| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1577 | -0.13% |
GBPUSD | 1.3148 | -0.07% |
AUDUSD | 0.6554 | -0.09% |
NZDUSD | 0.5741 | -0.16% |
USDJPY | 153.79 | 0.24% |
USDCHF | 0.8013 | 0.07% |
USDCAD | 1.3978 | 0.06% |
GOLDUD | 4021.47 | 0.62% |
USD/IDR | 16635 | 0.00% |
Fokus EURUSD:
Jumat, 31 Oktober 2025 – Euro dibuka di 1.1577 dan melemah -0.13%. Euro tertekan terhadap dolar AS setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 2% pada pertemuan Oktober 2025. Keputusan ini menandai tiga kali pertemuan berturut-turut di mana ECB tidak melakukan perubahan kebijakan, menegaskan sikap hati-hati bank sentral terhadap ketidakpastian ekonomi global. Presiden ECB Christine Lagarde menyebut kebijakan moneter saat ini “berada di posisi yang baik” karena inflasi sudah mendekati target 2% dan perekonomian masih menunjukkan ketahanan di tengah pelemahan global. Namun, proyeksi inflasi yang diperkirakan masih akan sedikit berada di bawah target pada 2026–2028 memberi sinyal bahwa tekanan deflasi belum sepenuhnya hilang, dan ruang pelonggaran lanjutan tetap terbuka.
Dari sisi fundamental kawasan, pertumbuhan ekonomi zona euro hanya naik 0,2% pada kuartal ketiga, mencerminkan ekspansi yang moderat namun stabil. Faktor utama penopangnya adalah pasar tenaga kerja yang masih solid dan surplus neraca perdagangan yang relatif bertahan. Meski demikian, ECB mengakui risiko global masih tinggi, terutama dari tensi geopolitik di Timur Tengah serta ketidakpastian perdagangan dunia. Lagarde juga menyoroti perbaikan hubungan dagang antara AS dan Tiongkok, serta gencatan senjata di Gaza sebagai faktor yang menurunkan risiko penurunan pertumbuhan, tetapi belum cukup kuat untuk menumbuhkan momentum baru bagi ekonomi kawasan.
Sementara itu, dolar AS mendapatkan dukungan kuat dari keputusan Federal Reserve (The Fed) yang menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin namun menyatakan tidak ada jaminan akan adanya pemangkasan lanjutan dalam waktu dekat. Sikap hati-hati The Fed ini justru memperkuat posisi dolar karena menandakan keyakinan bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh tanpa stimulus tambahan. Powell menekankan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap kuat dan risiko inflasi masih terjaga, sehingga kebijakan moneter AS kini bergerak menuju keseimbangan. Dengan perbedaan arah kebijakan ini ECB cenderung dovish sementara The Fed relatif hawkish arus modal global kembali mengalir ke aset berdenominasi dolar AS, membuat euro berada di bawah tekanan terhadap greenback.
Harga pada pasangan mata uang EURUSD melemah. Support terdekat berada di 1.1550, sementara resistance di 1.1605. Support lanjutan di zona 1.1515 dan dilanjutkan ke zona 1.1470. Resistance lanjutan di zona 1.1650 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1695.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3148, turun -0.07%. Pound sterling (GBP) terus tertekan terhadap dolar AS (USD) dan mencatatkan pelemahan ke level terendah enam bulan. Penurunan tajam ini dipicu oleh nada hawkish dari Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, yang menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember “belum tentu terjadi.” Sikap hati-hati Powell tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan memperkuat dolar di tengah ekspektasi pasar yang semula mengantisipasi pelonggaran lebih lanjut. Di sisi lain, pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 3,75%–4,00% serta berakhirnya kebijakan pengetatan neraca (QT) pada 1 Desember turut memperkuat persepsi bahwa Fed masih fokus menjaga inflasi, bukan menambah stimulus. Faktor-faktor ini menjadi beban bagi GBPUSD yang kini berada di bawah rata-rata pergerakan 200-hari, mengindikasikan tren bearish jangka menengah masih dominan. Dari dalam negeri Inggris, fokus pasar tertuju pada keputusan suku bunga Bank of England (BoE) dan rencana anggaran pemerintah minggu depan. Ketidakpastian kebijakan fiskal, termasuk kemungkinan kenaikan pajak penghasilan sebesar 2% dan penghapusan pajak keuntungan migas, meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Inggris. Kombinasi outlook ekonomi yang suram, inflasi yang mulai stabil, serta sikap hati-hati BoE membuat pound kehilangan daya tariknya. Dengan latar belakang ini, GBPUSD berpotensi melanjutkan pelemahan menuju kisaran 1.3050 dalam jangka pendek, selama dolar AS tetap didukung oleh kebijakan Fed yang relatif lebih ketat dan meningkatnya permintaan aset safe haven. Support terdekat berada di 1.3120, dan resistance di 1.3175.