| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1541 | -0.03% |
GBPUSD | 1.3505 | 0.01% |
AUDUSD | 0.7062 | -0.06% |
NZDUSD | 0.5881 | -0.15% |
USDJPY | 159.29 | 0.03% |
USDCHF | 0.8109 | 0.09% |
USDCAD | 1.3924 | 0.04% |
GOLDUD | 4,372.35 | 0.53% |
COFU | 83.49 | 0.41% |
USD/IDR | 17,819 | 0.00% |
Rabu, 12 Agustus 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari serangan terbaru di jalur Laut Merah yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan di tengah kebuntuan kesepakatan pembukaan Selat Hormuz. Selain itu, proyeksi terbaru EIA akan pemulihan produksi di sebagian produsen Timur Tengah juga menjadi katalis positif bagi harga.
Empat awak kapal tewas dalam serangan terbaru kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap sebuah kapal kargo di Selat Bab el-Mandeb pada hari Selasa, menurut kementerian transportasi Yaman. Di hari yang sama, pihak Houthi juga mengklaim telah menyerang sebuah kapal yang mengangkut peralatan militer Arab Saudi di Bab el-Mandeb, tanpa merinci nama kapal tersebut.
Masih dari Timur Tengah, Komando Pusat AS pada hari Selasa menyatakan telah menembakkan dua rudal Hellfire yang melumpuhkan sistem kemudi kapal kontainer berbendera Panama, Vela Nova, saat kapal itu sedang berlayar di Teluk Oman menuju pelabuhan Iran.
Turut mendukung harga, beberapa produsen di Timur Tengah kemungkinan akan kesulitan memulihkan produksi minyak ke tingkat sebelum konflik pada akhir tahun 2027, bahkan jika pola perdagangan kembali normal pada awal tahun depan, ungkap EIA dalam laporan prospek energi jangka pendek (STEO) bulan Agustus yang dirilis pada hari Selasa. Sekitar 5,5 juta barel per hari produksi minyak Timur Tengah—atau lebih dari 5% konsumsi global—terhenti selama bulan Juli, kata EIA.
Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS melonjak naik sebesar 9,07 juta barel pada pekan yang berakhir 7 Agustus, di luar ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 500.000 barel. Laporan stok API itu mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $86 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $81 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Inflation Rate MoM |
| 0.1% | -0.4% |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -0.5M | 2.479M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -1.58M | -1.643M |