Home
>
News
>
Publication
>
Euro Terpukul Risiko Politik Eropa dan Penantian Data AS Selanjutnya
Euro Terpukul Risiko Politik Eropa dan Penantian Data AS Selanjutnya
Tuesday, 02 September 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1710

-0.11%

GBPUSD

1.3542

-0.10%

AUDUSD

0.6551

-0.18%

NZDUSD

0.5894

-0.08%

USDJPY

147.17

0.28%

USDCHF

0.8002

0.16%

USDCAD

1.3750

0.02%

GOLDUD

3475.9

0.95%

USD/IDR

16458

0.00%

Fokus EURUSD:

  1. Dolar AS Stabil Menjelang Data Penting
  2. Risiko Politik Prancis Membebani Euro

Selasa, 02 September 2025 – Pasangan Euro dibuka di 1.1710 dan melemah -0.11%. EURUSD mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan setelah sebelumnya sempat bertahan di area 1.1700–1.1730 berkat sentimen dovish dari The Federal Reserve. Ekspektasi pasar bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September telah mendorong penguatan Euro di awal pekan, terlebih setelah data PCE AS dirilis sesuai perkiraan dan tidak memberikan kejutan hawkish. Namun, Dolar AS mulai stabil pada perdagangan Selasa karena investor memilih berhati-hati menjelang data penting Nonfarm Payrolls (NFP) dan ISM Manufacturing PMI. Faktor politik di AS juga turut berperan, dengan ketidakpastian seputar independensi Fed setelah pemecatan Gubernur Lisa Cook serta wacana darurat perumahan dari pemerintahan Trump yang memunculkan keresahan pasar. Dengan kombinasi tersebut, momentum Euro kehilangan tenaga dan pair mulai terkoreksi.

Dari sisi Eropa, Euro mendapat tekanan tambahan akibat ketidakpastian politik yang semakin nyata. Fokus pasar kini tertuju pada Prancis, di mana Perdana Menteri Bayrou diperkirakan kalah dalam voting mosi tidak percaya pada 8 September mendatang. Lonjakan imbal hasil obligasi Prancis, khususnya tenor 30 tahun yang mencapai level tertinggi sejak 2011, memperburuk sentimen terhadap stabilitas fiskal kawasan Euro. Meski data PMI manufaktur HCOB untuk Agustus menunjukkan ekspansi tipis di 50,7 dan PMI komposit naik ke 51,1, ketidakpastian politik dan risiko fiskal lebih dominan dalam membentuk persepsi pasar. Inflasi Jerman yang lebih tinggi dari perkiraan (2,1% YoY) memang sempat menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga ECB, tetapi komentar Presiden ECB Christine Lagarde yang cenderung berhati-hati menegaskan sikap wait-and-see, sehingga ruang penguatan Euro tetap terbatas. Dengan kondisi ini, investor lebih memilih mengurangi eksposur terhadap Euro meskipun terdapat data makro yang relatif solid.

