Home
>
News
>
Publication
>
Emas Tertekan di Tengah Ekspektasi Suku Bunga Tinggi dan Eskalasi Timur Tengah
Emas Tertekan di Tengah Ekspektasi Suku Bunga Tinggi dan Eskalasi Timur Tengah
Monday, 30 March 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1502

0.03%

GBPUSD

1.3261

-0.08%

AUDUSD

0.6866

-0.16%

NZDUSD

0.5746

-0.23%

USDJPY

160.19

-0.16%

USDCHF

0.7989

-0.06%

USDCAD

1.3883

0.04%

GOLDUD

4512.54

-0.95%

USD/IDR

16,952

0.00%

Fokus Emas:

  1. Tekanan fundamental emas akibat ekspektasi suku bunga tinggi dan inflasi energi
  2. Eskalasi geopolitik Timur Tengah dan terbatasnya safe haven demand

Senin, 30 Maret 2026 – Harga emas turun ke kisaran US$4.512 per troy ons pada awal sesi perdagangan, meskipun eskalasi geopolitik di Timur Tengah masih berlanjut memasuki pekan kelima. Intensifikasi serangan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap Israel selama akhir pekan meningkatkan risiko gangguan pada jalur perdagangan strategis di Laut Merah serta potensi ancaman terhadap infrastruktur energi utama di Arab Saudi. Di sisi lain, peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan memperkuat indikasi adanya kesiapan terhadap operasi darat jangka panjang. Namun demikian, ketidakpastian geopolitik tersebut belum mampu menopang harga emas secara signifikan dalam jangka pendek.

Secara fundamental, pelemahan didorong oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi, khususnya minyak mentah yang berpotensi mempertahankan tekanan harga global. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama, terutama The Fed, akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka lebih lama guna menjaga stabilitas inflasi. Kenaikan yield obligasi dan penguatan dolar AS turut menjadi faktor yang menekan daya tarik emas sebagai aset non-yielding.

Memasuki kuartal II-2026, pelaku pasar cenderung wait and see menjelang rilis data inflasi utama AS, yakni Personal Consumption Expenditures (PCE) pada akhir pekan ini. Selain itu, rangkaian data penting seperti JOLTS dan Consumer Confidence pada Selasa (31/3), ADP Employment, Retail Sales, serta ISM Manufacturing PMI pada Rabu (1/4), hingga klaim pengangguran mingguan pada Kamis (2/4) akan menjadi indikator utama arah kebijakan moneter ke depan. Pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, pada Senin juga berpotensi memberikan sinyal tambahan terkait outlook suku bunga. 

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.394 hingga $4.294, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.574 hingga $4.654. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.114, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.834.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

9:30pm

USD

Fed Chair Powell Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788