| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1740 | 0.14% |
GBPUSD | 1.3489 | 0.08% |
AUDUSD | 0.7127 | 0.36% |
NZDUSD | 0.5859 | 0.32% |
USDJPY | 158.81 | 0.04% |
USDCHF | 0.7812 | 0.14% |
USDCAD | 1.3686 | 0.09% |
GOLDUD | 4,774.81 | 0.72% |
COFU | 88.15 | -1.28% |
USD/IDR | 17,141 | 0.01% |
Senin, 20 April 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish didukung oleh sentimen dari pernyataan optimis Trump akan segera tercapainya kesepakatan dengan Teheran. Meski demikian, peluang harga terkoreksi bullish masih cukup kuat dipicu oleh sinyal eskalasi konfrontasi AS - Iran di jalur Selat Hormuz, dan pernyataan Israel untuk menyerang Hizbullah dengan kekuatan penuh.
Presiden Donald Trump pada hari Minggu mengumumkan bahwa para negosiator AS yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance akan tiba di Islamabad pada Senin malam untuk memulai putaran kedua pembicaraan damai, sehari sebelum berakhirnya gencatan senjata sementara selama dua minggu. Trump juga optimis akan prospek tercapainya kesepakatan dalam waktu segera, dan mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika kesepakatan tidak tercapai.
Sementara itu, Trump pada hari Minggu mengatakan bahwa militer AS telah menyita sebuah kapal kargo Touska milik Iran yang mencoba menerobos blokade menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran. Komando militer gabungan tertinggi Teheran, Khatam al-Anbiya pada Senin pagi menuduh AS telah melakukan pelanggaran gencata senjata dan memperingatkan balasan atas penyitaan tersebut. Teheran juga menegaskan tidak akan berpartisipasi dalam putaran kedua pembicaraan damai meskipun Trump mengancam akan melakukan serangan udara lagi, kutip kantor berita resmi Iran, IRNA. Perkembangan situasi tersebut meredupkan potensi tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat, dan ancaman keamanan di jalur Selat Hormuz masih akan tetap bertahan.
Dukungan lainnya datang dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang pada hari Minggu mengatakan bahwa ia dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan tentara untuk menggunakan kekuatan penuh dalam menghadapi Hizbullah. Ancaman tersebut memicu pesimisme akan kelanjutan gencatan senjata 10 hari yang disepakati untuk berlaku mulai hari Jumat pekan lalu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $90 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $85 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
- | N/A |
|
|
|