Ke depan, pergerakan EURUSD sangat bergantung pada kombinasi faktor makroekonomi AS dan dinamika politik Eropa. Jika data NFP dan PMI AS menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja serta aktivitas ekonomi yang stabil, hal ini bisa meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed, sehingga Dolar AS berpotensi menguat lebih jauh dan menekan Euro. Sebaliknya, jika data ketenagakerjaan melemah, pasar bisa kembali mempertebal spekulasi pemangkasan suku bunga, meski sentimen negatif dari Eropa dapat membatasi ruang apresiasi Euro. Secara keseluruhan, prospek jangka pendek EURUSD cenderung melemah, dengan area 1.1650–1.1670 berpotensi diuji jika Dolar AS menemukan dukungan dari data fundamental, sementara ketidakpastian politik di Eropa tetap menjadi katalis utama yang membebani outlook Euro.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD melemah. Support terdekat berada di 1.1680, sementara resistance berada di 1.1740. Support lanjutan di zona 1.1650 dan dilanjutkan ke zona 1.1610. Resistance lanjutan di zona 1.1770 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1810.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3542 dan terkoreksi -0.10%. Pound Sterling berbalik melemah setelah sempat menguat di awal pekan, seiring dominasi faktor eksternal dari Amerika Serikat yang lebih menekan arah pergerakan. Investor kini lebih berhati-hati menghadapi rilis data tenaga kerja AS, termasuk ADP, klaim pengangguran, hingga Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan sangat menentukan keputusan suku bunga Federal Reserve pada 17 September mendatang. Meski probabilitas pemangkasan suku bunga oleh The Fed masih tinggi di atas 85%, data inflasi inti PCE AS yang stabil di 2,9% memberi alasan bagi sebagian pelaku pasar untuk tetap skeptis apakah Fed akan agresif memangkas. Kondisi ini mendorong USD untuk menahan pelemahan lebih lanjut, sehingga GBPUSD terkoreksi setelah gagal mempertahankan momentum di area 1.36. Dari sisi domestik, Inggris sendiri masih menghadapi tantangan fundamental yang cukup besar. Data ekonomi terbaru seperti Nationwide Housing Price Index menunjukkan pelemahan, sementara Manufacturing PMI tetap bertahan di wilayah kontraksi di 47,0. Selain itu, wacana kebijakan fiskal baru dari Menteri Keuangan Rachel Reeves, termasuk potensi pajak tambahan pada sektor perbankan, menambah ketidakpastian jangka menengah bagi outlook pertumbuhan Inggris. Sementara BoE memang diperkirakan masih menahan suku bunga bulan ini, ekspektasi pasar sudah memperhitungkan adanya pelonggaran bertahap pada 2025-2026. Kombinasi tekanan eksternal dari kekuatan USD dan lemahnya prospek domestik membuat GBPUSD cenderung rawan koreksi dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3510, dan resistance berada di 1.3570.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6551 dan turun -0.18%. Aussie Dollar mulai kehilangan tenaga setelah reli singkat awal pekan, seiring pasar global kembali mencermati lemahnya outlook permintaan dari Tiongkok. PMI Manufaktur China yang masih berada di bawah 50 menunjukkan kontraksi berlanjut, sehingga menekan prospek ekspor Australia, terutama pada sektor komoditas seperti bijih besi. Harga komoditas yang melemah otomatis mengurangi arus masuk valuta asing bagi Australia, dan ini menekan daya tahan AUD meskipun sempat diuntungkan dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Selain itu, pasar kini menanti data GDP Australia kuartal kedua yang diperkirakan hanya tumbuh 0,5% QoQ. Pertumbuhan yang lemah ini berpotensi menambah tekanan pada AUDUSD bila hasilnya lebih rendah dari ekspektasi. Dari sisi kebijakan moneter, Reserve Bank of Australia (RBA) tetap berhati-hati dan menegaskan pendekatan data-dependent. Meski inflasi domestik sempat menunjukkan tanda kenaikan, bank sentral tampaknya tidak memiliki cukup ruang untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Sebaliknya, jika data pertumbuhan memburuk, RBA bisa saja mempertimbangkan pelonggaran lebih cepat. Dengan pasar tenaga kerja AS menjadi fokus utama pekan ini, setiap data kuat dari Amerika akan menambah kekuatan USD dan memperdalam pelemahan AUDUSD. Singkatnya, meskipun sentimen dovish The Fed sempat membantu Aussie, faktor eksternal dari China dan potensi lemahnya data domestik membuat AUDUSD lebih rentan terhadap koreksi di fase berikutnya. Support terdekat berada di 0.6520, sedangkan resistance berada di 0.6575.

NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5894 dan melemah -0.08%. Dollar Kiwi juga mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan meskipun sempat bertahan positif didukung data domestik. Rilis Building Permits Selandia Baru yang tumbuh 5,4% MoM memang memberi sentimen sementara, namun dampaknya cepat mereda karena investor lebih fokus pada faktor eksternal. Mengingat Selandia Baru sangat bergantung pada hubungan dagang dengan China, data PMI Manufaktur Caixin China yang masih rapuh walaupun naik ke 50,5 tetap menimbulkan kekhawatiran. Bila perlambatan ekonomi China berlanjut, maka permintaan terhadap produk ekspor Selandia Baru akan tertekan, dan ini menekan outlook NZD. Hal tersebut membuat NZDUSD sulit menjaga momentum penguatan di tengah sentimen global yang berubah cepat. Dari Amerika, investor menunggu data tenaga kerja utama yang berpotensi menentukan arah Fed. Walaupun ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga sudah tinggi, komentar dovish dari pejabat Fed seperti Mary Daly tidak cukup kuat untuk menekan USD lebih jauh, apalagi bila data NFP keluar solid. Kondisi ini berisiko memperlebar tekanan pada NZDUSD karena fundamental domestik Selandia Baru tidak cukup kuat untuk melawan arus modal ke USD. Selain itu, ketidakpastian perdagangan global akibat kebijakan tarif Presiden Trump yang dinilai ilegal oleh pengadilan AS justru menambah noise bagi pasangan ini. Dalam kondisi seperti ini, prospek jangka pendek NZDUSD masih cenderung melemah seiring investor mengutamakan aset safe haven dan menunggu kejelasan langkah kebijakan Fed. Support terdekat berada di 0.5870, sementara resistance berada di 0.5920.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 147.17 dan menguat 0.28%. USDJPY bergerak menguat didorong pelemahan Yen Jepang akibat ketidakpastian waktu kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ). Meski data belanja modal kuartal II menunjukkan peningkatan investasi, pasar masih ragu kapan BoJ benar-benar menaikkan suku bunga lanjutan, sehingga tekanan jual terhadap JPY meningkat. Sementara itu, Dolar AS tetap mendapat dukungan dari permintaan safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik, meski ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September mencapai hampir 90%. Divergensi kebijakan antara BoJ yang masih condong hawkish dengan Fed yang berpotensi dovish membuat USDJPY cenderung ditopang. Faktor eksternal juga mendukung penguatan pasangan ini. Pasar Asia menunjukkan pemulihan terbatas, yang melemahkan daya tarik Yen sebagai aset aman. Di sisi AS, fokus tertuju pada rangkaian data penting, mulai dari ISM Manufacturing PMI, JOLTS Job Openings, hingga NFP pada akhir pekan. Jika data ketenagakerjaan AS tidak terlalu lemah, maka peluang Dolar AS tetap bertahan cukup kuat sehingga USDJPY berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistensi 148.00. Namun, investor tetap berhati-hati karena volatilitas akan meningkat seiring padatnya jadwal rilis data ekonomi pekan ini. Support terdekat berada di 146.80, dan resistance berada di 147.50.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8002 dan naik 0.16%. USDCHF berhasil rebound tipis setelah sebelumnya tertekan oleh pelemahan luas Dolar AS. Meski pasar masih memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga pada September, penguatan USD terjadi karena investor menyeimbangkan ekspektasi terhadap data tenaga kerja AS pekan ini. Dengan yield obligasi AS yang stabil di tengah ekspektasi kebijakan moneter longgar, USDCHF memperoleh ruang untuk pemulihan, meski masih terbatas. Data inflasi dan belanja AS sebelumnya tetap menegaskan adanya tekanan harga, sehingga pasar tidak sepenuhnya melepas posisi USD.Dari sisi Swiss, kondisi fundamental cenderung netral. Pertumbuhan ekonomi kuartal II hanya naik 0.1%, yang menegaskan bahwa Swiss National Bank (SNB) belum memiliki alasan untuk mengubah kebijakan ultra-longgar. Namun, faktor safe haven Franc yang biasanya menjadi penguat justru teredam karena investor global lebih menunggu arah kebijakan Fed. Dengan latar belakang ini, USDCHF berpotensi mempertahankan bias penguatan moderat sepanjang pekan, apalagi bila data NFP AS tidak memberikan kejutan negatif yang besar terhadap prospek ekonomi AS. Support terdekat berada di 0.7980, dan resistance berada di 0.8030.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3750 dengan penguatan tipis 0.02%. USDCAD kembali menguat ke sekitar 1.3750 setelah sempat melemah beberapa hari terakhir. Dorongan utama berasal dari Dolar AS yang bangkit pasca rilis data PCE yang menunjukkan inflasi inti masih bertahan di level tinggi, sehingga menimbulkan keraguan apakah Fed akan melakukan pemangkasan agresif. Meskipun probabilitas penurunan suku bunga September masih tinggi, pasar memilih untuk melakukan penyeimbangan posisi menjelang data ketenagakerjaan AS pekan ini. Kondisi ini membuat USD mendapat napas tambahan untuk rebound, menopang kenaikan USDCAD. Sementara itu, Dolar Kanada menghadapi tekanan dari fundamental domestik. PDB Kanada kuartal II mengalami kontraksi 0.4%, lebih buruk dari ekspektasi, terutama akibat penurunan ekspor dan investasi bisnis yang terdampak tarif perdagangan. Ekspektasi bahwa Bank of Canada (BoC) akan melonggarkan kebijakan semakin menguat, sehingga CAD kehilangan daya tarik meski harga minyak mentah tetap relatif stabil. Dengan kombinasi pelemahan ekonomi Kanada dan pemulihan USD, arah pergerakan USDCAD ke depan cenderung bullish, setidaknya sampai adanya kejutan positif dari data tenaga kerja Kanada yang akan dirilis akhir pekan. Support terdekat berada di 1.3720, sementara resistance berada di 1.3780.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

5:45am

NZD

Overseas Trade Index q/q

4.1%

2.0%

1.9%

6:50am

JPY

Monetary Base y/y

-4.1%

-3.5%

-3.9%

8:30am

AUD

Current Account

-13.7B

-15.9B

-14.1B

10:35am

JPY

10-y Bond Auction

-

-

1.46|3.1

1:45pm

EUR

French Gov Budget Balance

-

-

-100.4B

2:00pm

EUR

Spanish Unemployment Change

-

14.2K

-1.4K

4:00pm

EUR

Core CPI Flash Estimate y/y

-

2.2%

2.3%

4:00pm

EUR

CPI Flash Estimate y/y

-

2.1%

2.0%

8:30pm

CAD

Manufacturing PMI

-

-

46.1

8:45pm

USD

Final Manufacturing PMI

-

53.3

53.3

9:00pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

ISM Manufacturing PMI

-

49

48

9:00pm

USD

ISM Manufacturing Prices

-

65.1

64.8

9:00pm

USD

Construction Spending m/m

-

-0.1%

-0.4%

Tentative

USD

RCM/TIPP Economic Optimism

-

51.8

50.9

Tentative

NZD

GDT Price Index

-

-

-0.30%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788