| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1698 | 0.46% |
GBPUSD | 1.3386 | 0.32% |
AUDUSD | 0.6544 | 0.21% |
NZDUSD | 0.5768 | 0.21% |
USDJPY | 149.51 | -0.33% |
USDCHF | 0.7980 | -0.23% |
USDCAD | 1.3947 | -0.16% |
GOLDUD | 3764.74 | 0.64% |
USD/IDR | 16770 | 0.00% |
Fokus EURUSD:
29 September 2025 – Euro dibuka di 1.1697 dan melemah -0.27%. Pasangan mata uang Euro terhadap Dolar Amerika Serikat mencatat penguatan setelah publikasi data Personal Consumption Expenditures Amerika Serikat yang sesuai dengan ekspektasi pasar dan tidak memberikan kejutan berarti bagi arah kebijakan moneter. Indeks Dolar Amerika Serikat yang sebelumnya menguat ke level tertinggi sejak awal bulan September akhirnya terkoreksi tipis, sehingga memberikan ruang bagi Euro untuk pulih dari posisi terendah dalam tiga pekan terakhir. Hasil PCE ini menegaskan bahwa tekanan harga masih berada di atas target Federal Reserve, namun laju penurunannya terlihat cukup lambat sehingga mendorong keyakinan pelaku pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat akan kembali mengambil langkah pemangkasan suku bunga pada pertemuan mendatang.
Dari sisi fundamental Amerika Serikat, kondisi ekonomi menunjukkan sinyal yang beragam. PCE yang stabil memperlihatkan adanya proses penurunan harga yang terkontrol, sementara di sisi lain tingkat pendapatan masyarakat meningkat sebesar nol koma empat persen dan belanja personal naik hingga nol koma enam persen. Hal ini memperlihatkan bahwa daya beli konsumen tetap terjaga, meskipun tekanan harga masih berada pada level tinggi. Kombinasi antara PCE yang belum sepenuhnya menurun dengan konsumsi masyarakat yang solid memperbesar probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed yang kini diperkirakan mencapai hampir delapan puluh delapan persen. Prospek penurunan tingkat suku bunga ini menekan imbal hasil obligasi Amerika Serikat dan melemahkan daya tarik Dolar, sehingga memberikan keuntungan relatif bagi Euro. Sentimen dovish dari sejumlah pejabat Federal Reserve juga memperkuat pandangan pasar bahwa kebijakan moneter ke depan akan lebih longgar dibandingkan periode sebelumnya.
Di kawasan Eropa, minimnya rilis data ekonomi membuat Euro lebih banyak digerakkan oleh dinamika eksternal, khususnya arah kebijakan moneter dari Amerika Serikat. Namun ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini hingga akhir tahun memberi sinyal kestabilan tambahan bagi Euro. Geopolitik di kawasan Eropa memang masih menyimpan ketegangan, namun pasar tampaknya belum melihat adanya risiko yang cukup besar untuk menekan kinerja mata uang tunggal. Dengan kondisi tersebut, Euro berpotensi tetap mendapat dukungan dari perbedaan arah kebijakan antara Bank Sentral Eropa yang cenderung stabil dengan Federal Reserve yang semakin dekat pada sikap pelonggaran. Faktor inilah yang berpotensi menjaga tren penguatan Euro terhadap Dolar Amerika Serikat dalam jangka pendek, dengan kemungkinan menguji level psikologis penting di atas satu koma seribu tujuh ratus.
