Home
>
News
>
Publication
>
GBPUSD Bergerak Datar, Pasar Menanti Data Inflasi AS
GBPUSD Bergerak Datar, Pasar Menanti Data Inflasi AS
Wednesday, 12 August 2026

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1541

-0.03%

GBPUSD

1.3505

0.01%

AUDUSD

0.7062

-0.06%

NZDUSD

0.5881

-0.15%

USDJPY

159.29

0.03%

USDCHF

0.8109

0.09%

USDCAD

1.3924

0.04%

GOLDUD

4372.35

0.53%

USD/IDR

17,819

0.00%

Fokus:

  1. Data inflasi AS menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed.
  2. Sentimen pound relatif membaik, tetapi ketidakpastian geopolitik masih membatasi pergerakan GBPUSD.


GBPUSD
Rabu, 12 Agustus 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak datar di sekitar 1,3506 pada pagi hari ini setelah sebelumnya mengalami pelemahan tipis. Pergerakan pasangan ini masih terbatas karena dolar AS memperoleh dukungan menjelang rilis data inflasi penting Amerika Serikat. Data tersebut menjadi perhatian utama pasar karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) berikutnya.

Ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed masih terbagi setelah bank sentral mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli. Di satu sisi, kenaikan harga minyak mentah meningkatkan risiko inflasi dan dapat mendorong The Fed mempertahankan sikap lebih ketat. Namun, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September sedikit menurun menjadi sekitar 48% dari 52% sebelumnya berdasarkan CME FedWatch Tool. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam menentukan posisi terhadap dolar AS.

Dari sisi geopolitik, ketidakpastian terkait kemungkinan kesepakatan diplomatik antara AS dan Iran juga masih menjadi faktor yang memengaruhi dolar AS. Sentimen sempat membaik setelah muncul indikasi bahwa Washington dan Teheran mendekati kesepakatan mengenai Selat Hormuz serta adanya kemajuan dalam pembicaraan Iran dan Oman. Namun, optimisme tersebut kembali terbatas setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan tuntutan agar Iran memberikan kompensasi kepada korban serangan yang terkait dengan negara tersebut, sehingga kekhawatiran geopolitik kembali meningkat.

Sementara itu, sentimen terhadap pound masih menjadi perhatian dalam pergerakan GBPUSD. Scotiabank menilai pergerakan pound belakangan ini masih banyak dipengaruhi sentimen, sementara risk reversal menunjukkan berkurangnya premi untuk perlindungan terhadap penurunan GBP. Hal tersebut mengindikasikan permintaan terhadap lindung nilai sisi bawah mulai berkurang dan pelaku pasar menjadi lebih nyaman terhadap prospek pound. Dengan demikian, GBPUSD berpotensi tetap bergerak terbatas sambil menunggu data inflasi AS dan perkembangan geopolitik berikutnya. Support GBPUSD berada di area 1,3450, sementara resistance di area 1,3550.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 1,1538 pada perdagangan sesi Asia setelah bergerak dalam kisaran terbatas selama sekitar satu pekan terakhir. Pelaku pasar cenderung menahan posisi agresif sambil menunggu rilis CPI AS hari ini dan PPI AS pada Kamis. Kedua data tersebut akan menjadi perhatian utama karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan memengaruhi permintaan terhadap dolar AS. Sementara itu, kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak masih menjaga ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga memberikan dukungan bagi USD dan menekan EURUSD.

Di sisi lain, harga minyak mentah meningkat setelah muncul pernyataan bahwa Selat Hormuz belum akan dibuka sebelum tuntutan Iran dipenuhi, sementara peningkatan serangan Houthi terhadap kapal di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb turut meningkatkan premi risiko geopolitik. Kondisi tersebut mendukung harga minyak sekaligus permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Kenaikan harga energi juga berpotensi memperkuat tekanan inflasi dan mendorong The Fed mempertahankan sikap lebih hawkish, sehingga imbal hasil obligasi AS tetap terdukung. Dari sisi Eropa, data HICP Jerman turut menjadi perhatian, meski pergerakan EURUSD masih lebih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS. Support EURUSD berada di area 1,1500, sementara resistance di area 1,1600.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 0,7058 setelah Reserve Bank of Australia (RBA) secara bulat mempertahankan suku bunga di 4,35% pada pertemuan Agustus. Keputusan tersebut sesuai ekspektasi pasar, sehingga perhatian investor kini beralih pada arah kebijakan berikutnya. Pandangan ekonom masih beragam. MUFG melihat kenaikan harga minyak akibat tekanan AS terhadap Iran dan gangguan di Selat Hormuz dapat meningkatkan risiko inflasi global dan mendorong RBA menaikkan suku bunga lebih cepat, sementara Westpac juga melihat peluang pengetatan tambahan apabila tekanan energi berlanjut. Kondisi ini dapat menjadi faktor pendukung AUD, tetapi ketidakpastian waktu kenaikan suku bunga masih membatasi penguatan mata uang Australia.

