Home
>
News
>
Publication
>
EURUSD Menunggu Arah Baru di Tengah Sentimen Geopolitik
EURUSD Menunggu Arah Baru di Tengah Sentimen Geopolitik
Tuesday, 07 April 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1541

-0.10%

GBPUSD

1.3238

-0.13%

AUDUSD

0.6916

-0.14%

NZDUSD

0.5714

-0.32%

USDJPY

159.69

0.11%

USDCHF

0.7981

0.19%

USDCAD

1.3910

0.10%

GOLDUD

4661.75

-0.30%

USD/IDR

17,032

0.00%

Fokus:

  1. Ketidakpastian geopolitik akibat tenggat waktu Donald Trump terkait Selat Hormuz mendorong permintaan safe haven USD.
  2. Ekspektasi kebijakan hawkish European Central Bank menopang euro di tengah pelemahan data PMI Jasa AS.

EURUSD
Selasa, 07 April 2026
- Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 1.1530 pada awal sesi hari Selasa, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar. Fokus utama tertuju pada tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, di tengah penantian rilis data ekonomi penting AS seperti Durable Goods Orders dan laporan ketenagakerjaan ADP.

Pernyataan Trump yang menilai proposal gencatan senjata dengan Iran belum memadai turut meningkatkan ketidakpastian pasar. Ia bahkan mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran jika jalur pelayaran strategis tersebut tidak kembali dibuka sesuai batas waktu yang telah ditentukan, sehingga meningkatkan tensi geopolitik secara signifikan.

Kondisi ini membuat pelaku pasar semakin berhati-hati, dengan potensi eskalasi konflik yang dapat mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS. Di sisi lain, data dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan PMI Jasa AS melemah ke 54,0 pada Maret, di bawah ekspektasi, yang menandakan mulai berkurangnya momentum pertumbuhan sektor jasa.

Sementara itu, euro masih mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan hawkish European Central Bank (ECB), di mana pasar kini memperkirakan potensi 2–3 kali kenaikan suku bunga pada 2026 akibat tekanan inflasi berbasis energi. EURUSD memiliki support di area 1.1500 dan resistance di area 1.1570.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak cenderung stabil di kisaran 1.3221. Secara keseluruhan, tren penurunan sejak puncak akhir Januari di area 1.3870 masih dominan, dengan tekanan jual yang terus menahan kenaikan di sekitar level 1.3300 dalam beberapa sesi terakhir.

Dari sisi fundamental, Bank of England (BoE) memutuskan secara bulat untuk mempertahankan suku bunga di 3,75% pada pertemuan Maret. Pergeseran sikap dari beberapa pejabat seperti Sarah Breeden dan Swati Dhingra mencerminkan kekhawatiran atas kenaikan biaya energi akibat konflik Timur Tengah. BoE juga memperkirakan inflasi akan naik ke kisaran 3%–3,5%, di tengah pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan tingkat pengangguran yang meningkat. Sementara itu, data PMI Jasa dari Institute for Supply Management menunjukkan pelemahan, memperkuat kekhawatiran stagflasi, dengan kebijakan Federal Reserve (The Fed) tetap berada di kisaran 3,50%–3,75%. GBPUSD memiliki support di area 1.3200 dan resistance di area 1.3280.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak relatif stabil di kisaran 0.6906 pada sesi Asia, setelah mencatat kenaikan terbatas pada perdagangan sebelumnya. Pergerakan harga cenderung tertahan menyusul rilis data PMI Australia yang mengecewakan. Data dari S&P Global menunjukkan PMI Jasa turun tajam ke 46,3 pada Maret dari 52,8 di Februari, menjadi kontraksi terdalam sejak November 2023. PMI Komposit juga melemah ke 46,6, menandakan aktivitas sektor swasta kembali masuk zona kontraksi untuk pertama kalinya dalam 18 bulan. Menurut Andrew Harker, pelemahan ini dipicu dampak konflik Timur Tengah yang meningkatkan biaya energi dan mendorong tekanan inflasi, khususnya di sektor transportasi dan logistik.

Di sisi global, pelaku pasar masih mencermati tensi geopolitik setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait Selat Hormuz, yang turut menjaga volatilitas tetap tinggi. Sementara itu, data PMI Jasa AS dari Institute for Supply Management juga menunjukkan perlambatan ke level 54,0, di bawah ekspektasi, yang sedikit menahan penguatan Dolar AS. AUDUSD memiliki support di area 0.6880 dan resistance di area 0.6930.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini berada di bawah tekanan dan melemah ke sekitar 0.5696 pada sesi Asia, seiring penguatan Dolar AS (USD) yang didorong meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait Selat Hormuz serta ancaman terhadap infrastruktur Iran memicu peningkatan permintaan aset safe haven, sementara respons Iran yang berpotensi memperluas serangan energi semakin memperbesar risiko eskalasi konflik.