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6554, melemah -0.09%. Dolar Australia (AUD) melemah terhadap dolar AS (USD) dan diperdagangkan di kisaran 0.6550, di tengah kombinasi tekanan eksternal dari penguatan greenback dan sentimen pasar yang cenderung berhati-hati. Keputusan The Fed untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00% diimbangi dengan pernyataan hawkish dari Jerome Powell yang menyiratkan jeda dalam siklus pelonggaran berikutnya. Nada ini mendorong imbal hasil obligasi AS naik dan memperlemah mata uang berisiko seperti AUD. Di sisi lain, data PMI Tiongkok yang menunjukkan kontraksi aktivitas manufaktur (49,0 di Oktober dari 49,8 di September) menekan sentimen pasar karena Australia memiliki keterkaitan perdagangan yang kuat dengan ekonomi Tiongkok. Namun demikian, dari dalam negeri Australia, tekanan terhadap AUD sedikit terbatas setelah inflasi kuartal III tercatat naik 1,3% secara kuartalan, melampaui ekspektasi 1,1%. Angka ini menurunkan spekulasi pemangkasan suku bunga tambahan oleh Reserve Bank of Australia (RBA), dengan pasar kini memperkirakan kebijakan moneter akan tetap stabil hingga akhir tahun. Fokus selanjutnya tertuju pada rilis data PPI dan perkembangan ekonomi Tiongkok yang berpotensi menentukan arah AUD selanjutnya. Support terdekat berada di 0.6530, dan resistance di 0.6575.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5741 dan turun -0.16%. Dolar Selandia Baru (NZD) juga melemah terhadap dolar AS (USD) meskipun sempat mendapatkan dukungan dari hasil survei ANZ Business Outlook yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan bisnis. Indeks keyakinan bisnis melonjak ke 58,1 di Oktober dari 49,6 pada bulan sebelumnya, sementara aktivitas yang diharapkan naik ke 44,6, level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Data ini menggambarkan adanya tanda-tanda pemulihan ekonomi di Selandia Baru, namun pasar tetap memperkirakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,25% pada pertemuan 26 November mendatang. Ekspektasi pelonggaran ini menekan ruang penguatan NZD, terlebih dengan dolar AS yang menguat pasca pernyataan hawkish dari Fed. Selain itu, ketidakpastian global dan hubungan perdagangan dengan Tiongkok tetap menjadi faktor penting bagi arah NZDUSD. Meskipun ada optimisme atas potensi pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk meredakan tensi dagang, pasar masih menilai risiko pertumbuhan global cukup tinggi. The Fed yang menegaskan komitmen menahan suku bunga tinggi untuk waktu lebih lama membuat USD tetap menjadi pilihan utama investor. Support terdekat berada di 0.5720, dan resistance di 0.5765.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 153.79, menguat 0.24%. Pasangan USDJPY kembali menguat setelah sempat terkoreksi ke level 153,80 pada sesi Asia, menyusul data inflasi Tokyo dan penjualan ritel Jepang yang di atas ekspektasi. Data Tokyo CPI naik 2,8% secara tahunan pada Oktober, melampaui ekspektasi 2,6%, memperkuat spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) mungkin akan mengarah pada kebijakan yang lebih ketat dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, produksi industri Jepang meningkat 2,2% per bulan, menandakan aktivitas manufaktur mulai pulih setelah beberapa bulan melemah. Namun, di tengah sinyal positif tersebut, BoJ tetap menahan suku bunga di level 0,5%, dengan mayoritas anggota dewan memilih untuk mempertahankan kebijakan ultra-longgar. Meskipun data ekonomi Jepang menunjukkan perbaikan, dolar AS berhasil kembali menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengurangan tarif terhadap Tiongkok dari 57% menjadi 47%, sekaligus menyelesaikan sengketa perdagangan logam rare earth. Kebijakan ini menambah optimisme terhadap stabilitas perdagangan global dan menopang permintaan terhadap dolar AS. Imbal hasil obligasi AS yang masih tinggi juga turut menjaga daya tarik dolar dibanding yen, membuat pasangan USD/JPY berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, selama BoJ tetap mempertahankan pendekatan yang berhati-hati terhadap normalisasi kebijakan moneternya. Support terdekat berada di 153.50, dan resistance di 154.10.