| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0828 | 0.26% |
GBPUSD | 1.2871 | 0.14% |
AUDUSD | 0.6258 | 0.42% |
NZDUSD | 0.5687 | 0.25% |
USDJPY | 147.26 | -0.50% |
USDCHF | 0.8811 | -0.45% |
USDCAD | 1.4446 | -0.19% |
GOLDUD | 2891.1 | -0.37% |
USD/IDR | 16322 | 0.32% |
Fokus AUDUSD:
Selasa, 11 Maret 2025 - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6281. Kinerja mata uang Aussie mengalami penguatan pasca pelemahan yang terjadi pada Indeks Dollar AS. Dolar AS (USD) terus melemah setelah serangkaian data ekonomi yang menunjukkan perlambatan, memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed). Indeks Dolar AS (DXY) berada di bawah level 104, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump dan dampaknya terhadap ekonomi. Data Nonfarm Payrolls (NFP) untuk Februari hanya mencatat 151 ribu pekerjaan baru, lebih rendah dari perkiraan 160 ribu, sementara tingkat pengangguran naik ke 4,1%. Sentimen ini diperburuk oleh turunnya kepercayaan konsumen serta data manufaktur yang lebih lemah dari ekspektasi, membuat investor semakin yakin bahwa Fed akan memangkas suku bunga hingga tiga kali pada tahun ini.
Dolar Australia (AUD) menunjukkan penguatan terhadap USD di tengah meningkatnya sentimen positif dalam negeri. Indeks Kepercayaan Konsumen Westpac naik 4% menjadi 95,9 pada Maret, level tertinggi dalam tiga tahun terakhir, didorong oleh pemangkasan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) pada Februari serta meredanya tekanan biaya hidup. Selain itu, data ekonomi Australia menunjukkan pertumbuhan lebih baik dari perkiraan, sementara surplus neraca perdagangan Januari yang lebih tinggi dari ekspektasi juga membantu AUD mempertahankan momentumnya. Namun, risiko eksternal seperti ketegangan perdagangan global dan data inflasi China yang lebih lemah dari perkiraan tetap menjadi faktor yang dapat membatasi kenaikan AUD.
Faktor eksternal terbesar yang mempengaruhi AUD saat ini adalah hubungan dagang dengan China, mitra utama Australia. Data inflasi China yang turun 0,7% YoY di Februari menunjukkan melemahnya permintaan domestik, yang dapat berdampak negatif pada ekspor Australia. Selain itu, ketegangan perdagangan antara AS dan China terus meningkat dengan tarif baru yang dikenakan pada produk impor, termasuk dari Australia. Jika ketidakpastian global semakin meningkat, AUD dapat kembali tertekan meskipun ada dukungan dari fundamental domestik yang kuat. Para pelaku pasar kini menunggu data inflasi AS yang akan dirilis minggu ini untuk melihat arah kebijakan moneter Fed dan dampaknya terhadap pergerakan AUDUSD.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekatnya di zona 0.6254 dan resistance terdekatnya di zona 0.6308. Support lanjutan di zona 0.6210 dan dilanjutkan ke zona 0.6170. Resistance lanjutan di zona 0.6350 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6388.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0857. Kenaikan pasangan mata uang ini didukung oleh pelemahan Dolar AS (USD) yang masih tertekan setelah penurunan tajam pekan lalu. Investor menantikan data inflasi AS yang akan dirilis minggu ini, dengan ekspektasi bahwa inflasi akan sedikit mereda, yang dapat mendorong Federal Reserve (Fed) untuk memangkas suku bunga lebih lanjut. Sementara itu, kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump, terutama terkait tarif impor, terus menciptakan ketidakpastian di pasar, yang menambah tekanan pada USD. Di sisi lain, Euro tetap kuat meskipun ada tekanan profit-taking setelah kenaikan signifikan pekan lalu. Kebijakan fiskal Jerman yang agresif, termasuk rencana stimulus 500 miliar Euro, memberikan sentimen positif terhadap pertumbuhan ekonomi Eropa. Hal ini memaksa pasar untuk mengurangi spekulasi pemangkasan suku bunga oleh European Central Bank (ECB) tahun ini. Namun, ECB tetap berhati-hati dalam menentukan kebijakan moneternya, dengan beberapa pejabat mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan lebih lanjut. Data ekonomi Eropa terbaru, seperti produksi industri Jerman yang lebih tinggi dari ekspektasi dan peningkatan sentimen investor Eurozone, juga mendukung penguatan Euro terhadap Dolar AS. Support terdekatnya di zona 1.0794 dan resistance terdekatnya di zona 1.0895.