| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1607 | 0.10% |
GBPUSD | 1.3406 | 0.16% |
AUDUSD | 0.6991 | 0.01% |
NZDUSD | 0.5834 | 0.02% |
USDJPY | 158.67 | -0.01% |
USDCHF | 0.7881 | -0.06% |
USDCAD | 1.3762 | -0.01% |
GOLDUD | 4476.63 | 2.33% |
USD/IDR | 16,987 | 0.00% |
Fokus:
EURUSD
Rabu, 25 Maret 2026 – Pasangan mata uang ini menguat ke level 1.1619 pada awal sesi Asia, didorong oleh sentimen positif setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran berpotensi menggelar perundingan tingkat tinggi dalam waktu dekat. Harapan akan adanya jalur diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah meningkatkan minat terhadap aset berisiko, termasuk Euro, sehingga memberikan tekanan pada Dolar AS.
Meski demikian, optimisme pasar masih dibayangi ketidakpastian, setelah pernyataan dari pihak Israel yang menilai kesepakatan belum realistis di tengah eskalasi serangan yang masih berlangsung antara kedua pihak. Kondisi ini menjaga permintaan terhadap aset safe-haven seperti Dolar AS tetap kuat, sehingga berpotensi membatasi penguatan lebih lanjut pada EUR/USD.
Dari sisi kebijakan moneter, Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga deposito di level 2,00% pada pertemuan terakhir. Namun, meningkatnya tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi memicu ekspektasi bahwa ECB dapat kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Prospek ini memberikan dukungan tambahan bagi Euro, meskipun pergerakan tetap dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global. Saat ini support berada di level 1.1580 dan resistance berada di level 1.1650.
GBPUSD - diperdagangkan di kisaran 1,3427 menjelang Rabu, masih mempertahankan sebagian besar penguatan sepanjang pekan ini meskipun sempat mengalami volatilitas tajam. Pergerakan harga berayun dari sekitar 1,3250 akibat aksi jual pasca kabar gencatan senjata pada Senin, sebelum kembali menguat hingga mendekati 1,3480 pada Selasa. Hingga saat ini, pasangan ini relatif stabil di atas area 1,3360, dengan sesi akhir Selasa ditutup sedikit lebih rendah dari puncak mingguan dalam rentang yang terbatas.
Fokus utama pasar pada pertengahan pekan tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari pukul 07:00 GMT. Sebelumnya, inflasi Januari tercatat 3,0% YoY, turun dari 3,4% di Desember, dengan IHK inti berada di 3,1% dan inflasi jasa di 4,4%. Untuk Februari, konsensus memperkirakan IHK inti tetap di 3,1% YoY. Risalah rapat Bank of England (BoE) Maret menyoroti bahwa inflasi jasa masih berada di atas proyeksi bank, serta memperingatkan potensi kenaikan inflasi akibat gejolak energi di Timur Tengah dalam beberapa kuartal ke depan. Gubernur Andrew Bailey menegaskan bahwa kebijakan moneter tidak dapat sepenuhnya mengatasi guncangan sisi pasokan, namun tetap harus merespons risiko inflasi yang lebih persisten. Keputusan BoE pada Maret yang bulat untuk menahan suku bunga menandai perubahan dari perpecahan sebelumnya, sementara ekspektasi pasar kini mulai mengarah pada suku bunga yang lebih tinggi hingga 2026. Data inflasi yang lebih kuat, khususnya pada komponen inti dan jasa, berpotensi memperkuat sikap hawkish BoE dan menopang pound, sedangkan angka yang lebih lemah dapat membuka kembali peluang penurunan suku bunga menjelang pertemuan akhir April.
Menjelang akhir pekan, pasar juga akan mencermati pernyataan pejabat BoE serta rilis data ekonomi lanjutan, termasuk penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen GfK, yang akan memberikan gambaran dampak kenaikan harga energi terhadap daya beli rumah tangga. Secara teknikal, level support berada di 1,3360, sementara resistance terdekat di 1,3480.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini melanjutkan perjuangannya untuk mendapatkan traksi yang berarti dan memperpanjang pergerakan harga konsolidasi sideways selama sesi Asia pada hari Rabu. Harga spot bergerak sedikit setelah rilis angka inflasi konsumen terbaru dari Australia dan saat ini diperdagangkan di sekitar level 0,6992, hampir tidak berubah untuk hari ini.
Data dari Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) utama meningkat 3,7% YoY pada Februari, sedikit lebih rendah dari 3,8% pada Januari dan di bawah ekspektasi pasar. Secara rinci, IHK rata-rata tertimbang naik 0,2% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan, sementara IHK bulanan tidak mengalami perubahan sesuai perkiraan. Meski data ini tergolong lemah, tekanan jual terhadap AUD/USD tetap terbatas karena Dolar Australia masih ditopang oleh sikap hawkish Reserve Bank of Australia (RBA). Bank sentral juga menyoroti risiko bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat mendorong inflasi tetap tinggi lebih lama. Selain itu, pasar telah mengantisipasi hampir dua kali kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir tahun. Saat ini support berada di level 0.6960 dan resistance berada di level 0.7015.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 0,5834 dengan bias netral, sedikit menguat pada hari ini namun gagal mendapatkan traksi bullish yang kuat karena Dolar AS (USD) tetap relatif kuat.