Di sisi lain, penguatan USD masih berpotensi terbatas oleh data ekonomi yang kurang solid. Laporan PMI Jasa dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan penurunan ke level 54,0 pada bulan Maret, lebih rendah dari ekspektasi pasar, yang mengindikasikan perlambatan aktivitas sektor jasa dan meningkatkan kekhawatiran terhadap momentum pertumbuhan ekonomi AS.

Sementara itu, pasar menantikan keputusan kebijakan dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat. Sikap hati-hati ini mencerminkan upaya bank sentral dalam menyeimbangkan tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi dengan kondisi pemulihan ekonomi yang masih rapuh. NZDUSD memiliki support di area 0.5680 dan resistance di area 0.5730.

USDJPY - Pasangan mata uang ini sempat menyentuh level tertinggi dalam sepekan pada awal sesi hari Selasa, namun penguatannya masih terbatas dan belum mampu menembus level psikologis 159,87 di tengah sentimen yang beragam. Data dari Ministry of Internal Affairs and Communications menunjukkan belanja rumah tangga Jepang turun 1,8% secara tahunan pada Februari, memperpanjang tren kontraksi untuk bulan ketiga berturut-turut. Meskipun terdapat kenaikan bulanan sebesar 1,5%, angka tersebut masih di bawah ekspektasi sehingga menekan Yen Jepang (JPY) dan mendukung penguatan USDJPY.

Dari sisi eksternal, konflik di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap ekonomi Jepang yang bergantung pada impor energi, sehingga mengurangi peluang kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ). Sementara itu, ketegangan geopolitik dan sikap tegas Presiden AS Donald Trump turut menopang Dolar AS, diperkuat oleh ekspektasi kebijakan hawkish dari Federal Reserve (The Fed). USDJPY memiliki support di area 158.80 dan resistance di 160.00.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke area 0.7996, mendekati kembali resistance psikologis di 0.8000 setelah sebelumnya mengalami tekanan. Penguatan ini terjadi di tengah dinamika Dolar AS yang masih dipengaruhi oleh data ekonomi yang kurang solid, di mana PMI Jasa dari Institute for Supply Management menunjukkan penurunan ke level 54,0 pada Maret, di bawah ekspektasi pasar. Meskipun demikian, pergerakan harga menunjukkan adanya upaya pemulihan setelah sempat tertahan oleh pola double-top.

Secara teknikal, level 0.8000 menjadi resistance kunci yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan lanjutan ke 0.8012 dan 0.8041, bahkan hingga 0.8102. Namun, jika gagal menembus area tersebut, potensi koreksi masih terbuka dengan support di 0.7970, diikuti 0.7950 dan 0.7940, serta support lanjutan di 0.7909.

USDCAD - Pasangan mata uang ini menguat tipis ke kisaran 1.3924 pada awal sesi hari selasa, setelah sebelumnya mengalami tekanan. Penguatan ini didorong oleh apresiasi Dolar AS (USD) di tengah meningkatnya aversi resiko akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa proposal gencatan senjata dengan Iran masih belum memadai meskipun terdapat kemajuan. Sementara itu, data PMI Jasa dari Institute for Supply Management (ISM) turun ke 54,0 pada bulan Maret, di bawah ekspektasi, yang mencerminkan perlambatan aktivitas sektor jasa AS.

Di sisi lain, penguatan pasangan ini berpotensi terbatas karena Dolar Kanada (CAD) mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) yang berada di sekitar USD 104,30 per barel, seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat konflik. Kondisi ini cenderung menopang CAD mengingat Kanada merupakan eksportir minyak utama ke AS. USDCAD memiliki support di area 1.3900 dan resistance di area 1.3960.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

USD

President Trump Speaks

 

 

6:30am

JPY

Household Spending y/y

-1.80%

-0.80%

-1.00%

8:00am

AUD

MI Inflation Gauge m/m

1.30%

 

-0.20%

2:50pm

EUR

French Final Services PMI

 

48.3

48.3

2:55pm

EUR

German Final Services PMI

 

51.2

51.2

3:30pm

GBP

Final Services PMI

 

51.1

51.2

7:15pm

USD

ADP Weekly Employment Change

 

 

10.0K

7:30pm

USD

Core Durable Goods Orders m/m

 

0.50%

0.40%

7:30pm

USD

Durable Goods Orders m/m

 

-1.10%

0.00%

9:00pm

CAD

Ivey PMI

 

55.9

56.6

11:35pm

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788