Home
>
News
>
Publication
>
EURUSD Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS dan Ketidakpastian Geopolitik
EURUSD Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS dan Ketidakpastian Geopolitik
Wednesday, 29 April 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1713

-0.02%

GBPUSD

1.3516

0.03%

AUDUSD

0.7178

-0.06%

NZDUSD

0.5881

0.14%

USDJPY

159.56

0.03%

USDCHF

0.7893

-0.14%

USDCAD

1.3680

0.01%

GOLDUD

4598.74

-0.31%

USD/IDR

17,210

0.31%

Fokus:

  1. Permintaan safe haven terhadap dolar AS meningkat akibat ketidakpastian konflik Timur Tengah, menekan pergerakan EURUSD.
  2. Pasar menanti arah kebijakan Federal Reserve dan sikap hawkish dari European Central Bank sebagai penentu pergerakan selanjutnya.

EURUSD
Rabu, 29 April 2026
- Pasangan mata uang ini bergerak di zona negatif dan diperdagangkan di sekitar 1,1711 pada sesi Asia awal Rabu. Tekanan terhadap pasangan ini muncul seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, di tengah ketidakpastian yang masih membayangi proses gencatan senjata di Timur Tengah. Meskipun terdapat upaya diplomasi, pasar masih menilai risiko konflik belum mereda sepenuhnya.

Dari sisi geopolitik, Iran dilaporkan meminta Amerika Serikat untuk mencabut blokade di Selat Hormuz sebagai bagian dari proses negosiasi untuk mengakhiri konflik. Mediator juga memperkirakan adanya proposal baru dalam waktu dekat. Namun demikian, Iran tetap bersikukuh tidak akan membuka jalur strategis tersebut selama blokade masih diberlakukan, sehingga ketidakpastian tetap tinggi dan menopang kekuatan dolar AS.

Dari sisi kebijakan moneter, pelaku pasar menantikan keputusan suku bunga dari Federal Reserve yang diperkirakan akan kembali mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% - 3,75%. Fokus utama tertuju pada pernyataan Jerome Powell untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan ke depan, terutama terkait dampak inflasi dan risiko global.

Sementara itu, perhatian juga mengarah ke European Central Bank yang diperkirakan mengambil sikap cenderung hawkish. Pasar mulai mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang guna merespons tekanan inflasi. Kombinasi faktor global dan kebijakan ini membuat pergerakan EUR/USD cenderung terbatas dengan bias melemah dalam jangka pendek. Support berada di area 1.1680, sementara resistance berada di area 1.1750. 

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis ke kisaran 1,3520, namun masih berada dalam fase konsolidasi di sekitar level 1,3500 dalam beberapa sesi terakhir. Pergerakan harga tetap terbatas dalam rentang sekitar 1.3465 hingga 1.3580, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis kebijakan bank sentral utama. Kenaikan yang terjadi cenderung moderat dan belum menunjukkan momentum yang kuat untuk breakout.

Dari sisi fundamental, perhatian tertuju pada keputusan suku bunga Bank of England yang diperkirakan tetap di level 3,75%, dengan fokus pada arah kebijakan ke depan di tengah tekanan inflasi energi. Sementara itu, Federal Reserve juga diperkirakan menahan suku bunga, dengan pasar menanti sinyal dari Jerome Powell terkait prospek inflasi. Kombinasi faktor ini membuat pergerakan GBP/USD cenderung terbatas dengan bias netral hingga sedikit menguat dalam jangka pendek. Support berada di area 1.3490, sementara resistance berada di area 1.3560.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini gagal menembus level 0,7200 dan cenderung melemah ke kisaran 0,7174 pada sesi Asia, menyusul rilis data inflasi Australia. Indeks harga konsumen (CPI) tercatat naik 1,4% secara kuartalan dengan tingkat tahunan mencapai 4,1%, sementara inflasi inti juga menunjukkan kenaikan moderat. Namun, data tersebut tidak memberikan kejutan signifikan sehingga dolar Australia tetap tertekan di tengah sentimen pasar yang hati-hati akibat ketidakpastian geopolitik.

Meski demikian, ekspektasi kebijakan hawkish dari Reserve Bank of Australia masih menjadi faktor penopang, dengan pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Di sisi lain, pergerakan dolar AS yang relatif terbatas menjelang keputusan Federal Reserve turut menahan tekanan lebih dalam. Kombinasi faktor ini membuat AUDUSD bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek. Support berada di area 0.7140, sementara resistance berada di area 0.7200.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 0,5890 pada sesi Asia Rabu setelah sempat mengalami pelemahan ringan pada hari sebelumnya. Meski demikian, potensi kenaikan pasangan ini masih terbatas seiring dominannya sentimen risk-off akibat memudarnya harapan negosiasi damai antara AS dan Iran. Pembatalan kunjungan utusan khusus AS serta masih terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz turut menjaga ketidakpastian global tetap tinggi.

