| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1740 | 0.14% |
GBPUSD | 1.3489 | 0.08% |
AUDUSD | 0.7127 | 0.36% |
NZDUSD | 0.5859 | 0.32% |
USDJPY | 158.81 | 0.04% |
USDCHF | 0.7812 | 0.14% |
USDCAD | 1.3686 | 0.09% |
GOLDUD | 4774.81 | 0.72% |
USD/IDR | 17,141 | 0.01% |
Fokus:
EURUSD
Senin, 20 April 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak sedikit menguat setelah dibuka dengan gap turun, namun masih berada di zona negatif dan diperdagangkan di kisaran 1,1757. Pergerakan pasangan mata uang ini masih tertekan seiring penguatan dolar AS yang mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe-haven, di tengah kembali memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Media pemerintah Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), melaporkan bahwa Teheran menolak untuk melanjutkan kembali perundingan dengan pejabat AS. Penolakan tersebut didasari oleh apa yang disebut sebagai “ekspektasi yang tidak realistis” dari pihak Washington, di samping sejumlah kekhawatiran lainnya yang belum terselesaikan.
Situasi semakin memanas setelah Iran tetap menutup Selat Hormuz sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari. Meskipun sempat ada sinyal pembukaan kembali pada Jumat, keputusan tersebut dibatalkan sehari kemudian setelah Presiden AS Donald Trump menolak mencabut pembatasan terhadap pelabuhan Iran. Trump juga mengonfirmasi bahwa delegasi AS akan melakukan perjalanan ke Islamabad untuk negosiasi, namun tetap melontarkan kritik keras dan ancaman terhadap infrastruktur Iran.
Dari sisi fundamental, penguatan dolar AS turut didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, seiring inflasi yang masih persisten dan meningkatnya risiko geopolitik. Di sisi lain, euro mendapat sedikit dukungan dari spekulasi kenaikan suku bunga oleh European Central Bank (ECB), meskipun tekanan dari lonjakan harga energi dan gangguan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran stagflasi di kawasan Eurozone.
pergerakan EURUSD yang masih tertahan di bawah tekanan menunjukkan potensi lanjutan bias bearish dalam jangka pendek. Level support berada di kisaran 1,1720, sementara resistance berada di area 1,1780 jika tekanan jual berlanjut seiring dominasi sentimen risk-off dan penguatan dolar AS.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat di area 1,3500 meskipun dibuka dengan gap turun (bearish) pada awal perdagangan, namun masih mencatatkan pelemahan terbatas pada hari ini. Tekanan terhadap pasangan ini dipicu oleh memburuknya sentimen risiko global akibat meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, khususnya terkait penutupan Selat Hormuz, yang mendorong penguatan dolar AS sebagai aset safe-haven.
Eskalasi geopolitik semakin meningkat setelah Iran menolak melanjutkan perundingan dengan AS, sementara Presiden Donald Trump mengancam akan menargetkan infrastruktur vital Iran jika tuntutan Washington tidak dipenuhi. Kondisi ini mendorong lonjakan harga minyak mentah dan meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang pada akhirnya menopang imbal hasil obligasi AS serta memperkuat dolar. Namun demikian, penguatan dolar AS cenderung terbatas seiring menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed. Di sisi lain, Bank of England justru masih diperkirakan memiliki ruang untuk melanjutkan pengetatan kebijakan moneter, yang memberikan dukungan tambahan bagi poundsterling dan membantu menahan pelemahan GBPUSD. Support terdekat berada di kisaran 1,3440, sementara resistance berada di area 1,3530.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah pada hari Senin di kisaran 0,7153, turun jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan hari Jumat lalu. Tekanan terhadap pasangan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe-haven. Sentimen pasar semakin tertekan setelah Iran menolak melanjutkan pembicaraan damai dengan AS, sementara fokus investor juga tertuju pada rilis data Retail Sales AS yang berpotensi mempengaruhi arah pergerakan dolar dalam waktu dekat.
Di sisi lain, keputusan Iran untuk kembali menutup Selat Hormuz setelah sebelumnya sempat memberi sinyal pembukaan menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan dan pasokan energi global. Kondisi ini cenderung mendukung penguatan dolar AS dalam jangka pendek. Meski demikian, pelemahan dolar Australia berpotensi terbatas seiring ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) masih akan melanjutkan kebijakan pengetatan moneter, dengan probabilitas kenaikan suku bunga yang cukup tinggi. Secara teknikal, support berada di kisaran 0,7100, sementara resistance terdekat berada di area 0,7180.
NZDUSD -Pasangan mata uang ini sempat memangkas pelemahan hariannya dan diperdagangkan di kisaran 0,5880 pada hari Senin, didukung oleh rilis data neraca perdagangan Selandia Baru yang menunjukkan surplus sebesar NZD 698 juta pada Maret (MoM), berbalik dari defisit NZD 365 juta pada Februari. Secara tahunan, defisit perdagangan tercatat NZD 3,2 miliar, sedikit melebar dibandingkan bulan sebelumnya. Kinerja ekspor meningkat 7,3% secara tahunan ke level tertinggi NZD 7,94 miliar, sementara impor juga naik 9,6% menjadi NZD 7,25 miliar. Dari sisi eksternal, keputusan bank sentral China untuk mempertahankan suku bunga pinjaman turut mencerminkan stabilitas kebijakan, mengingat China merupakan mitra dagang utama Selandia Baru.
