| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1591 | 0.21% |
GBPUSD | 1.3218 | 0.23% |
AUDUSD | 0.6536 | 0.31% |
NZDUSD | 0.5723 | 0.37% |
USDJPY | 156.05 | -0.37% |
USDCHF | 0.8037 | -0.16% |
USDCAD | 1.3971 | -0.05% |
GOLDUD | 4226.31 | 0.41% |
USD/IDR | 16,668 | -0.08% |
Fokus EUR/USD:
Senin, 01 Desember 2025 - Euro dibuka di 1.1585 dan melemah -0.09%. EUR/USD menguat pada awal pekan seiring meningkatnya tekanan terhadap Dolar AS akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan Desember. Indeks Dolar bergerak dekat level terendah dua pekan setelah sejumlah pejabat Federal Reserve memberikan sinyal yang lebih lunak terkait prospek kebijakan moneter, sehingga pasar kembali agresif menempatkan peluang penurunan suku bunga pada kisaran delapan puluh hingga delapan puluh tujuh persen. Penurunan imbal hasil obligasi AS serta perbaikan sentimen risiko global memperlemah posisi Dolar sebagai aset safe haven dan menciptakan ruang bagi Euro untuk melanjutkan tren penguatan di atas area 1.1600. Faktor eksternal ini menjadi pendorong utama yang konsisten menopang reli pasangan mata uang tersebut sepanjang sesi Asia.
Dari sisi Eropa, Euro mendapatkan dukungan tambahan setelah notulen rapat European Central Bank menunjukkan dukungan bulat untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Pernyataan bahwa kebijakan saat ini berada pada posisi yang memadai memperkuat pandangan bahwa siklus pelonggaran telah berakhir, setidaknya untuk beberapa kuartal mendatang. Pelaku pasar hampir menghapuskan kemungkinan pemangkasan suku bunga tambahan pada tahun 2025 dan kini hanya memberi peluang sekitar empat puluh persen terhadap perubahan kebijakan pada akhir 2026. Meski data ekonomi kawasan masih bervariasi, seperti inflasi Jerman yang menunjukkan peningkatan ringan dan pertumbuhan Italia yang hanya bergerak tipis, stabilitas prospek kebijakan moneter memberikan dasar yang lebih solid bagi Euro untuk mempertahankan momentum apresiasinya.
Namun, prospek jangka pendek EUR/USD tetap bergantung pada serangkaian data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan Eropa yang dirilis pekan ini. Pasar menantikan laporan ISM Manufacturing Amerika Serikat, data industri, serta pembaruan klaim pengangguran untuk mengukur seberapa dalam perlambatan ekonomi AS yang dapat memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga. Di Eropa, rilis final PMI kawasan Euro dan pembaruan inflasi akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai ketahanan aktivitas ekonomi. Jika data AS kembali melemah sementara indikator di Eurozone tetap stabil, pasangan EUR/USD berpotensi memperpanjang tren penguatan dan menguji area lebih tinggi, terutama apabila harga mampu mempertahankan posisi di atas garis rata rata dua ratus harian yang dianggap sangat penting oleh pelaku pasar global.
Secara teknikal kinerja mata uang EUR/USD menguat. Support terdekat berada di 1.1560, sementara resistance berada di 1.1605. Support selanjutnya berada pada level 1.1530 dan dilanjutkan ke level 1.1505. Sedangkan resistance lanjutan di area 1.1645 hingga 1.1680.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3148, turun -0.13%. GBP/USD menguat seiring melemahnya Dolar AS akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang kini mencapai hampir 87% menjelang pertemuan Desember. Data inflasi AS yang lebih lembut, ditambah turunnya klaim pengangguran, memperkuat keyakinan pasar bahwa siklus pelonggaran moneter akan berlanjut. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi Pound, terlebih ketika pasar masih mencerna dampak dari Autumn Budget Inggris yang mencakup kenaikan pajak sebesar £26 miliar serta berbagai perubahan struktural dalam belanja pemerintah. Meskipun volatilitas sempat meningkat setelah pernyataan pejabat The Fed yang lebih dovish, posisi Cable tetap berada di area atas 1.32, menunjukkan sentimen bullish yang bertahan. Namun, kenaikan Pound cenderung terbatas karena pasar juga mulai memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga Bank of England (BoE) pada Desember. Komentar dari policymaker BoE yang menyoroti pelemahan aktivitas ekonomi dan munculnya slack di pasar tenaga kerja menjadi alasan pasar berhati-hati terhadap reli lanjutan. Meski demikian, revisi proyeksi pertumbuhan Inggris oleh OBR ke 1.5% untuk 2025 memberikan sedikit penopang bagi Pound. Dengan kombinasi Fed yang dovish tetapi BoE yang juga mengarah ke pelonggaran, GBP/USD cenderung bergerak bullish namun tetap rawan koreksi jangka pendek bila ekspektasi pemangkasan BoE menguat. Support terdekat berada di 1.3120, dan resistance di 1.3175.