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2889. Pound Sterling (GBP) menguat terhadap Dolar AS (USD) dan mencapai level tertinggi dalam empat bulan di sekitar 1.2940-1.2945. Pelemahan USD terus berlanjut seiring dengan meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed). Di sisi lain, GBP mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan lebih lambat dalam memangkas suku bunga dibandingkan bank sentral lainnya, termasuk Fed. Investor kini menantikan data GDP Inggris yang akan dirilis akhir pekan ini untuk melihat indikasi lebih lanjut terkait pertumbuhan ekonomi. Jika data tersebut lebih baik dari perkiraan, GBP/USD berpotensi memperpanjang kenaikannya. Namun, dalam jangka pendek, pergerakan GBP/USD tetap bergantung pada dinamika USD, terutama dengan rilis data inflasi AS yang akan menjadi faktor penentu arah kebijakan moneter Fed ke depan. Support terdekatnya di area 1.2838 dan resistance terdekatnya di zona 1.2961
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5695. Dolar AS (USD) menguat setelah serangkaian data ekonomi menunjukkan ketahanan ekonomi meskipun ketidakpastian kebijakan perdagangan meningkat dan menunrunkan kinerja mata uang NZDUSD. Sementara itu, Dolar Selandia Baru (NZD) tertekan akibat data inflasi China yang lebih lemah dari perkiraan serta meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China. CPI China turun 0,7% YoY di Februari, mencerminkan lemahnya permintaan domestik yang berdampak negatif pada ekonomi global, termasuk Selandia Baru yang sangat bergantung pada perdagangan dengan China. Selain itu, penerapan tarif balasan oleh China terhadap produk pertanian AS menambah tekanan pada sentimen pasar, membatasi penguatan NZDUSD. Dengan ketidakpastian global yang masih tinggi, investor kini menunggu data inflasi AS sebagai katalis utama pergerakan pasar ke depan. Support terdekatnya di area 0.5668 dan resistance terdekatnya di zona 0.5724.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 147.26. Hal ini disebabkan menyempitnya perbedaan imbal hasil antara AS dan Jepang serta meningkatnya volatilitas di pasar global. Yen mendapatkan dukungan sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi AS, sementara Dolar AS berada di bawah tekanan akibat kebijakan perdagangan yang tidak menentu dan meningkatnya risiko resesi. Presiden AS Donald Trump menolak untuk mengesampingkan kemungkinan resesi dan menyebut ekonomi AS sedang berada dalam "periode transisi" seiring dengan perubahan kebijakan besar yang sedang diupayakan. Data pertumbuhan AS pada kuartal pertama menunjukkan kontraksi sebesar -2,4% secara tahunan, mencerminkan dampak dari ketidakpastian tarif serta tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja. Di sisi lain, Bank of Japan (BoJ) semakin mendekati target inflasi 2%, yang memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral dapat mulai menormalisasi kebijakan suku bunganya lebih cepat dari perkiraan pasar. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan upah Jepang pada Januari untuk pekerja penuh waktu naik 3% YoY dibandingkan 2,8% pada Desember yang dapat memberikan tekanan tambahan bagi BoJ. Support terdekatnya di area 146.58 dan resistance terdekatnya di zona 147.31.
USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.4446. Investor khawatir bahwa ketidakpastian perdagangan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi AS, yang menekan Dolar AS (USD), sementara pasar bersiap untuk keputusan kebijakan BoC pada hari Rabu yang diperkirakan akan tetap pada jalur pelonggaran moneter. Data ketenagakerjaan AS untuk Februari yang lebih lemah dari ekspektasi semakin memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga beberapa kali tahun ini. Saat ini, pasar memperhitungkan pemangkasan suku bunga sebesar 75 basis poin hingga akhir tahun, dengan peluang penuh pemotongan pertama pada bulan Juni. Fokus investor kini tertuju pada rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada hari Rabu. Di sisi lain, BoC diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan bulan Maret, namun sikap bank sentral terhadap jalur kebijakan ke depan akan menjadi perhatian utama pasar. Selain itu, ketidakpastian tarif dan meningkatnya produksi dari OPEC+ telah menekan harga minyak, yang berdampak negatif pada Loonie sebagai mata uang yang terkait erat dengan komoditas. Jika harga minyak terus melemah, CAD berisiko mengalami depresiasi lebih lanjut terhadap USD. Support terdekatnya di zona 1.4409 dan resistance terdekatnya di zona 1.4439.
USDCHF – Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8811. Meningkatnya permintaan safe-haven Franc Swiss (CHF) terjadi di tengah kekhawatiran yang mendalam terhadap prospek ekonomi AS. Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan AS semakin meningkat setelah kebijakan proteksionisme "America First" Presiden Donald Trump diperkirakan dapat menghambat permintaan domestik dan perdagangan global. Ekspektasi pasar saat ini menunjukkan bahwa The Fed kemungkinan akan menurunkan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan Juni. Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis minggu ini menjadi perhatian utama, karena jika inflasi terus melambat, peluang pemangkasan suku bunga Fed akan semakin meningkat, menambah tekanan pada USD. Di sisi lain, Swiss National Bank (SNB) diperkirakan akan tetap pada jalur kebijakan akomodatifnya, dengan kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut di tengah rendahnya tekanan inflasi. Data terbaru menunjukkan bahwa IHK Swiss naik 0,3% pada Februari, lebih tinggi dari ekspektasi 0,2%, tetapi masih melambat dari 0,4% pada Januari. Tren inflasi yang moderat ini semakin memperkuat ekspektasi bahwa SNB akan melakukan pemangkasan suku bunga pada pertemuan bulan Maret, dengan kemungkinan tambahan pada bulan Juni jika tekanan harga tetap lemah. Support terdekatnya di area 0.8767 dan resistance terdekatnya di zona 0.8807.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:45am | NZD | Manufacturing Sales q/q | 2.6% | - | 0.2% |
6:01am | AUD | Westpac Consumer Sentiment | 4.0% | - | 0.1% |
6:30am | JPY | Household Spending y/y | 0.8% | 3.7% | 2.7% |
6:50am | JPY | Final GDP Price Index y/y | 2.9% | 2.8% | 2.8% |
6:50am | JPY | Final GDP q/q | 0.6% | 0.7% | 0.7% |
6:50am | JPY | M2 Money Stock y/y | 1.2% | 1.4% | 1.3% |
7:01am | GBP | BRC Retail Sales Monitor y/y | 0.9% | 1.9% | 2.5% |
7:30am | AUD | NAB Business Confidence | -1 | - | 5 |
1:00pm | JPY | Prelim Machine Tool Orders y/y | - | - | 4.7% |
All Day | EUR | ECOFIN Meetings | - | - | - |
5:00pm | USD | NFIB Small Business Index | - | 100.9 | 102.8 |
8:30pm | GBP | CB Leading Index m/m | - | - | -0.1% |
9:00pm | USD | JOLTS Job Openings | - | 7.65M | 7.60M |