Home
>
News
>
Publication
>
Emas Turun, Penguatan Dolar dan Ekspektasi Hawkish The Fed Tekan Harga
Emas Turun, Penguatan Dolar dan Ekspektasi Hawkish The Fed Tekan Harga
Wednesday, 24 June 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1383

-0.10%

GBPUSD

1.3200

-0.05%

AUDUSD

0.6917

0.03%

NZDUSD

0.5675

-0.21%

USDJPY

161.54

0.02%

USDCHF

0.8099

0.01%

USDCAD

1.4210

-0.01%

GOLDUD

4111.71

-0.42%

USD/IDR

17,863

0.00%

Fokus Utama:

  1. Penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed
  2. Meredanya risiko geopolitik Timur Tengah dan dampaknya terhadap inflasi global

Rabu, 24 Juni 2026 – Harga emas dibuka melemah ke level US$4.111 per troy ons pada perdagangan pagi ini, melanjutkan tekanan yang terjadi sejak awal pekan di tengah penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari The Fed. Indeks dolar AS bertahan di level tertinggi dalam lebih dari satu tahun, sehingga meningkatkan biaya pembelian emas bagi investor non-AS dan menekan permintaan emas. Sentimen tersebut semakin menguat setelah Ketua The Fed, Kevin Warsh, kembali menegaskan komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas harga di tengah inflasi yang masih berada di atas target. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2026 berada di kisaran 86%.

Dari sisi geopolitik, perhatian pasar mulai bergeser dari konflik Timur Tengah menuju prospek kebijakan moneter AS. Pembicaraan damai antara AS dan Iran masih berlanjut setelah Washington memberikan pengecualian sanksi selama 60 hari guna mendukung proses negosiasi. Meski Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah menyetujui inspeksi nuklir tanpa batas, pihak Teheran membantah adanya kesepakatan tersebut sehingga menimbulkan ketidakpastian mengenai keberlanjutan proses perdamaian. Namun demikian, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz dilaporkan mulai meningkat mencerminkan berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global. 

Pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada rilis Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index Amerika Serikat yang dijadwalkan terbit akhir pekan ini. Data tersebut merupakan indikator inflasi pilihan The Fed dan berpotensi menjadi katalis utama bagi arah kebijakan suku bunga pada paruh kedua tahun ini. Selain data inflasi, investor juga akan mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran dan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS sebagai penentu arah emas selanjutnya.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.068 hingga $4.026, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.175 hingga $4.240. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $3.919, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.347.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

 

USD

 

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788