| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1479 | -0.15% |
GBPUSD | 1.3417 | -0.15% |
AUDUSD | 0.6507 | -0.43% |
NZDUSD | 0.6027 | -0.41% |
USDJPY | 145.11 | -0.26% |
USDCHF | 0.8174 | 0.28% |
USDCAD | 1.3661 | 0.21% |
GOLDUD | 3371.4 | 0.50% |
USD/IDR | 16314 | 0.00% |
Fokus GBPUSD:
Kamis, 19 Juni 2026 - Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3417. Pasangan mata uang Poundsterling bergerak melemah imbas dari sentimen risk-off yang meningkat akibat ketegangan geopolitik serta keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%-4,50%. The Fed tetap berpegang pada proyeksi dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, meski Ketua Jerome Powell menegaskan bahwa keputusan tersebut akan sangat bergantung pada data ketenagakerjaan dan inflasi mendatang. Meskipun data Retail Sales dan Produksi Industri AS melemah, dolar AS tetap menguat sebagai aset safe haven, khususnya setelah Presiden Trump kembali menyuarakan opsi serangan terhadap Iran jika tidak segera tunduk terhadap tuntutan denuklirisasi.
Dari sisi Inggris, data inflasi terbaru menunjukkan bahwa CPI Mei turun menjadi 3,4% YoY dari 3,5% sebelumnya, sejalan dengan ekspektasi pasar. Namun, angka ini masih jauh di atas target 2% Bank of England (BoE), sehingga mempersulit ruang gerak untuk melakukan pelonggaran moneter. Core CPI juga melunak menjadi 3,5%, dan inflasi jasa—yang sebelumnya menjadi perhatian utama BoE—turun dari 5,4% menjadi 4,7%. Penurunan inflasi ini memberikan secercah harapan, namun belum cukup untuk mendorong BoE mengambil langkah dovish dalam waktu dekat. Keputusan suku bunga BoE dijadwalkan pada Kamis, dan pasar memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga di 4,25%.
Di sisi global, perang yang terus berkecamuk antara Israel dan Iran memasuki hari ketujuh, dan komentar Trump yang menuntut "penyerahan tanpa syarat" dari Iran menambah panas tensi geopolitik. Kekhawatiran akan keterlibatan militer AS di kawasan tersebut meningkatkan permintaan terhadap dolar AS dan mendorong harga minyak mendekati USD 75 per barel. Dengan latar belakang ini, kombinasi antara pelemahan outlook Inggris, kebijakan moneter BoE yang cenderung berhati-hati, dan kekuatan dolar sebagai aset safe haven menempatkan GBPUSD dalam tekanan bearish menuju akhir pekan.
Harga pada pasangan mata uang GBPUSD turun. Support terdekatnya di zona 1.3380 dan resistance terdekatnya di zona 1.3460. Support lanjutan di zona 1.3350 dan dilanjutkan ke zona 1.3300. Resistance lanjutan di zona 1.3500 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3425.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1479. Pasangan mata uang EURUSD kembali melemah setelah sempat mencatat kenaikan moderat. Sentimen pasar masih rapuh seiring meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Iran, dengan AS mengisyaratkan kemungkinan keterlibatan langsung. Presiden AS Donald Trump menuntut “penyerahan tanpa syarat” dari Iran dan menyatakan siap memperluas dukungan militer untuk Israel, memicu kekhawatiran pasar akan ketegangan yang lebih luas. Sementara itu, inflasi zona Euro yang dikonfirmasi melambat sesuai proyeksi awal tidak mampu memberikan dukungan berarti bagi Euro. Kenaikan harga minyak mentah yang menembus level USD 75 per barel turut membebani Euro, mengingat kawasan Eurozone merupakan importir bersih minyak dan sangat sensitif terhadap biaya energi. Dari sisi Amerika Serikat, penjualan ritel yang turun 0,9% dan produksi industri yang menurun 0,2% di bulan Mei menunjukkan pelemahan pada konsumsi dan sektor manufaktur. Meski begitu, fokus investor kini beralih ke pengumuman kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan pandangan Ketua Jerome Powell pada konferensi pers nanti malam. