Home
>
News
>
Publication
>
Emas Tuai Koreksi Usai Rilis PCE Inflasi AS Sementara Resiko Geopolitik Menjadi Sorotan
Emas Tuai Koreksi Usai Rilis PCE Inflasi AS Sementara Resiko Geopolitik Menjadi Sorotan
Monday, 03 June 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0849

0.02%

GBPUSD

1.2729

0.14%

AUDUSD

0.6652

0.08%

NZDUSD

0.6136

0.26%

USDJPY

157.31

-0.12%

USDCHF

0.9025

-0.18%

USDCAD

1.3626

-0.06%

GOLDUD

2325.13

0.20%

USD/IDR

16245

-0.06%

Fokus Emas :

  1. Data Perekonomian AS
  2. Kondisi Geopolitik di Timur Tengah

Senin, 3 Juni 2024 – Harga emas beralih ke zona $2330 didorong oleh data PCE Amerika Serikat yang rilis pada Jum’at lalu. Core Price Consumption Exoenditure yang merupakan indeks inflasi pilihan Federal reserve dimana indeks ini turun ke angka 0,2%. Angka ini meleset dari perkiraan pasar yang memperkirakan indeks berada diangka 0,3% seperti bulan sebelumnya.

Laporan inflasi PCE AS baru-baru ini belum memadai untuk mendorong pemangkasan suku bunga Federal Reserve dan bank sentral mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk target inflasi sebesar 2%. Para pelaku pasar awalnya memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama akan pada bulan Maret, namun kini ekspektasi bergeser pada bulan September. Hal ini membebani logam mulia seperti emas karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Walaupun indeks PCE AS turun dibandingkan bulan lalu, namun angka PCE tahunan meningkat 2,7% YoY.  Angka tersebut sesuai dengan yang diharapkan.

Disamping data tersebut, pertumbuhan ekonomi Amerika saat ini lebih lambat yang disesbabkan oleh belanja konsumen yang lebih rendah, dimana hal ini diharapkan dapat menahan inflasi, dan meningkatkan probabilitsa The Fed menurunkan suku bunga.

Segi permintaan emas tetap tinggi didorong oleh pembeli Asia yang membeli logam mulia sebagai untuk melindungi asset mereka karena mata uang yang terdepresiasi terhadap dolar AS (USD) yang menguat. Hal ini menjadi indikasi bahwa kekuatan dolar AS saat ini tidak lagi menjadi faktor kuat yang memperngaruhi emas, Karena walaupun imbal hasil treasury AS meningkat, harga emas masih berada pada level yang cukup tinggi.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan menyetujui usulan Presiden Biden untuk gencatan senjata di Gaza. Negosiasi berlangsung saat serangan di Rafah berlanjut setelah serangan udara intensif Israel selama akhir pekan. Ketegangan ini diperkirakan masih menjadi fokus para pelaku pasar, dimana apabila ketegangan tersebut meningkat, kemungkinan akan meningkatkan arus asset safe-haven yang berpotensi meningkatkan harga emas.

Menilai dari sisi teknis, harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level $2364. Namun, apabila menemui katalis negatif, maka harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level $2300. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:45

US - Final Manufacturing PMI

-

50.9

50.9

21:00

US - ISM Manufacturing PMI

-

49.8

49.2

21:00

US - ISM Manufacturing Prices

-

60

60.9

21:00

US - Construction Spending m/m

-

0.2%

-0.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 4050 7788