Home
>
News
>
Publication
>
GBPUSD Berfluktuasi di Awal Perdagangan, Investor Pantau Data Inflasi AS
GBPUSD Berfluktuasi di Awal Perdagangan, Investor Pantau Data Inflasi AS
Friday, 13 March 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1525

-0.14%

GBPUSD

1.3366

-0.21%

AUDUSD

0.7088

-0.24%

NZDUSD

0.5858

-0.17%

USDJPY

159.01

0.26%

USDCHF

0.7847

0.20%

USDCAD

1.3621

0.18%

GOLDUD

5083.86

0.74%

USD/IDR

16,894

0.00%

Fokus:

  1. Pelaku pasar menantikan rilis data inflasi PCE AS yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
  2. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan permintaan aset safe haven seperti Dolar AS.


GBPUSD
Jumat, 13 Maret 2026
pasangan mata uang ini dibuka level 1.3366 pada awal sesi Asia hari Jumat. Penguatan ini terjadi seiring melemahnya Indeks Dolar AS (DXY) setelah sebelumnya naik hampir 0,5% pada perdagangan Kamis. Namun, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih berpotensi kembali mendorong permintaan terhadap Dolar AS.

Pelaku pasar saat ini menantikan rilis data inflasi penting AS, yakni Indeks PCE bulan Januari, yang merupakan indikator inflasi utama bagi Federal Reserve. Selain itu, investor juga akan mencermati revisi pertama pertumbuhan PDB AS kuartal keempat serta data kepercayaan konsumen bulan Maret.

Permintaan terhadap aset safe-haven seperti Dolar AS turut didukung oleh kenaikan harga minyak. Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz akan terus digunakan sebagai alat tekanan terhadap musuh, serta memperingatkan bahwa pangkalan militer AS di kawasan tersebut berpotensi menjadi target serangan.

Pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan pekan depan. Sementara itu, ekspektasi terhadap Bank of England (BoE) semakin mengarah pada kemungkinan pemangkasan suku bunga. Namun, kenaikan harga minyak yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dapat membuat BoE bersikap lebih berhati-hati dan menunda langkah pelonggaran kebijakan. Saat ini support berada di level 1.3320 dan resistance berada di level 1.3410.

EURUSD - bergerak di level 1.1525 pada awal sesi perdagangan Asia hari Jumat. Meski demikian, ruang penguatan diperkirakan terbatas seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Fokus pasar pada hari ini tertuju pada rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS bulan Januari yang dijadwalkan keluar pada Jumat sore.

Lonjakan harga minyak berpotensi memberi tekanan pada Euro karena kawasan Zona Euro merupakan importir energi bersih, sehingga lebih rentan terhadap risiko stagflasi. Situasi geopolitik semakin memanas setelah pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup dan Iran akan melanjutkan serangan terhadap negara-negara di kawasan Teluk Persia.

Sebelumnya, Israel juga dilaporkan melancarkan serangan baru ke Teheran dan menargetkan kelompok Hizbullah di Lebanon. Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah berpotensi mendorong permintaan aset safe-haven seperti Dolar AS, yang dapat menekan pergerakan EURUSD.

Di sisi lain, pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan kebijakan pekan depan. Data inflasi PCE yang dirilis hari ini dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga AS. Jika hasilnya lebih rendah dari perkiraan, Dolar AS berpotensi melemah terhadap Euro. Saat ini support berada di level 1.1480 dan resistance berada di level 1.1560.

AUDUSD - Dibuka menguat setelah sebelumnya mengalami penurunan pada sesi sebelumnya dan diperdagangkan di sekitar 0,7088 pada awal sesi Asia hari Jumat. Penguatan ini didukung oleh ekspektasi kebijakan moneter yang cenderung hawkish dari Reserve Bank of Australia (RBA).

Survei Reuters terbaru menunjukkan bahwa 23 dari 30 ekonom memperkirakan RBA akan menaikkan suku bunga menjadi 4,10% pada 17 Maret, sementara tujuh ekonom lainnya memperkirakan tidak ada perubahan. Hasil ini menunjukkan perubahan dibandingkan survei Februari yang memproyeksikan suku bunga tetap di 3,85%. Secara median, suku bunga diperkirakan mencapai 4,35% pada akhir 2026.

Analis ING, Francesco Pesole, menilai Dolar Australia sebagai salah satu mata uang G10 dengan kinerja terbaik saat ini. Sentimen positif tersebut didukung oleh ekspektasi pengetatan kebijakan RBA lebih lanjut serta harga minyak yang tinggi. Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 70% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan, yang dapat mendorong AUD/USD menuju 0,7200 jika kondisi pasar saham tetap stabil. Namun, posisi pasar yang sudah cukup padat meningkatkan risiko koreksi setelah keputusan kebijakan diumumkan. Selain itu, volatilitas di pasar ekuitas global masih menjadi faktor risiko yang dapat menekan Dolar Australia.

Sementara itu, investor juga menunggu rilis data inflasi PCE AS bulan Januari, yang merupakan indikator inflasi utama bagi Federal Reserve. Selain itu, pasar juga akan mencermati revisi pertama pertumbuhan PDB AS kuartal keempat dan data kepercayaan konsumen bulan Maret. Saat ini support berada di level 0.7050 dan resistance berada di level 0.7120.