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8013 dan naik 0.07%. Pasangan USDCHF juga menguat ke kisaran 0,8000, didukung oleh kombinasi kebijakan The Fed yang cenderung hawkish dan membaiknya sentimen perdagangan global. Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00%, namun Ketua Jerome Powell menegaskan bahwa pemangkasan lanjutan belum menjadi kepastian. Nada ini direspons positif oleh pasar sebagai sinyal bahwa kebijakan moneter AS tetap fokus menjaga stabilitas inflasi dan pertumbuhan, mendorong permintaan terhadap dolar AS. Selain itu, kesepakatan gencatan dagang selama satu tahun antara AS dan Tiongkok yang meliputi pelonggaran tarif serta komitmen Tiongkok melanjutkan impor pertanian turut memperkuat selera risiko pasar. Sementara itu, franc Swiss tetap melemah karena komentar dari pejabat Swiss National Bank (SNB) yang menegaskan bahwa kebijakan moneter akan tetap longgar dalam jangka waktu yang lama. SNB menekankan kesiapan untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan, serta tidak menutup kemungkinan untuk kembali menerapkan suku bunga negatif. Dengan kombinasi kebijakan dovish dari SNB dan penguatan fundamental dolar AS, USDCHF berpotensi tetap pada tren bullish moderat selama ekspektasi terhadap suku bunga tinggi di AS terus bertahan. Support terdekat berada di 0.7990, dan resistance di 0.8030.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3978, menguat tipis 0.06%. Dolar AS juga menunjukkan penguatan terhadap dolar Kanada, bergerak di sekitar level 1,3950 pada sesi Eropa. Sentimen pasar menguat setelah tercapainya kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang mencakup pengurangan tarif serta penyelesaian sengketa ekspor rare earth. Langkah ini mendukung optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan global, sekaligus memperkuat posisi dolar AS. Sementara itu, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember belum pasti, memperkuat persepsi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama, yang menjadi katalis tambahan bagi penguatan dolar. Di sisi lain, dolar Kanada mendapat tekanan setelah Bank of Canada (BoC) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,25%. Meskipun pemotongan ini sesuai ekspektasi pasar, nada hawkish dari Gubernur Tiff Macklem mengindikasikan bahwa BoC mungkin telah mencapai akhir dari siklus pelonggaran. Namun, ketergantungan ekonomi Kanada terhadap ekspor energi serta dampak tarif perdagangan terhadap outlook ekonomi masih membatasi potensi penguatan loonie. Kombinasi antara dolar AS yang kuat dan prospek kebijakan moneter Kanada yang berhati-hati membuat USDCAD berpotensi mempertahankan tren naik dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 1.3955, dan resistance di 1.4005.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | CHF | Gov Board Member Tschudin Speaks | - | - | - |
12:20am | USD | FOMC Member Logan Speaks | - | - | - |
6:30am | JPY | Tokyo Core CPI y/y | 2.8% | 2.6% | 2.5% |
6:30am | JPY | Unemployment Rate | 2.6% | 2.5% | 2.6% |
6:50am | JPY | Prelim Industrial Production m/m | 2.2% | 1.5% | -1.5% |
6:50am | JPY | Retail Sales y/y | 0.5% | 0.8% | -0.9% |
7:30am | AUD | PPI q/q | 1.0% | 0.8% | 0.7% |
7:30am | AUD | Private Sector Credit m/m | 0.6% | 0.6% | 0.6% |
8:30am | CNY | Manufacturing PMI | 49 | 49.6 | 49.8 |
8:30am | CNY | Non-Manufacturing PMI | 50.1 | 50.1 | 50 |
12:00pm | JPY | Housing Starts y/y | - | -7.8% | -9.8% |
2:00pm | EUR | German Import Prices m/m | - | -0.2% | -0.5% |
2:00pm | EUR | German Retail Sales m/m | - | 0.2% | -0.2% |
2:00pm | GBP | Nationwide HPI m/m | - | 0.0% | 0.5% |
2:30pm | CHF | Retail Sales y/y | - | 0.3% | -0.2% |
2:45pm | EUR | French Prelim CPI m/m | - | 0.1% | -1.0% |
5:00pm | EUR | Core CPI Flash Estimate y/y | - | 2.3% | 2.4% |
5:00pm | EUR | CPI Flash Estimate y/y | - | 2.1% | 2.2% |
5:00pm | EUR | Italian Prelim CPI m/m | - | 0.0% | -0.2% |
7:30pm | CAD | GDP m/m | - | 0.0% | 0.2% |
8:30pm | USD | FOMC Member Logan Speaks | - | - | - |
8:45pm | USD | Chicago PMI | - | 42.3 | 40.6 |
11:00pm | USD | FOMC Member Bostic Speaks | - | - | - |
11:00pm | USD | FOMC Member Hammack Speaks | - | - | - |
8:55pm | USD | FOMC Member Bowman Speaks | - | - | - |
9:30pm | USD | Natural Gas Storage | - | 71B | 87B |