Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1615 | -0.02% |
GBPUSD | 1.3429 | -0.05% |
AUDUSD | 0.7136 | -0.34% |
NZDUSD | 0.5867 | -0.19% |
USDJPY | 160.02 | -0.06% |
USDCHF | 0.7895 | -0.04% |
USDCAD | 1.3901 | 0.05% |
GOLDUD | 4474.18 | -0.44% |
USD/IDR | 18,034 | 0.00% |
Fokus:
EURUSD
Jumat, 05 Juni 2025 - Pasangan mata uang ini bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah ke area 1,1613 pada perdagangan terbaru. Pelaku pasar memilih untuk mengurangi aktivitas transaksi menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dinilai berpotensi menjadi katalis utama bagi arah pergerakan pasar. Fokus investor tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Mei, yang diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi AS dan prospek kebijakan moneter Federal Reserve.
Dukungan terhadap dolar AS masih berasal dari sejumlah indikator tenaga kerja yang menunjukkan ketahanan ekonomi Amerika Serikat. Data ADP Employment Change dan JOLTS Job Openings yang dirilis sebelumnya mencatat hasil lebih baik dari perkiraan, mencerminkan permintaan tenaga kerja yang tetap solid. Sementara itu, pasar memperkirakan laporan NFP bulan Mei akan menunjukkan penambahan sekitar 85 ribu lapangan kerja, dengan tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di 4,3%.
Prospek pasar tenaga kerja yang tetap kuat berpotensi memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve belum memiliki urgensi untuk segera melonggarkan kebijakan moneternya. Ekspektasi suku bunga yang bertahan pada level tinggi cenderung meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS, sehingga dapat memberikan tambahan dukungan bagi mata uang tersebut dalam jangka pendek.
Meskipun demikian, pelemahan euro diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu dalam karena pasar juga mempertimbangkan sikap Bank Sentral Eropa (ECB) yang masih berfokus pada pengendalian inflasi. Harapan bahwa ECB akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat menjadi faktor yang menopang euro. Dengan kondisi tersebut, arah EURUSD dalam waktu dekat kemungkinan akan sangat ditentukan oleh hasil data ketenagakerjaan AS serta perkembangan ekspektasi kebijakan dari Federal Reserve dan ECB. Support EURUSD berada di area 1,1580, sementara resistance di area 1,1650.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,3422 seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang pidato Gubernur Bank of England (BoE) dan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Meskipun pasar masih memperhitungkan peluang pengetatan kebijakan moneter lanjutan dari BoE, sejumlah indikator ekonomi Inggris justru menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi. Data PMI Konstruksi Inggris masih berada jauh di bawah level ekspansi, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan pelemahan dengan berkurangnya jumlah lapangan kerja dalam beberapa periode terakhir.
Di sisi lain, ekspektasi suku bunga tinggi di Inggris masih didukung oleh tekanan inflasi yang relatif bertahan, terutama akibat tingginya harga energi global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan potensi gangguan pasokan minyak menjaga biaya energi tetap tinggi, sehingga membatasi ruang bagi BoE untuk segera melonggarkan kebijakan moneternya. Namun, apabila tekanan harga energi mulai mereda, dukungan terhadap pound sterling berpotensi berkurang karena fokus pasar akan kembali tertuju pada lemahnya fundamental pertumbuhan ekonomi Inggris.
Sementara itu, dolar AS masih mendapatkan dukungan dari sikap Federal Reserve yang cenderung mempertahankan kebijakan ketat. Sejumlah pejabat The Fed menegaskan bahwa suku bunga dapat tetap tinggi apabila inflasi belum menunjukkan penurunan yang konsisten. Selain itu, pasar juga menantikan data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan dolar dalam jangka pendek. Data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari ekspektasi berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan GBPUSD lebih lanjut, sedangkan hasil yang lebih lemah dapat memberikan ruang penguatan terbatas bagi pound sterling. Support GBPUSD berada di area 1,3380, sementara resistance di area 1,3460.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 0,7112 pada perdagangan Jumat seiring meningkatnya preferensi investor terhadap dolar AS. Penguatan dolar didorong oleh sikap hati-hati pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Belum adanya indikasi penyelesaian konflik yang jelas membuat sentimen pasar cenderung defensif, sehingga aset safe haven seperti dolar AS kembali menjadi pilihan utama investor.
Sementara itu, dolar Australia masih memperoleh dukungan dari pandangan Reserve Bank of Australia (RBA) yang tetap fokus pada pengendalian inflasi. Bank sentral Australia menilai tekanan harga masih perlu diwaspadai sehingga kebijakan moneter yang relatif ketat masih berpotensi dipertahankan. Meski demikian, arah pergerakan AUDUSD dalam jangka pendek diperkirakan lebih banyak ditentukan oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Jika data menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dolar AS berpeluang melanjutkan penguatannya. Sebaliknya, hasil yang lebih lemah dari ekspektasi dapat memberikan kesempatan bagi dolar Australia untuk kembali menguat. Support berada di area 0,7080, sementara resistance 0,7150.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0,5856 setelah sebelumnya mencatat penguatan terbatas. Tekanan terhadap dolar Selandia Baru muncul akibat meningkatnya kekhawatiran terkait potensi hambatan perdagangan dengan Amerika Serikat. Pasar mencermati kemungkinan penerapan tarif tambahan terhadap sejumlah negara, termasuk Selandia Baru, yang dapat berdampak pada prospek perdagangan dan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Selain itu, penguatan dolar AS juga turut membebani pergerakan NZD seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global dan fokus pasar pada perkembangan konflik di Timur Tengah.