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 4,25%-4,50%, namun proyeksi titik suku bunga (dot plot) dan proyeksi ekonomi terbaru akan menjadi kunci arah dolar AS ke depan. Di sisi lain, komentar dari pejabat ECB masih cenderung hawkish, meski risiko perlambatan ekonomi Eropa semakin nyata, sehingga meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan moneter di kawasan tersebut. Support terdekatnya di zona 1.1420 dan resistance terdekatnya di zona 1.1520
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6507. Dolar Australia (AUD) melemah terhadap Dolar AS (USD) setelah sempat menguat menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Terseret nya kinerja mata uang ini diakibatkan oleh sentimen pasar yang berhati-hati terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan hasil laporan ketenagakerjaan Australia yang mengecewakan. Data terbaru menunjukkan bahwa lapangan kerja Australia menyusut sebesar 2.5 ribu di bulan Mei, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar kenaikan 25 ribu dan penurunan tajam dari pertumbuhan 87.6 ribu pada bulan April. Meskipun tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1%, angka ini memberikan tekanan tambahan pada Aussie, mengingat potensi pelemahan permintaan domestik ke depan. Dari sisi global, penguatan USD juga ditopang oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik Israel-Iran. Presiden AS Donald Trump kembali menyuarakan retorika keras dengan mendesak “penyerahan tanpa syarat” dari Iran, memicu kekhawatiran bahwa AS dapat turut terlibat dalam konflik tersebut. Di sisi lain, meski Federal Reserve mempertahankan suku bunga di level 4,25%-4,50% sesuai ekspektasi, pernyataan dari Ketua Jerome Powell menunjukkan bahwa laju penurunan suku bunga ke depan akan sangat bergantung pada data ekonomi mendatang. Pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pertama pada September mencapai 56,4%, namun proyeksi ekonomi yang lebih hawkish dapat memperkuat USD dan menekan AUDUSD lebih lanjut dalam jangka pendek. Support terdekatnya di zona 0.6477 dan resistance terdekatnya di zona 0.6560.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.6027. Turunnya kinerja mata uang NZDUSD terjadi meskipun sempat mencatat kenaikan tipis ke area 0.6030 pada sesi Asia Kamis pagi, terdorong oleh data Produk Domestik Bruto (PDB) Selandia Baru yang lebih baik dari perkiraan. Statistik Selandia Baru melaporkan pertumbuhan PDB kuartal I-2025 sebesar 0,8% (QoQ), mengalahkan estimasi pasar sebesar 0,7%, sementara kontraksi tahunan melambat menjadi -0,7% dari -1,3% di kuartal sebelumnya. Namun, kekuatan Kiwi terbatas karena meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah. Reuters melaporkan bahwa militer AS memperkuat kehadirannya di kawasan tersebut, memicu spekulasi intervensi yang bisa mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS. Sementara itu, keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%-4,50% turut mendukung Greenback, dengan proyeksi dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini namun hanya satu kali untuk tahun 2026 dan 2027, menandakan kehati-hatian dalam respons kebijakan ke depan. Support terdekatnya di area 0.5985 dan resistance terdekatnya di zona 0.6050.
USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 145.11. Pasangan mata uang USDJPY mengalami pelemahan setelah rilis kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) yang mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%–4,50%. Meski mempertahankan suku bunga, Fed mengisyaratkan proyeksi dua kali pemangkasan hingga akhir 2025. Namun, proyeksi inflasi inti (Core PCE) yang direvisi naik ke 3,1% dari sebelumnya 2,8% membuat investor tetap berhati-hati. Tekanan geopolitik di Timur Tengah, terutama ketegangan antara Israel dan Iran, juga mendorong minat pasar terhadap aset safe haven seperti Yen Jepang, sehingga memperlemah posisi Dolar AS terhadap JPY. Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) masih bersikap hati-hati dan belum menunjukkan urgensi untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, mendorong ekspektasi bahwa kenaikan berikutnya baru akan terjadi pada kuartal I-2026. Ketidakpastian kebijakan tarif AS terhadap produk Jepang juga menjadi hambatan bagi performa Yen. Di sisi lain, komentar Presiden AS Donald Trump terkait potensi serangan ke Iran dalam waktu dekat menambah risiko geopolitik global. Dengan imbal hasil obligasi AS yang mulai menurun dan data ekonomi AS yang masih bercampur, pelaku pasar cenderung menahan posisi, sambil menunggu arahan lanjutan dari pidato Ketua The Fed Jerome Powell. Support terdekatnya di area 144.87 dan resistance terdekatnya di zona 145.40
USDCAD - Mata uang Loonie naik ke zona 1.3661. Pasangan USDCAD menguat memperpanjang reli selama tiga hari berturut-turut. Dolar AS kembali mendapatkan dukungan setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 4,25%-4,50% pada pertemuan kebijakan Juni. Meskipun tidak ada perubahan suku bunga, proyeksi terbaru menunjukkan perpecahan di antara para pembuat kebijakan terkait arah pelonggaran selanjutnya. Fed memperkirakan inflasi akan tetap tinggi hingga akhir tahun, dengan target median PCE naik ke 3,0%, sementara pertumbuhan ekonomi direvisi turun menjadi 1,4%. Di sisi lain, lonjakan harga minyak mentah akibat ketegangan yang terus meningkat antara Israel dan Iran memberikan dorongan terhadap mata uang berbasis komoditas seperti Dolar Kanada. Kanada merupakan eksportir minyak terbesar ke AS, sehingga kenaikan harga minyak biasanya memperkuat nilai tukar CAD. Namun, kekhawatiran pasar terhadap potensi intervensi militer AS di Timur Tengah mendukung permintaan Dolar AS sebagai aset safe haven, yang bisa membatasi potensi penguatan CAD lebih lanjut. Fokus investor kini tertuju pada perkembangan geopolitik dan kemungkinan keputusan lanjutan dari Presiden Trump terkait konflik kawasan. Support terdekatnya di zona 1.3630 dan resistance terdekatnya di zona 1.3710.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8174. Mata uang USDCHF terus menguat untuk hari keempat terdorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Iran serta kekhawatiran akan keterlibatan militer AS. Pasangan ini telah melonjak sekitar 1,5% dari level terendah minggu lalu di 0.8050 ke kisaran atas 0.8100, setelah pernyataan keras Presiden AS Donald Trump yang menuntut penyerahan tanpa syarat dari Iran dan mengancam pemimpin tertinggi negara tersebut. Di sisi lain, fokus pasar saat ini tertuju pada keputusan kebijakan moneter The Fed, termasuk proyeksi suku bunga dan inflasi terbaru. Meski data ekonomi AS belakangan ini menunjukkan pelemahan, ekspektasi pasar masih mengarah pada dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, dimulai pada September. Namun, selama tensi geopolitik masih tinggi, kekuatan Dolar AS kemungkinan akan tetap terjaga terhadap Franc Swiss. upport terdekatnya di area 0.8120 dan resistance terdekatnya di zona 0.8190.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:00am | USD | Federal Funds Rate | 4.5% | 4.5% | 4.5% |
1:00am | USD | FOMC Economic Projections | - | - | - |
1:00am | USD | FOMC Statement | - | - | - |
1:30am | USD | FOMC Press Conference | - | - | - |
3:00am | USD | TIC Long-Term Purchases | -7.8B | 142.4B | 162.4B |
5:45am | NZD | GDP q/q | 0.8% | 0.7% | 0.5% |
8:30am | AUD | Employment Change | -2.5K | 20.6K | 87.6K |
8:30am | AUD | Unemployment Rate | 4.1% | 4.1% | 4.1% |
11:30am | CHF | SNB Financial Stability Report | - | - | - |
1:00pm | CHF | Trade Balance | - | 5.85B | 6.36B |
2:30pm | CHF | SNB Monetary Policy Assessment | - | - | - |
2:30pm | CHF | SNB Policy Rate | - | 0.0% | 0.3% |
3:00pm | CHF | SNB Press Conference | - | - | - |
4:00pm | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
Tentative | EUR | Spanish 10-y Bond Auction | - | - | 3.35|1.9 |
All Day | EUR | Eurogroup Meetings | - | - | - |
6:00pm | GBP | Monetary Policy Summary | - | - | - |
6:00pm | GBP | MPC Official Bank Rate Votes | - | 0-2-7 | 0-7-2 |
6:00pm | GBP | Official Bank Rate | - | 4.25% | 4.25% |
All Day | USD | Bank Holiday | - | - | - |