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6511 dan melemah cukup signifikan -0.32%. AUD/USD memperpanjang penguatan meski dirilisnya data PMI China yang kembali masuk fase kontraksi. Pasar menilai dampak negatif dari data tersebut terbatas karena adanya langkah stimulus baru dari pemerintah China dan meredanya tensi perdagangan. Selain itu, ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga bulan depan membuat Dolar AS tertekan, sehingga AUD sebagai mata uang berisiko mendapatkan dorongan tambahan. Breakout harga di atas MA 100-hari juga memperkuat bias bullish jangka pendek, dikombinasikan dengan dinamika risk-on di pasar global. Dari sisi domestik, AUD juga mendapat dukungan dari inflasi Australia yang tetap berada di atas target 2-3%, sehingga peluang RBA mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga kembali masih terbuka. Data Private Sector Credit yang tumbuh 0.7% menunjukkan permintaan domestik masih kuat, mengurangi urgensi pelonggaran. Pasar memandang RBA sebagai salah satu bank sentral paling hawkish di wilayah G10 saat ini, sementara The Fed berada di jalur pemangkasan agresif. Divergensi kebijakan ini membuat AUD/USD berpotensi mempertahankan tren penguatan bila data AS semakin melemah dan risk appetite tetap solid. Support terdekat berada di 0.6485, dan resistance di 0.6535.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5661 dan melemah -0.44%. NZD/USD bertahan menguat setelah mencatat reli mingguan terbaik sejak Mei, meskipun sentimen dari China kurang mendukung akibat penurunan PMI ke wilayah kontraksi. Pasar menilai bahwa kebijakan stimulus China dan stabilisasi hubungan dagang masih mampu membatasi tekanan pada ekonomi kawasan, sehingga dampaknya terhadap Kiwi tidak terlalu besar. Selain itu, pelemahan Dolar AS akibat meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga Fed di bulan Desember menjadi faktor utama mengangkat NZD/USD mendekati area 0.57. Sementara itu, sikap RBNZ yang melakukan “hawkish cut” memotong suku bunga namun menegaskan bahwa siklus easing telah berakhirmemberi fondasi fundamental yang lebih kuat bagi Kiwi. Perbedaan arah kebijakan antara RBNZ yang menahan penurunan lanjutan dengan The Fed yang menuju easing agresif membuat Kiwi tetap atraktif. Pasar juga menilai tekanan inflasi jangka menengah di Selandia Baru masih relevan, sehingga ruang pengetatan kembali tidak sepenuhnya tertutup. Selama sentimen global stabil dan USD tetap tertekan, NZD/USD berpeluang mempertahankan tren bullish jangka pendek. Support terdekat berada di 0.5635, dan resistance di 0.5685.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 155.36, menguat terhadap dolar AS sebesar 0.15%. USD/JPY melemah seiring meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember, membuat USD kehilangan daya tariknya. Data tenaga kerja AS yang lebih lemah serta komentar dovish dari pejabat Fed menekan imbal hasil obligasi AS, sehingga Yen memperoleh ruang penguatan. Selain itu, pasar bersiap menunggu pernyataan Gubernur BOJ Ueda, yang dipandang berpotensi memberi sinyal lebih jelas terkait rencana kenaikan suku bunga pada Desember atau Januari. Meski demikian, pelemahan USD/JPY cenderung terhambat oleh kekhawatiran pasar atas rencana pemerintah Jepang menerbitkan lebih banyak obligasi untuk membiayai paket stimulus 21.3 triliun Yen. Kondisi ini menambah tekanan pada fundamental fiskal Jepang dan membatasi apresiasi Yen. Walaupun data Tokyo CPI dan Retail Sales menunjukkan ketahanan ekonomi yang mendukung kenaikan suku bunga BOJ, ketidakpastian fiskal membuat penurunan USD/JPY berlangsung terbatas dan tidak seagresif mata uang mayor lainnya. Support terdekat berada di 155.00, dan resistance di 155.70.
USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7979 dan menguat 0.31%. USD/CHF melemah mengikuti pelemahan luas Dolar AS akibat meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga Fed pada pertemuan Desember. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah menekan imbal hasil obligasi AS, membuat Swiss Franc mendapatkan dorongan sebagai aset safe haven defensif. Kondisi risk-on moderat di pasar juga mendukung pelemahan USD, karena investor lebih memilih mata uang berimbal hasil lebih tinggi atau aset dengan risiko lebih rendah seperti Franc. Selain itu, prospek kebijakan Swiss National Bank (SNB) yang cenderung tetap berhati-hati terhadap inflasi membuat CHF tetap cukup kuat. SNB telah menegaskan fokus pada stabilitas harga, dan selama USD berada dalam tekanan akibat sentimen dovish The Fed, USD/CHF diperkirakan tetap bergerak turun. Dengan yield AS menurun dan pasar meyakini bahwa USD memasuki fase pelemahan struktural jangka pendek, USD/CHF cenderung mempertahankan bias bearish selama momentum pasar global tidak berubah signifikan. Support terdekat berada di 0.7955, dan resistance di 0.8005.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3998, melemah tipis -0.13%. USD/CAD melemah setelah rilis data GDP Kanada yang menunjukkan pemulihan kuat pada Q3 dengan pertumbuhan tahunan mencapai 2.6%, jauh di atas ekspektasi. Kenaikan ekspor dan penurunan impor menjadi pendorong utama performa ekonomi, bahkan saat konsumsi domestik melemah. Pemulihan ini memperkuat keyakinan bahwa Bank of Canada mungkin mempertahankan suku bunga pada Desember setelah sebelumnya memotong 25 bps di Oktober, karena prospek ekonomi dianggap kembali stabil. Sementara itu, Dolar AS terus mengalami tekanan akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed yang kini diprices hampir 85%. Divergensi kebijakan antara BoC yang kemungkinan menahan suku bunga dengan Fed yang semakin dovish memperlebar ruang pelemahan USD/CAD. Selama momentum risk-on pasar bertahan dan data Kanada tidak menunjukkan penurunan tajam, pasangan ini berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support psikologis berikutnya. Support terdekat berada di 1.3970, dan resistance di 1.4025.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:45am | NZD | Building Consents m/m | -0.9% | - | 7.3% |
6:50am | JPY | Capital Spending q/y | 2.9% | 5.9% | 7.6% |
7:00am | AUD | MI Inflation Gauge m/m | 0.3% | - | 0.3% |
7:30am | AUD | ANZ Job Advertisements m/m | -0.8% | - | -1.9% |
7:30am | AUD | Company Operating Profits q/q | 0.0% | 1.7% | -2.6% |
7:30am | JPY | Final Manufacturing PMI | 48.7 | 48.8 | 48.8 |
8:05am | JPY | BOJ Gov Ueda Speaks | - | - | - |
8:45am | CNY | RatingDog Manufacturing PMI | 49.9 | 50.5 | 50.6 |
11:00am | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
12:30pm | AUD | Commodity Prices y/y | - | - | -1.30% |
2:30pm | CHF | Retail Sales y/y | - | 1.20% | 1.50% |
3:15pm | EUR | Spanish Manufacturing PMI | - | 52.3 | 52.1 |
3:30pm | CHF | Manufacturing PMI | - | 49 | 48.2 |
3:45pm | EUR | Italian Manufacturing PMI | - | 50.1 | 49.9 |
3:50pm | EUR | French Final Manufacturing PMI | - | 47.8 | 47.8 |
3:55pm | EUR | German Final Manufacturing PMI | - | 48.4 | 48.4 |
4:00pm | EUR | Final Manufacturing PMI | - | 49.8 | 49.7 |
4:30pm | GBP | Final Manufacturing PMI | - | 50.2 | 50.2 |
4:30pm | GBP | M4 Money Supply m/m | - | 0.4% | 0.6% |
4:30pm | GBP | Mortgage Approvals | - | 64K | 66K |
4:30pm | GBP | Net Lending to Individuals m/m | - | 6.4B | 7.0B |
9:30pm | CAD | Manufacturing PMI | - | - | 49.6 |
9:45pm | USD | Final Manufacturing PMI | - | 51.9 | 51.9 |
10:00pm | USD | ISM Manufacturing PMI | - | 49 | 48.7 |
10:00pm | USD | ISM Manufacturing Prices | - | 59.5 | 58 |
10:30pm | GBP | MPC Member Dhingra Speaks | - | - | - |