Meski demikian, pelemahan NZD relatif tertahan oleh ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) masih berpotensi melanjutkan pengetatan kebijakan moneternya. Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang masih cukup besar, didukung oleh sikap bank sentral yang tetap berfokus pada pengendalian inflasi. Sementara itu, dari sisi AS, serangkaian data tenaga kerja yang solid memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Dengan pasar yang menantikan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP), pergerakan NZDUSD dalam jangka pendek diperkirakan akan dipengaruhi oleh hasil data tersebut dan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter kedua negara. Support NZDUSD berada di area 0,5820, sementara resistance di area 0,5890.
USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 159,93, melanjutkan koreksi dalam dua sesi perdagangan terakhir. Penguatan yen Jepang terjadi di tengah meningkatnya spekulasi pasar mengenai kemungkinan intervensi pemerintah Jepang untuk menahan pelemahan mata uang domestiknya. Kekhawatiran tersebut muncul setelah otoritas Jepang kembali menegaskan kesiapan untuk mengambil langkah yang diperlukan apabila pergerakan yen dinilai berlebihan, terutama saat kurs mendekati level psikologis 160 yen per dolar AS.
Dugaan intervensi semakin menguat setelah cadangan devisa Jepang mengalami penurunan signifikan pada akhir Mei. Selain itu, sejumlah data ekonomi domestik turut memberikan dukungan terhadap yen. Meskipun belanja rumah tangga masih mencatat kontraksi secara tahunan, laju penurunannya lebih kecil dibandingkan bulan sebelumnya dan lebih baik dari perkiraan pasar. Di sisi lain, pertumbuhan upah terus menunjukkan perbaikan, menandakan tekanan inflasi domestik masih terjaga dan memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) memiliki ruang untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya.
Perhatian investor kini tertuju pada peluang kenaikan suku bunga BoJ dalam pertemuan kebijakan mendatang. Jika ekspektasi tersebut semakin menguat, yen berpotensi memperoleh tambahan dukungan. Namun, pergerakan USDJPY juga tetap dipengaruhi oleh dinamika dolar AS, khususnya menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dapat memengaruhi prospek kebijakan Federal Reserve. Kombinasi faktor tersebut berpotensi menjaga volatilitas pasangan mata uang ini dalam jangka pendek. Support USDJPY berada di area 159,20, sementara resistance di area 160,50.
USDCHF - Pasangan mata uang ini terkoreksi ke area 0,7892 seiring meningkatnya minat investor terhadap franc Swiss di tengah ketidakpastian pasar global. Dukungan terhadap mata uang Swiss turut berasal dari data inflasi Mei 2026 yang menunjukkan laju inflasi tahunan tetap berada di level 0,6%, mencerminkan stabilitas tekanan harga di dalam negeri. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap langkah pelonggaran kebijakan yang lebih agresif dari Swiss National Bank (SNB), sehingga memberikan sentimen positif bagi pergerakan franc Swiss.
Sementara itu, dari sisi Amerika Serikat, perhatian pasar tertuju pada rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan menjadi acuan penting dalam menilai kekuatan pasar tenaga kerja AS. Sejumlah indikator ketenagakerjaan yang dirilis sebelumnya masih menunjukkan aktivitas ekonomi yang cukup solid, sehingga memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve belum memiliki alasan kuat untuk segera menurunkan suku bunga. Namun, menjelang publikasi data tersebut, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dan membatasi pembentukan posisi baru. Akibatnya, pergerakan USDCHF diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh hasil data tenaga kerja AS serta perkembangan ekspektasi kebijakan moneter dari The Fed dan SNB. Support USDCHF berada di area 0,7860, sementara resistance di area 0,7920.
USDCAD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1,3908 seiring masih dominannya permintaan terhadap dolar AS menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Dari sisi AS, sejumlah indikator tenaga kerja yang dirilis dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kondisi pasar kerja yang tetap solid, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Fokus pasar saat ini tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan dolar AS dalam jangka pendek. Jika data kembali menunjukkan ketahanan ekonomi AS, peluang penguatan dolar terhadap mata uang utama lainnya, termasuk dolar Kanada, masih terbuka.
Dari sisi Kanada, dolar Kanada masih menghadapi tekanan akibat perlambatan aktivitas ekonomi dan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang rilis data tenaga kerja Kanada. Meskipun data Services PMI Kanada Mei yang dirilis kemarin menunjukkan sektor jasa kembali memasuki fase ekspansi dengan mencapai level tertinggi dalam 18 bulan, pasar tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan masih menjadi perhatian. Selain itu, penurunan harga minyak dalam beberapa sesi terakhir turut mengurangi dukungan terhadap dolar Kanada mengingat komoditas energi merupakan salah satu ekspor utama negara tersebut. Kondisi ini membuat USD/CAD berpotensi tetap bergerak di area tinggi sambil menunggu data tenaga kerja Kanada dan AS yang akan menjadi katalis utama berikutnya. Support USDCAD berada di area 1,3860, sementara resistance di area 1,3940.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:10:00AM | US | Fed Daly Speech | |||
11:30:00AM | AU | RBA Hauser Speech | |||
2:30:00 PM | EA | ECB Tuominen Speech | |||
4:00:00 PM | EA | Employment Change QoQ Final Q1 | 0.1% | 0.2% | |
4:00:00 PM | EA | GDP Growth Rate QoQ 3rd Est Q1 | 0.1% | 0.2% | |
7:30:00 PM | US | Non Farm Payrolls MAY | 102.2K | 115K | |
7:30:00 PM | US | Unemployment Rate MAY | 4.4% | 4.3% | |
8:40:00 PM | GB | BoE Dhingra Speech |