Dari sisi geopolitik, penolakan terhadap proposal terbaru Iran yang tidak mencakup isu nuklir membuat ketegangan tetap berlanjut. Kondisi ini mendorong harga minyak tetap tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Dampaknya, ekspektasi kebijakan yang lebih ketat dari Federal Reserve kembali menguat dan menopang dolar AS, sehingga membatasi ruang kenaikan NZDUSD.

Sementara itu, dari sisi domestik, Reserve Bank of New Zealand diperkirakan akan mempertahankan sikap hati-hati dengan kecenderungan pengetatan kebijakan untuk menekan inflasi yang masih tinggi. Pasar bahkan mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, terutama setelah data inflasi kuartal pertama yang kuat. Ke depan, arah NZDUSD akan sangat dipengaruhi oleh sinyal kebijakan bank sentral serta dinamika global.  Support berada di area 0.5860, sementara resistance berada di area 0.5920.

USDJPY - USD/JPY bergerak menguat tipis ke kisaran 159,61, namun masih berada dalam fase konsolidasi dan bergerak dalam rentang sempit. Kenaikan ini terjadi setelah upaya rebound dari level di bawah 159,00, meskipun belum menunjukkan momentum yang kuat untuk keluar dari pola sideways yang telah terbentuk dalam beberapa waktu terakhir.

Dari sisi fundamental, pelemahan yen masih dipengaruhi kekhawatiran terhadap dampak ekonomi akibat gangguan pasokan energi dari Timur Tengah, sementara dolar AS tetap mendapat dukungan sebagai aset safe haven. Di sisi lain, pasar masih menanti hasil pertemuan Federal Reserve, sementara sikap Bank of Japan yang cenderung hawkish belum cukup kuat mendorong penguatan yen. Namun, potensi kenaikan USDJPY diperkirakan tetap terbatas, terutama mendekati level psikologis 160,00 seiring meningkatnya spekulasi intervensi otoritas Jepang. Support berada di area 159.20, sementara resistance berada di area 159.80.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0,7882 setelah sebelumnya sempat menguat, seiring terbatasnya momentum dolar AS di tengah sikap hati-hati pelaku pasar. Meskipun ketidakpastian geopolitik masih menopang permintaan safe haven, penguatan dolar mulai tertahan, sementara franc Swiss mendapat sedikit dukungan meski tetap dibayangi potensi intervensi dari Swiss National Bank.

Di sisi lain, pasar tetap fokus pada arah kebijakan Federal Reserve, dengan ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi akibat tekanan inflasi global. Namun, menjelang keputusan tersebut, pelaku pasar cenderung menahan posisi sehingga pergerakan USDCHF menjadi lebih terbatas. Dalam jangka pendek, pasangan ini diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah ringan. Support berada di area 0.7850, sementara resistance berada di area 0.7900.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 1,3681, melanjutkan kenaikan. Pergerakan naik terlihat cukup konsisten dengan pola higher high dan higher low, meskipun sempat terkoreksi tipis setelah menyentuh puncak harian di atas 1,3690. Secara keseluruhan, pasangan ini masih berada di bawah level tertinggi bulan Maret, menandakan pemulihan yang terjadi belum sepenuhnya kuat.

Dari sisi fundamental, penguatan dolar Kanada tertahan meskipun harga minyak mentah terus naik, didorong oleh ketegangan geopolitik dan terganggunya pasokan energi global. Di sisi lain, pelaku pasar menanti keputusan kebijakan dari Bank of Canada dan Federal Reserve yang diperkirakan sama-sama mempertahankan suku bunga. Fokus utama tertuju pada arah kebijakan ke depan, terutama terkait dampak inflasi energi, sehingga pergerakan USDCAD cenderung terbatas dengan bias menguat dalam jangka pendek. Support berada di area 1.3630, sementara resistance berada di area 1.3700.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:30am

NZD

RBNZ Gov Breman Speaks

 

 

 

8:30am

AUD

CPI m/m

1.1%

0.01

0.00

8:30am

AUD

CPI y/y

4.6%

0.05

0.04

8:30am

AUD

Trimmed Mean CPI m/m

0.3%

0.3%

0.2%

All Day

EUR

German Prelim CPI m/m

 

0.007

1%

8:45pm

CAD

BOC Monetary Policy Report

 

 

 

8:45pm

CAD

BOC Rate Statement

 

 

 

8:45pm

CAD

Overnight Rate

 

0.0225

0.0225

9:30pm

CAD

BOC Press Conference

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788