NZDUSD - dibuka di level 0,5858 pada awal sesi Asia hari Jumat. Namun, pergerakan pasangan mata uang ini berpotensi tertahan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dapat mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS.

Pasar saat ini menantikan rilis data inflasi PCE AS bulan Januari, yang merupakan indikator inflasi utama Federal Reserve. Secara konsensus, PCE utama diperkirakan naik 2,9% YoY, sementara PCE inti diproyeksikan meningkat 3,1% YoY. Data yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi menekan Dolar AS dan memberikan dukungan bagi NZD/USD.

Di sisi lain, Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) Anna Breman menyatakan bahwa kebijakan moneter kemungkinan tetap akomodatif untuk mendukung ekonomi. Namun, pasar mulai memperkirakan kemungkinan dua kali kenaikan suku bunga OCR hingga akhir 2026, sebagian dipicu oleh potensi kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Saat ini support berada di level 0.5825 dan resistance berada di level 0.5890.

USDJPY - dibuka di level 159.01 mengalami tekanan jual pada sesi Asia hari Jumat, menghentikan tren kenaikan selama tiga hari berturut-turut dan bergerak kembali mendekati area 159,40 - 159,45, yang merupakan level tertinggi tahun ini. Dalam perdagangan terakhir, pasangan ini turun menuju 159,00, meskipun potensi penurunan tampaknya masih terbatas.

Yen Jepang sempat menyentuh level yang sebelumnya memicu intervensi otoritas pada Januari, sehingga memunculkan spekulasi bahwa pemerintah dapat kembali mengambil langkah untuk menahan pelemahan mata uang domestik. Hal ini turut menekan USD/JPY, terutama di tengah pelemahan moderat Dolar AS.

Namun, pelemahan signifikan USDJPY diperkirakan sulit terjadi. Jepang merupakan salah satu negara yang sangat bergantung pada impor energi, sehingga lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan inflasi sekaligus menekan pertumbuhan ekonomi. Kondisi tersebut dapat memicu risiko stagflasi dan menyulitkan upaya normalisasi kebijakan Bank of Japan (BoJ). Di sisi lain, Dolar AS masih mendapat dukungan dari berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan potensi penutupan Selat Hormuz turut menjaga harga minyak tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global. Situasi ini dapat mendorong Fed menunda pemangkasan suku bunga, yang pada akhirnya mendukung penguatan USD dan pasangan USD/JPY. Saat ini support berada di level  dan resistance berada di level .

Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi PCE AS untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga Fed. Meskipun sempat terkoreksi, USD/JPY masih berada dalam tren kenaikan dan berpotensi mencatat penguatan selama empat minggu berturut-turut. Saat ini support berada di level 158.40 dan resistance berada di level 159.40.

USDCHF - dibuka di level 0.7847 pada awal perdagangan. Pasangan ini sempat menguat mendekati 0.7850 dalam beberapa sesi terakhir, mencerminkan dominasi Dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong aliran dana ke aset safe haven.

Namun, Franc Swiss masih berpotensi kembali diminati apabila situasi geopolitik memburuk lebih jauh. Selain itu, kenaikan harga minyak dan gas yang berlanjut juga meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global, yang dapat memengaruhi dinamika mata uang safe haven.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati kemungkinan intervensi Swiss National Bank (SNB). Potensi langkah tersebut menjadi faktor yang dapat menahan penguatan franc lebih lanjut meskipun permintaan terhadap aset aman masih tinggi. Support berada di 0.7760 dan resistance di 0.7840. Saat ini support berada di level 0.7815 dan resistance berada di level 0.7880.

USDCAD - bergerak menguat di sekitar 1,3621 pada awal sesi Asia, didukung oleh penguatan Dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Permintaan terhadap aset safe haven turut menopang USD.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak akibat risiko gangguan pasokan dari potensi penutupan Selat Hormuz dapat memberikan dukungan bagi Dolar Kanada, mengingat Kanada merupakan eksportir minyak utama.

Sementara itu, pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve setelah kekhawatiran inflasi meningkat akibat lonjakan harga energi. Fokus pasar pada hari Jumat tertuju pada rilis data penting AS, termasuk inflasi PCE dan pertumbuhan PDB, serta data ketenagakerjaan Kanada. Saat ini support berada di level 1.3580 dan resistance berada di level 1.3665.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

02:00pm

GBP

GDP m/m

0.20%

0.10%

4.30pm

GBP

Consumer Inflation Expectations

 

 

3.50%

7:30pm

CAD

Employment Change

10.3K

-24.8K

7:30pm

CAD

Unemployment Rate

6.60%

6.50%

7:30pm

USD

Core PCE Price Index m/m

0.40%

0.40%

7:30pm

USD

Prelim GDP q/q

1.40%

1.40%

7:30pm

USD

Core Durable Goods Orders m/m

0.50%

1.00%

7:30pm

USD

Durable Goods Orders m/m

1.10%

-1.40%

7:30pm

USD

Prelim GDP Price Index q/q

3.60%

3.60%

9:00pm

USD

JOLTS Job Openings

6.76M

6.54M

9:00pm

USD

Prelim UoM Consumer Sentiment

55

56.6

9:00pm

USD

Prelim UoM Inflation Expectations

 

3.40%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788