Dolar AS tetap didukung oleh imbal hasil obligasi pemerintah yang stabil serta kekhawatiran inflasi yang masih tinggi, terutama seiring kenaikan harga minyak yang memperkuat sikap hati-hati Federal Reserve. Kondisi ini membatasi ruang apresiasi Dolar Selandia Baru, meskipun sempat terjadi perbaikan sentimen risiko dalam perdagangan harian.
Di sisi lain, NZD masih tertekan sebagai mata uang yang sensitif terhadap risiko. Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan global, yang tercermin dari melemahnya data PMI di Zona Euro, menekan minat terhadap aset berisiko. Ditambah dengan ketidakpastian geopolitik dan pergerakan harga energi, tekanan terhadap NZD tetap berlanjut. Saat ini support berada di level 0.5800 dan resistance berada di level 0.5850.
USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak sedikit melemah setelah mencatat kenaikan pada sesi sebelumnya, diperdagangkan di sekitar 158,66 pada sesi Asia Rabu. Pelemahan terjadi seiring penguatan Yen Jepang yang mendapat dukungan dari risalah rapat Bank of Japan bulan Januari. Salah satu anggota menyatakan bahwa meskipun kenaikan suku bunga berpotensi menekan konsumsi, dampaknya terhadap sistem keuangan secara keseluruhan dinilai tetap terkendali. Para pembuat kebijakan juga sepakat bahwa dengan suku bunga riil yang masih negatif, ruang kenaikan lanjutan tetap terbuka jika proyeksi ekonomi dan inflasi tercapai, dengan pendekatan kebijakan yang fleksibel di setiap pertemuan.
Sementara itu, data terbaru Jepang menunjukkan pelemahan, dengan penurunan PMI gabungan serta inflasi inti yang turun di bawah target untuk pertama kalinya dalam empat tahun, sebagian dipengaruhi subsidi energi. Meski demikian, tekanan biaya masih tinggi. Pasar saat ini melihat peluang sekitar 50% untuk kenaikan suku bunga pada April, dengan ekspektasi diperkuat oleh hasil negosiasi upah yang solid. Saat ini support berada di level 158.00 dan resistance berada di level 159.00.
USDCHF - Pasangan mata uang ini masih mencatat penguatan terbatas setelah kenaikan sekitar 0,24% pada sesi sebelumnya, didukung oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang menjaga permintaan terhadap Dolar AS. Meski ada wacana gencatan senjata di Timur Tengah, sentimen pasar tetap berhati-hati. Pada sesi terbaru, USD/CHF terkoreksi tipis ke kisaran 0,7876 setelah sebelumnya sempat menyentuh 0,7880 dan rebound dari area 0,7859.
Secara teknikal, tren masih cenderung netral hingga bullish, meskipun harga belum mampu menembus SMA 200-hari di sekitar 0,7949. Penguatan RSI menunjukkan peningkatan minat beli. Jika mampu menembus 0,7890, potensi kenaikan menuju 0,7900 hingga 0,7949 terbuka. Sebaliknya, kegagalan bertahan dapat memicu koreksi jangka pendek. Saat ini support berada di level 0.7850 dan resistance berada di level 0.7900.
USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 1,3760, dengan Dolar Kanada masih tertekan terhadap Dolar AS yang menguat tipis. USD/CAD saat ini diperdagangkan di sekitar 1,3765, mendekati level tertinggi dua bulan. Penguatan Greenback tercermin dalam pergerakan US Dollar Index yang berada di sekitar 99,39, sedikit di bawah puncak harian.
Dolar AS sempat melemah setelah rilis data PMI awal dari S&P Global, namun tekanan tersebut tidak bertahan lama karena meningkatnya risiko geopolitik kembali mendorong permintaan aset safe haven. PMI gabungan turun ke 51,4 dan PMI jasa ke 51,1, sementara sektor manufaktur justru menguat ke 52,4. Data ini mencerminkan perlambatan pertumbuhan serta tekanan biaya akibat kenaikan harga energi dan gangguan pasokan.
Lonjakan harga minyak turut meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Hal ini mendukung penguatan USD dan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Saat ini support berada di level 1.3700 dan resistance berada di level 1.3800.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | US | 0.03936 | 0.03455 | ||
12:00am | CH | ||||
5:30am | US | ||||
7:30am | AU | 0.037 | 0.038 | 0.038 | |
8:28am | AU | 101.31 | 101.33 | ||
9:40am | AU | ||||
11:30am | AU | 0.006 | |||
2:00pm | UK | 0.031 | 0.031 | ||
3:00pm | CH | 9.8 | |||
3:45pm | EU | ||||
4:15pm | EU | ||||
9:30pm | EU |