Harga pada pasangan mata uang EURUSD menguat. Support terdekat berada di 1.1660, sementara resistance di 1.1730. Support lanjutan di zona 1.1630 dan dilanjutkan ke zona 1.1595. Resistance lanjutan di zona 1.1750 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1785.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3350 dengan pelemahan -0.16%. Poundsterling mendapatkan dukungan kuat untuk melanjutkan penguatan terhadap Dolar Amerika Serikat setelah rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures Amerika pada bulan Agustus yang sesuai dengan perkiraan pasar. Angka headline PCE meningkat menjadi dua koma tujuh persen secara tahunan dari dua koma enam persen sebelumnya, sementara PCE inti yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi tetap bertahan di level dua koma sembilan persen. Hasil ini semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan kembali menurunkan suku bunga pada bulan Oktober setelah pemangkasan sebelumnya sebesar dua puluh lima basis poin di bulan September. Prospek pemangkasan lebih lanjut membuat Dolar Amerika kehilangan daya tariknya, sehingga Sterling mendapatkan momentum untuk menguat. Dari sisi domestik Inggris, Bank of England masih diperkirakan menahan suku bunga acuan di level empat persen sepanjang sisa tahun ini karena inflasi di Inggris masih menunjukkan kekakuan dan belum kembali ke target yang diinginkan. Hal tersebut memberikan dukungan tambahan terhadap Poundsterling karena pasar menilai kebijakan moneter Inggris masih lebih ketat dibandingkan dengan kebijakan Federal Reserve yang mulai melonggar. Dengan kombinasi kebijakan yang berbeda ini, pasangan GBPUSD berpeluang menjaga momentum penguatannya. Namun pasar juga akan tetap memperhatikan pidato pejabat Federal Reserve yang berpotensi bernada hawkish. Jika hal tersebut terjadi maka penguatan Sterling bisa tertahan, meskipun secara fundamental tren saat ini masih berpihak pada mata uang Inggris. Support terdekat berada di 1.3320, sedangkan resistance di 1.3380.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6545, terkoreksi -0.23%. Dolar Australia berhasil bangkit dari tekanan setelah sebelumnya melemah hingga menyentuh level terendah dalam tiga pekan terakhir. Katalis utama penguatan datang dari data inflasi Australia bulan Agustus yang naik ke tiga persen secara tahunan dari dua koma delapan persen di bulan sebelumnya. Kenaikan inflasi ini membuat pasar memperkirakan bahwa Reserve Bank of Australia akan menahan suku bunga di level tiga koma enam puluh persen pada pertemuan mendatang. Di sisi lain, pelemahan Dolar Amerika setelah data PCE yang sejalan dengan ekspektasi pasar serta penurunan indeks sentimen konsumen Amerika memberikan dorongan tambahan bagi Aussie untuk menguat. Faktor lain yang ikut mendukung pergerakan AUDUSD adalah pandangan investor bahwa RBA masih akan menjaga sikap hati hati dalam merespons perkembangan inflasi dan pasar tenaga kerja. Jika bank sentral Australia memberikan sinyal hawkish bahwa inflasi masih perlu diawasi ketat, maka Dolar Australia berpotensi memperpanjang tren penguatannya. Namun resiko global seperti ketidakpastian perdagangan internasional serta potensi perlambatan ekonomi dunia tetap menjadi faktor yang dapat menekan mata uang komoditas ini. Oleh karena itu meskipun AUDUSD saat ini menguat karena pelemahan Dolar Amerika, arah jangka menengahnya masih akan ditentukan oleh kombinasi kondisi domestik Australia dan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Support terdekat berada di 0.6510, sementara resistance di 0.6575.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5770 dengan pelemahan -0.26%. Mata uang Selandia Baru atau Kiwi juga ikut pulih dan bergerak ke area nol koma lima tujuh tujuh nol setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak bulan April. Pelemahan Dolar Amerika akibat ekspektasi lanjutan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve memberikan ruang bagi NZD untuk rebound. Namun secara fundamental kondisi domestik Selandia Baru masih cukup rapuh. Pertumbuhan ekonomi kuartal terakhir tercatat lebih lemah dari perkiraan pasar sehingga memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Reserve Bank of New Zealand pada bulan Oktober maupun November. Selain itu penunjukan Anna Breman sebagai gubernur baru RBNZ yang mulai bertugas pada bulan Desember semakin menegaskan konsistensi arah kebijakan akomodatif sehingga ruang penguatan Kiwi relatif terbatas. Dalam prospek jangka menengah arah NZDUSD akan dipengaruhi oleh dua kekuatan utama. Di satu sisi pelemahan Dolar Amerika karena ekspektasi pelonggaran Fed memberi dukungan terhadap Kiwi. Di sisi lain kebijakan domestik RBNZ yang cenderung melonggar justru menekan nilai tukar NZD. Jika sentimen global kembali risk off akibat ketidakpastian geopolitik dan pelemahan permintaan global maka NZD bisa kembali melemah meskipun Dolar Amerika sedang terkoreksi. Sebaliknya jika data tenaga kerja Amerika dan inflasi kembali menunjukkan pelemahan maka hal ini bisa memperpanjang penguatan Kiwi. Saat ini tren lebih condong pada pemulihan teknikal namun belum cukup kuat untuk menjadi pembalikan tren jangka panjang. Support terdekat berada di 0.5740, sedangkan resistance di 0.5800.