Namun, penguatan NZD masih terbatas karena tekanan dari sisi global, khususnya meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe-haven. Penolakan Iran untuk melanjutkan negosiasi serta penutupan kembali Selat Hormuz memperburuk sentimen pasar dan meningkatkan risiko geopolitik. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang tetap melanjutkan rencana negosiasi namun disertai ancaman terhadap infrastruktur Iran semakin menambah ketidakpastian. Secara teknikal, support NZDUSD berada di kisaran 0,5840, sementara resistance terdekat berada di area 0,5900.
USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak menguat di kisaran 158,87 pada awal sesi, didorong kombinasi pelemahan yen Jepang dan penguatan dolar AS. Dari sisi domestik Jepang, sikap hati-hati Bank of Japan (BOJ) yang masih mempertahankan kebijakan moneter longgar membuat yen tetap tertekan, meskipun terdapat risiko inflasi dari kenaikan harga energi. Minimnya sinyal kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, ditambah periode blackout BOJ, membuat pasar cenderung mempertahankan posisi bearish terhadap yen.
Dari sisi dolar AS, penguatan didorong oleh meningkatnya permintaan safe-haven di tengah eskalasi konflik AS–Iran dan memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. Lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan global, khususnya dari Selat Hormuz, turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan menopang dolar. Selama sentimen risiko masih negatif dan kebijakan BOJ tetap akomodatif, USDJPY berpotensi melanjutkan tren naik. Support berada di kisaran 157,80, sementara resistance terdekat berada di area 159,50.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0,7823 pada awal sesi Asia, didorong oleh penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Permintaan terhadap aset safe-haven kembali meningkat setelah memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Indeks dolar AS juga menguat dan mendekati level tertinggi dalam sepekan, mencerminkan kembalinya minat investor terhadap greenback setelah sebelumnya sempat tertekan oleh optimisme pasar.
Eskalasi konflik semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa militer AS telah menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade, sementara Iran menegaskan tidak akan melanjutkan perundingan damai. Kondisi ini meningkatkan ketidakpastian global dan memperkuat posisi dolar AS. Meskipun franc Swiss juga dikenal sebagai aset safe-haven, dominasi permintaan terhadap dolar membuat USDCHF tetap bergerak naik. Secara teknikal, support berada di kisaran 0,7780, sementara resistance terdekat berada di area 0,7850.
USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat pada awal sesi perdagangan di kisaran 1,3699, mencerminkan tekanan terhadap dolar Kanada (CAD) di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat. Kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump, terutama pada sektor strategis seperti baja, aluminium, dan peralatan berat, memicu kekhawatiran terhadap gangguan rantai pasok serta menekan aktivitas investasi di Kanada. Sentimen ini semakin diperkuat oleh pernyataan Perdana Menteri Mark Carney yang menilai hubungan dagang erat dengan AS kini justru menjadi kelemahan bagi ekonomi domestik.
Dampak kebijakan tersebut dinilai cukup luas, mulai dari potensi pemutusan tenaga kerja hingga meningkatnya ketidakpastian yang membuat pelaku usaha menahan ekspansi. Upaya Kanada untuk mendiversifikasi perdagangan, termasuk dengan memperkuat kerja sama dengan China, justru memicu respons keras dari AS berupa ancaman tarif tambahan yang lebih besar. Kondisi ini memperburuk prospek ekonomi Kanada dalam jangka pendek dan menambah tekanan terhadap pergerakan CAD.
Dari sisi dolar AS, penguatan turut didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah eskalasi konflik geopolitik antara AS dan Iran. Memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai serta lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan global meningkatkan kekhawatiran inflasi dan menopang imbal hasil obligasi AS, sehingga memperkuat dolar. Support berada di kisaran 1,3650, sementara resistance terdekat berada di area 1,3750.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
5:45am | NZD | Trade Balance | 698M | 175M | -365M |
6:01am | GBP | Rightmove HPI m/m | 0.8% |
| 0.8% |
11:30am | JPY | Tertiary Industry Activity m/m |
| -0.4% | 1.7% |
1:00pm | EUR | German PPI m/m |
| 1.4% | -0.5% |
5:00pm | EUR | German Buba Monthly Report |
|
|
|
7:30pm | CAD | CPI m/m |
| 0.011 | 0.005 |
7:30pm | CAD | Trimmed CPI y/y |
| 0.023 | 0.023 |
7:30pm | CAD | Common CPI y/y |
| 0.026 | 0.024 |
7:30pm | CAD | Core CPI m/m |
|
| 0.4% |
10:30pm | CAD | BOC Business Outlook Survey |
|
|
|
11:40pm | EUR | ECB President Lagarde Speaks |
|
|
|