-0.15%

GBPUSD

1.3141

-0.14%

AUDUSD

0.6549

-0.20%

NZDUSD

0.5724

-0.19%

USDJPY

153.94

0.20%

USDCHF

0.8040

0.15%

USDCAD

1.3991

0.23%

GOLDUD

3995.47

-0.83%

USD/IDR

16620

0.00%

Fokus GBPUSD:

  1. Tekanan fiskal Inggris
  2. Ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE

Senin, 03 November 2025 – Poundsterling dibuka di 1.3141 dan turun -0.14%. Nilai tukar GBPUSD memulai pekan ini dalam tekanan yang kuat, bergerak di bawah kisaran pertengahan 1.3100 dan bertahan dekat level terendah sejak pertengahan April. Pelemahan ini mencerminkan kombinasi faktor eksternal dan domestik yang sama-sama menekan Poundsterling. Dari sisi eksternal, penguatan Dolar Amerika menjadi faktor utama yang menjaga tren pelemahan bagi pasangan mata uang ini. Sikap hawkish Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang menegaskan bahwa bank sentral tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga lagi pada Desember menjadi pemicu utama penguatan Dolar. Pernyataan tersebut memunculkan persepsi bahwa The Fed masih memprioritaskan stabilitas inflasi dibandingkan mendukung pertumbuhan, meskipun risiko perlambatan ekonomi mulai meningkat. Dengan imbal hasil obligasi Amerika yang tetap tinggi dan likuiditas dolar yang ketat, investor global cenderung mempertahankan aset dalam denominasi dolar sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian global. Kondisi ini membuat Poundsterling kehilangan daya saing karena tidak memiliki dukungan fundamental yang cukup kuat.

Selain itu, prospek kebijakan moneter Amerika yang cenderung tetap ketat memperlebar selisih suku bunga antara Amerika dan Inggris. Beberapa pejabat The Fed seperti Beth Hammack dan Raphael Bostic juga menegaskan perlunya menjaga kebijakan moneter yang ketat untuk memastikan inflasi benar-benar kembali ke target dua persen. Sikap hawkish tersebut memperkuat posisi Dolar di pasar global, terutama karena data ekonomi Amerika terakhir menunjukkan ketahanan di sektor tenaga kerja dan konsumsi. Dengan inflasi yang masih bertahan di level relatif tinggi, The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama. Hal ini memperpanjang tekanan terhadap Pound yang secara fundamental dibebani oleh perlambatan ekonomi domestik dan lemahnya prospek investasi.

Dari sisi domestik, Poundsterling menghadapi tekanan tambahan akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan ekonomi Inggris menjelang penyampaian anggaran musim gugur oleh Menteri Keuangan Rachel Reeves. Laporan dari Office for Budget Responsibility menunjukkan penurunan produktivitas yang berpotensi memperlebar defisit anggaran hingga lebih dari dua puluh miliar pound pada tahun 2030. Sementara itu, Institute for Fiscal Studies menyoroti adanya kekurangan anggaran sekitar dua puluh dua miliar pound yang kemungkinan akan memaksa pemerintah untuk menaikkan pajak atau menambah pinjaman. Kedua opsi ini sama-sama berisiko memicu tekanan politik sekaligus memperburuk kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal pemerintah.

Selain persoalan fiskal, ekspektasi terhadap arah kebijakan Bank of England juga menjadi faktor yang menekan Poundsterling. Pasar memperkirakan adanya peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat setelah inflasi menunjukkan tanda-tanda pelambatan dan tingkat pengangguran meningkat. Namun, langkah ini menghadirkan dilema bagi bank sentral karena pelonggaran kebijakan moneter dapat memperlemah nilai tukar dan menambah beban inflasi impor. Beberapa analis memperkirakan bahwa Bank of England akan bersikap lebih berhati-hati dengan menahan suku bunga untuk sementara sambil menunggu hasil dari kebijakan fiskal pemerintah. Ketidakpastian tersebut menyebabkan investor cenderung bersikap defensif terhadap Pound hingga ada kepastian arah kebijakan yang lebih jelas.