Di sisi lain, NAB dan CBA memperkirakan RBA akan mempertahankan suku bunga 4,35% sepanjang 2026, seiring kondisi ekonomi domestik yang dinilai semakin moderat dan proses disinflasi yang berlanjut. Perbedaan pandangan tersebut membuat pasar menunggu data CPI Australia Juli sebagai petunjuk penting mengenai kebijakan RBA selanjutnya. Inflasi yang kembali meningkat dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dan menopang AUDUSD, sedangkan inflasi yang lebih rendah dapat memperkuat prospek penahanan suku bunga lebih lama dan membatasi penguatan AUD. Support AUDUSD berada di area 0,7000, sementara resistance di area 0,7100.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 0,5872 seiring dolar AS menguat menjelang rilis data inflasi AS. Investor menantikan data tersebut untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan mendorong kenaikan dolar AS. Di sisi domestik, pasar masih memperkirakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menaikkan suku bunga pada September setelah mengisyaratkan bahwa pengetatan tambahan diperlukan untuk mengurangi stimulus moneter dan menjaga inflasi tetap terkendali.

Namun, data ketenagakerjaan Selandia Baru yang lebih lemah pada pekan sebelumnya menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan RBNZ untuk melanjutkan kenaikan suku bunga secara agresif. Kondisi tersebut membatasi dukungan terhadap dolar Selandia Baru. Sementara itu, ketidakpastian mengenai peluang kesepakatan damai di Timur Tengah yang dapat membuka kembali Selat Hormuz turut menekan sentimen pasar. Dengan demikian, pergerakan NZDUSD selanjutnya akan bergantung pada hasil inflasi AS, perubahan ekspektasi kebijakan The Fed dan RBNZ, serta perkembangan geopolitik. Support NZDUSD berada di area 0,5850, semntara resistance di area 0,5900.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak di sekitar 159,33, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam satu setengah pekan. Yen Jepang masih menghadapi tekanan karena selisih suku bunga dengan negara-negara besar lainnya menjaga aktivitas carry trade. Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Jepang akibat stimulus ekonomi dan pemotongan pajak juga menambah tekanan terhadap yen. Sementara itu, gangguan energi akibat konflik Iran turut meningkatkan risiko terhadap perekonomian Jepang dan menjadi faktor yang mendukung USDJPY.

Di sisi lain, sentimen positif terhadap dolar AS masih ditopang oleh ekspektasi bahwa kenaikan harga minyak dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi dan mendorong The Fed mempertahankan sikap lebih hawkish. Pasar memperkirakan peluang lebih dari 75% untuk setidaknya satu kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir 2026, sehingga imbal hasil obligasi AS tetap tinggi. Namun, peluang kenaikan suku bunga BoJ pada September yang mencapai sekitar 66% serta perbaikan sentimen bisnis Jepang dapat membatasi penguatan USDJPY. Investor selanjutnya menunggu CPI AS hari ini dan PPI AS Kamis sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed berikutnya. Support USDJPY berada di area 158,50, sementara resistance di area 160,00.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar 0,8116, sejalan dengan pergerakan dolar AS yang relatif stabil. DXY berada di sekitar 99,75 dan mencatat kenaikan tipis sekitar 0,04% hari ini, menunjukkan dolar AS masih mampu mempertahankan sebagian penguatannya meskipun pergerakannya terbatas. Kondisi tersebut dapat menjadi sentimen positif bagi USDCHF, mengingat DXY dan USDCHF umumnya memiliki korelasi positif.

Di sisi lain, pasar masih mencermati perkembangan geopolitik serta prospek kebijakan The Fed menjelang data ekonomi AS. Stabilnya DXY menunjukkan investor masih berhati-hati dalam menambah posisi dolar, sehingga penguatan USDCHF berpotensi terbatas. Dengan demikian, pergerakan DXY hari ini dapat digunakan sebagai sentimen untuk USDCHF, terutama untuk menjelaskan dukungan dari sisi dolar AS terhadap kenaikan pasangan tersebut. Support USDCHF berada di area 0,8080, sementara resistance di area 0,8130.

USDCAD - USDCAD menguat ke sekitar 1,3929, meskipun harga minyak mentah WTI masih berada pada level tinggi. WTI tercatat sekitar US$83,91 per barel setelah kembali meningkat akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di Timur Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb. Secara fundamental, harga minyak yang lebih tinggi biasanya mendukung dolar Kanada sebagai mata uang yang terkait komoditas dan seharusnya membatasi kenaikan USDCAD.

Namun, penguatan dolar AS yang tercermin dari DXY yang masih bertahan di sekitar 99,75 memberikan dorongan terhadap USDCAD. Selain itu, meningkatnya kehati-hatian pasar akibat ketidakpastian geopolitik turut meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Dengan demikian, sentimen WTI dan DXY saat ini memberikan pengaruh yang berlawanan terhadap USDCAD: WTI cenderung menekan pasangan ini, sementara dolar AS yang relatif kuat memberikan dukungan. Pergerakan selanjutnya akan bergantung pada kekuatan kedua faktor tersebut. Support USDCAD berada di area 1,3880, sementara resistance di area 1,4000.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:30am

USD

Core Inflation Rate MoM JUL

 

0.2%

0.0%

7:30am

USD

Core Inflation Rate YoY JUL

 

2.5%

2.6%

7:30am

USD

Inflation Rate MoM JUL

 

0.0%

-0.4%

7:30am

USD

Core Inflation Rate YoY JUL

 

3.4%

3.5%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788