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 149.63, dolar menguat 0.21%. USDJPY mulai kehilangan momentum setelah sempat menguat tajam dua hari terakhir, kini terkoreksi ke area 14950. Pelemahan Dolar AS terjadi usai pasar kembali menimbang data inflasi PCE yang hanya naik tipis ke 27 persen secara tahunan, serta ekspektasi bahwa The Fed akan tetap memangkas suku bunga pada bulan Oktober. Meski inflasi masih di atas target, fokus kebijakan moneter kini bergeser ke kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang mulai melambat, di mana dua laporan nonfarm payrolls terakhir menunjukkan pertumbuhan yang mengecewakan. Jika laporan ketenagakerjaan pekan depan kembali lemah, pasar dapat semakin yakin bahwa The Fed tidak punya ruang menunda pemangkasan suku bunga lebih lama. Dari Jepang, data Tokyo CPI bulan September yang stagnan di 25 persen secara tahunan juga menahan penguatan Yen. Inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi membuat Bank of Japan semakin sulit mengubah sikap dovish meskipun ada suara minoritas di dewan kebijakan yang mendorong kenaikan suku bunga. Faktor politik domestik pun memberi ketidakpastian tambahan menjelang pemilihan kepemimpinan Partai LDP awal Oktober, yang bisa menunda wacana kenaikan suku bunga. Dengan kondisi ini, Yen berpotensi tetap rentan meski Dolar sedang terkoreksi, sehingga arah jangka pendek USDJPY bergantung pada apakah data tenaga kerja Amerika Serikat cukup lemah untuk menekan ekspektasi suku bunga lebih lanjut. Support terdekat berada di 149.30, sementara resistance di 149.90.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7986, naik 0.26%. USDCHF yang sempat melonjak ke level tertinggi tiga minggu kini terkoreksi dari area 08000 mengikuti arus pelemahan Dolar Amerika setelah rilis data inflasi PCE. Data Amerika sebelumnya sempat sangat mendukung Greenback dengan revisi PDB kuartal kedua yang lebih kuat dan klaim pengangguran yang lebih rendah, tetapi pasar kembali fokus pada jalur kebijakan moneter The Fed yang kemungkinan besar tetap mengarah pada pemangkasan suku bunga bertahap. Perbedaan pandangan pejabat The Fed sendiri juga memperburuk kejelasan arah dengan sebagian mendukung pelonggaran lebih cepat sementara yang lain mengingatkan risiko inflasi. Kondisi ini membuat USD mulai kehilangan daya dorong meski data ekonomi solid. Sementara itu, dari Swiss, Bank Sentral Swiss atau SNB masih mempertahankan suku bunga di 0 persen dan menyoroti risiko perlambatan ekonomi akibat tarif Amerika Serikat. Ketua SNB Martin Schlegel bahkan membuka peluang untuk kembali menurunkan suku bunga ke wilayah negatif jika inflasi semakin turun di bawah target. Pernyataan ini seharusnya memberi tekanan pada Franc namun pelemahan USD global membuat USDCHF ikut terkoreksi. Dengan inflasi Swiss yang lemah dan sikap SNB yang cenderung akomodatif, arah jangka panjang tetap mendukung tren bullish USDCHF namun untuk jangka pendek koreksi USD global bisa menahan reli lebih lanjut di atas 08000. Support terdekat berada di 0.7950, sedangkan resistance di 0.8010.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3925 dengan penguatan tipis dolar 0.14%. USDCAD juga bergerak melemah tipis dari level tertingginya di sekitar 13950 meski tren mingguannya masih menunjukkan performa terbaik sejak Februari. Tekanan terhadap Greenback muncul karena pasar kembali menghitung ulang peluang pemangkasan suku bunga The Fed di Oktober seiring data inflasi PCE yang sesuai perkiraan. Ekspektasi ini meredam penguatan Dolar Amerika setelah sebelumnya sempat terdorong oleh data PDB kuartal kedua yang impresif sebesar 38 persen dan klaim pengangguran mingguan yang turun. Namun fundamental Amerika tetap menunjukkan perlambatan sektor tenaga kerja sehingga investor kini lebih berhati hati menjaga posisi beli terhadap USD. Di sisi lain, Dolar Kanada masih tertekan oleh lemahnya kinerja ekonomi domestik. Bank of Canada sudah menurunkan suku bunga ke 25 persen awal bulan ini dan membuka peluang pemangkasan lanjutan bila inflasi kembali turun. Data PDB Kanada yang diperkirakan hanya tumbuh 01 persen secara tahunan pada Juli mencerminkan lemahnya momentum ekonomi terutama akibat dampak perang dagang dengan Amerika Serikat. Dengan prospek Kanada yang suram, pelemahan USDCAD lebih disebabkan koreksi teknis USD ketimbang penguatan CAD. Jika PDB Kanada kembali mengecewakan, ruang pelemahan USDCAD cenderung terbatas karena pasar akan tetap menilai CAD rentan terhadap tekanan global. Support terdekat berada di 1.3890, sementara resistance di 1.3950.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
2:00pm | EUR | Spanish Flash CPI y/y | - | 3.1% | 2.7% |
3:30pm | GBP | M4 Money Supply m/m | - | 0.2% | 0.1% |
3:30pm | GBP | Mortgage Approvals | - | 65K | 65K |
3:30pm | GBP | Net Lending to Individuals m/m | - | 6.3B | 6.1B |
4:00pm | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
6:30pm | USD | FOMC Member Waller Speaks | - | - | - |
7:00pm | GBP | MPC Member Ramsden Speaks | - | - | - |
7:00pm | USD | FOMC Member Hammack Speaks | - | - | - |
9:00pm | USD | Pending Home Sales m/m | - | 0.2% | -0.4% |