Home
>
News
>
Publication
>
Eskalasi Konflik Israel - Suriah Dorong Tren Minyak Kembali Bullish
Eskalasi Konflik Israel - Suriah Dorong Tren Minyak Kembali Bullish
Thursday, 17 July 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1639

0.03%

GBPUSD

1.3419

0.01%

AUDUSD

0.6531

-0.80%

NZDUSD

0.5946

-0.40%

USDJPY

147.86

-0.09%

USDCHF

0.7998

-0.08%

USDCAD

1.3681

0.24%

GOLDUD

3,351.00

0.04%

COFU

66.60

0.15%

USD/IDR

16,283

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Israel lancarkan serangan udara dahsyat di Damaskus dengan alasan melindungi warga Druze.
  • Sebuah drone menghantam ladang minyak yang dikelola perusahaan AS di Kurdistan Irak.

***********************************************************

Kamis, 17 Juli 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari sinyal eskalasi konflik Israel - Suriah, potensi gangguan di ladang minyak Kurdistan, dan indikasi permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, isyarat meredanya tensi dagang antara AS dengan China, India, dan Eropa membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Israel melancarkan serangan udara dahsyat di Damaskus pada hari Rabu, serta bersumpah untuk menghancurkan pasukan pemerintah yang menyerang warga Druze di Suriah selatan dan menuntut mereka untuk mundur. Presiden sementara Suriah Ahmed al-Sharaa pada Kamis mengatakan bahwa melindungi warga Druze bukanlah urusan Israel, dan menegaskan Suriah tidak takut perang dan siap berperang jika martabat mereka terancam. Serangan Israel tersebut sekaligus menandai eskalasi signifikan antara Israel dengan Suriah yang berpotensi mengarah pada konflik baru di wilayah Timur Tengah.

Turut mendukung harga, sebuah serangan drone menghantam ladang minyak yang dioperasikan oleh perusahaan AS Hunt Oil di kota Dohuk, Kurdi Irak, pada hari Rabu, kata sumber keamanan. Selain itu, di hari yang sama terjadi serangan kedua di ladang Ain Sifni. Serangkaian serangan terhadap ladang minyak di wilayah semi-otonom Kurdistan dalam beberapa hari terakhir tersebut memicu kekhawatiran akan mengganggu pasokan dari wilayah tersebut.

Dukungan lainnya datang dari laporan yang dirilis oleh EIA pada Rabu malam yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 3,86 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 11 Juli. Penurunan tersebut jauh melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 900.000 barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu menyatakan optimis akan prospek kesepakatan dengan China terkait masalah obat-obatan terlarang, terutama fentanil yang menjadi penyebab utama kematian akibat overdosis di AS. Selain isyarat membaiknya hubungan dagang dengan China, Trump pada hari Rabu juga mengatakan bahwa AS telah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dagang dengan India, dan kemungkinan akan mencapai kesepakatan dengan Eropa juga.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $69 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $64 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Retail Sales MoM

 

0.1%

-0.9%

19:30

USA - Export Prices MoM

 

0%

-0.9%

19:30

USA - Import Prices MoM

 

0.3%

0%

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

235K

227K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1970K

1965K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788