Secara keseluruhan, kombinasi antara kebijakan moneter Amerika yang masih ketat, tekanan fiskal Inggris, serta prospek ekonomi domestik yang lemah memperkuat prospek pelemahan jangka pendek bagi GBPUSD. Meskipun potensi pemulihan bisa muncul apabila terdapat kejutan positif dari sisi kebijakan Bank of England atau perbaikan dalam outlook fiskal, secara fundamental tren saat ini tetap mendukung dominasi Dolar Amerika. Dengan kondisi makroekonomi yang menunjukkan ketidakseimbangan antara Amerika yang relatif tangguh dan Inggris yang tertekan, arah pergerakan GBPUSD masih cenderung melemah dalam jangka menengah. Fokus pasar dalam waktu dekat akan tertuju pada penyampaian anggaran musim gugur serta keputusan kebijakan Bank of England yang akan menjadi penentu arah berikutnya bagi Poundsterling.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD melemah. Support terdekat berada di 1.3110, dan resistance di 1.3165. Support lanjutan di zona 1.3080 dan dilanjutkan ke zona 1.3045. Resistance lanjutan di zona 1.3195 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3220.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1538 dan melemah -0.15%. Euro terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat karena perbedaan arah kebijakan moneter antara Bank Sentral Eropa dan The Federal Reserve. Dolar masih mendapat dukungan dari pandangan bahwa The Fed akan menahan suku bunga lebih lama, meskipun sudah menurunkan tingkat suku bunga acuan dua kali tahun ini. Pernyataan Jerome Powell yang menegaskan bahwa penurunan suku bunga berikutnya belum tentu terjadi membuat pasar menilai kebijakan moneter AS masih relatif ketat. Hal ini menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Amerika Serikat yang tetap solid di tengah perlambatan global. Sementara itu, Bank Sentral Eropa mempertahankan sikap berhati-hati dalam menyesuaikan kebijakan moneternya karena inflasi di kawasan Euro sudah mendekati target dua persen. Beberapa pejabat ECB menekankan perlunya kebijakan yang fleksibel agar dapat menanggapi ketidakpastian global dan tekanan dari pasar keuangan. Namun, lambatnya pemulihan ekonomi di zona Euro, terutama di sektor industri dan konsumsi rumah tangga, membatasi ruang bagi penguatan euro. Ketimpangan arah kebijakan antara AS dan Eropa ini membuat sentimen terhadap euro masih tertekan dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 1.1510, sementara resistance di 1.1565.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6549, melemah -0.20%. Dolar Australia melemah seiring dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global, khususnya setelah data aktivitas manufaktur Tiongkok menunjukkan perlambatan. Sebagai negara yang sangat bergantung pada ekspor komoditas ke Tiongkok, Australia turut terdampak oleh melemahnya permintaan eksternal. Hal ini menimbulkan ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi Australia akan melambat dalam kuartal mendatang. Di sisi lain, meskipun inflasi dalam negeri masih tinggi, pelaku pasar mulai meragukan kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut dari Reserve Bank of Australia, terutama jika tekanan ekonomi global semakin kuat. Kondisi eksternal yang tidak menentu juga menambah tekanan terhadap dolar Australia. Pasar global masih dipenuhi ketidakpastian akibat ketegangan perdagangan dan kebijakan moneter Amerika Serikat yang cenderung menahan pelonggaran lebih lanjut. Dengan prospek tersebut, investor cenderung beralih ke aset-aset yang lebih aman, membuat minat terhadap mata uang berisiko seperti dolar Australia menurun. Faktor-faktor ini menahan potensi penguatan AUD meskipun data domestik menunjukkan inflasi yang relatif tinggi. Support terdekat berada di 0.6520, dan resistance di 0.6575.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5724 dan turun -0.19%. Dolar Selandia Baru juga melemah karena kombinasi dari ketidakpastian global dan prospek pertumbuhan domestik yang melambat. Data terbaru dari Tiongkok yang menunjukkan penurunan aktivitas manufaktur turut membebani outlook ekonomi Selandia Baru, mengingat ketergantungan ekspornya terhadap negara tersebut. Selain itu, pernyataan dari anggota Komite Kebijakan Moneter Reserve Bank of New Zealand yang menyoroti risiko terhadap pertumbuhan ekonomi semakin memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral mungkin akan mempertimbangkan pelonggaran tambahan jika kondisi memburuk. Sementara itu, dolar Amerika Serikat tetap mendapat dukungan dari persepsi bahwa ekonomi AS masih lebih tangguh dibandingkan sebagian besar negara maju lainnya. Ketimpangan fundamental ini menjadikan pasangan NZDUSD sulit keluar dari tekanan. Meskipun sistem keuangan Selandia Baru dinilai cukup kuat berdasarkan hasil uji ketahanan terbaru, pasar masih menilai potensi pelemahan permintaan global sebagai ancaman bagi ekspor dan pertumbuhan PDB negara tersebut. Support terdekat berada di 0.5700, dan resistance di 0.5750.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 153.94, menguat 0.20%. Dolar AS mulai kehilangan momentumnya terhadap yen Jepang setelah komentar dari pejabat Jepang kembali memunculkan kekhawatiran mengenai potensi intervensi di pasar valuta asing. Pemerintah Jepang melalui Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan bahwa mereka sedang memantau pergerakan mata uang dengan “tingkat kewaspadaan yang tinggi,” yang menandakan kesiapan untuk menstabilkan nilai yen bila diperlukan. Sikap ini memberikan dukungan fundamental bagi yen karena pasar menilai otoritas Jepang tidak akan membiarkan pelemahan yang berlebihan, terutama di tengah meningkatnya tekanan inflasi impor dan sensitivitas publik terhadap harga energi. Sementara itu, kebijakan Bank of Japan yang masih mempertahankan suku bunga rendah membuat ruang penguatan yen tetap terbatas, tetapi meningkatnya risiko global dan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi AS berpotensi memperkuat permintaan terhadap aset aman seperti yen. Ketidakpastian terkait kebijakan fiskal AS akibat kebuntuan politik di Kongres, serta dampak dari penutupan sebagian pemerintahan yang berkepanjangan, menambah tekanan terhadap dolar. Dengan demikian, arah jangka pendek USDJPY cenderung melemah dari sisi dolar karena pasar mulai mengalihkan fokus ke risiko domestik AS dan kemungkinan intervensi Jepang yang lebih aktif. Support terdekat berada di 153.60, dan resistance di 154.20.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8040 dan naik 0.15%. Dolar AS juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan terhadap franc Swiss di tengah perubahan persepsi pasar terhadap arah kebijakan moneter global. Meskipun The Fed baru saja menurunkan suku bunga, komentar Jerome Powell yang bernada hati-hati membuat pasar menilai bahwa sikap kebijakan AS kini lebih menunggu data ketimbang proaktif. Kondisi ini mengurangi keunggulan imbal hasil dolar dan memicu arus ke aset lindung nilai, termasuk franc Swiss, yang secara tradisional menjadi pilihan saat ketidakpastian ekonomi meningkat. Sementara itu, kebijakan Swiss National Bank yang tetap akomodatif tidak banyak menekan franc, karena inflasi domestik masih terjaga dan ekspektasi ekonomi relatif stabil. Pernyataan pejabat SNB yang menegaskan kesiapan untuk bertindak hanya jika diperlukan justru menegaskan kepercayaan terhadap daya tahan perekonomian Swiss. Dengan meningkatnya kekhawatiran atas arah ekonomi AS serta menurunnya prospek pemotongan suku bunga lanjutan di sana, permintaan terhadap franc sebagai aset aman cenderung meningkat, sehingga secara fundamental menekan posisi dolar AS terhadap CHF. Support terdekat berada di 0.8020, dan resistance di 0.8065.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3991, menguat 0.23%. Dolar AS mulai menunjukkan pelemahan terhadap dolar Kanada seiring munculnya tanda-tanda bahwa kebijakan moneter di kedua negara mulai bergerak ke arah yang lebih seimbang. Setelah The Federal Reserve memberikan sinyal bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut belum tentu terjadi pada akhir tahun, pelaku pasar menilai ruang penguatan dolar AS semakin sempit. Di sisi lain, Bank of Canada telah memberikan isyarat bahwa penurunan suku bunga terakhir mungkin menjadi yang terakhir dalam siklus pelonggaran ini. Sikap tersebut memperkuat persepsi stabilitas kebijakan di Kanada dan mendukung mata uangnya secara fundamental. Selain itu, harga minyak mentah yang mulai pulih secara perlahan memberikan dorongan tambahan bagi dolar Kanada, mengingat pentingnya sektor energi bagi perekonomian negara tersebut. Walau ekonomi Kanada masih menghadapi ketidakpastian global, proyeksi pertumbuhan yang lebih stabil dibandingkan ekspektasi pasar terhadap AS menjadikan CAD relatif lebih kuat. Dengan arah kebijakan moneter yang lebih hati-hati dari BoC dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap ekonomi AS, tren melemahnya dolar AS terhadap CAD berpotensi berlanjut dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 1.3960, dan resistance di 1.4015.






DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:45am

NZD

Building Consents m/m

7.2%

-

6.1%

7:00am

AUD

MI Inflation Gauge m/m

0.3%

-

0.4%

All Day

JPY

Bank Holiday

-

-

-

7:30am

AUD

ANZ Job Advertisements m/m

-2.2%

-

-3.5%

7:30am

AUD

Building Approvals m/m

12.0%

5.1%

-3.6%

7:30am

AUD

Household Spending m/m

0.2%

0.5%

0.1%

8:45am

CNY

RatingDog Manufacturing PMI

-

50.7

51.2

12:30pm

AUD

Commodity Prices y/y

-

-

0.00%

2:30pm

CHF

CPI m/m

-

-0.10%

-0.20%

3:15pm

EUR

Spanish Manufacturing PMI

-

51.8

51.5

3:30pm

CHF

Manufacturing PMI

-

47.7

46.3

3:45pm

EUR

Italian Manufacturing PMI

-

49.3

49

3:50pm

EUR

French Final Manufacturing PMI

-

48.3

48.3

3:55pm

EUR

German Final Manufacturing PMI

-

49.6

49.6

4:00pm

EUR

Final Manufacturing PMI

-

50

50

4:30pm

GBP

Final Manufacturing PMI

-

49.6

49.6

9:30pm

CAD

Manufacturing PMI

-

-

47.7

9:45pm

USD

Final Manufacturing PMI

-

52.2

52.2

10:00pm

USD

ISM Manufacturing PMI

-

49.4

49.1

10:00pm

USD

ISM Manufacturing Prices

-

62.4

61.9

Tentative

USD

Construction Spending m/m

-

-

-

All Day

USD

Wards Total Vehicle Sales

-

15.6M

16.4M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788