Home
>
News
>
Publication
>
Emas Terkoreksi, Tertekan Dolar Yang Kuat dan Data Ekonomi AS
Emas Terkoreksi, Tertekan Dolar Yang Kuat dan Data Ekonomi AS
Friday, 18 July 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1595

0.34%

GBPUSD

1.3414

0.19%

AUDUSD

0.6484

0.39%

NZDUSD

0.5931

0.49%

USDJPY

148.60

-0.24%

USDCHF

0.8037

-0.17%

USDCAD

1.3751

-0.17%

GOLDUD

3341.5

-0.18%

USD/IDR

16324

0.00%

Fokus Emas:

  1. Penguatan dolar, klaim pengangguran yang menurun, dan kuatnya penjualan ritel
  2. Ancaman tarif tambahan meningkatkan ketidakpastian global

Jumat, 18 Juli 2025 – Harga emas turun ke level $3.341 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, seiring pasar mencerna penguatan Dolar AS dan laporan ekonomi yang menguatkan narasi suku bunga tinggi.

Kenaikan indeks dolar yang menembus level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Penguatan ini dipicu oleh penurunan klaim tunjangan pengangguran dan pertumbuhan penjualan ritel yang melampaui ekspektasi di bulan Juni, mengindikasikan ketahanan konsumsi domestik meskipun di tengah ketidakpastian perdagangan.

Dari sisi kebijakan moneter, Gubernur Federal Reserve Adriana Kugler menegaskan bahwa bank sentral belum memiliki urgensi untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, terutama karena dampak tarif baru pemerintahan Trump mulai terasa pada harga barang konsumsi. Komentar hawkish ini turut menekan sentimen logam mulia, yang tidak memberikan imbal hasil dan cenderung kehilangan daya tarik saat suku bunga tinggi. Meskipun demikian, beberapa pejabat Fed lainnya seperti Mary Daly masih membuka peluang pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali pada paruh kedua tahun ini dengan melihat data ekonomi mendatang.

Dari sisi geopolitik dan perdagangan, ketidakpastian masih membayangi. Presiden Trump dikabarkan mempertimbangkan tarif baru sebesar 25% terhadap Jepang jika tidak tercapai kesepakatan sebelum 1 Agustus, serta mengenakan tarif 15–20% ke sebagian besar mitra dagang AS lainnya. Sementara itu, lonjakan ekspor emas Swiss sebesar 44% pada Juni menunjukkan meningkatnya permintaan logam mulia di tengah arus ketegangan global. 

Pasar kini akan mencermati pidato lanjutan dari pejabat Fed dan perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan tarif Trump. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga serta ketegangan perdagangan global tetap menjadi dua penentu utama arah harga emas dalam waktu dekat.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $3.315 hingga $3.290, sedangkan resistance terdekat terletak di $3.358 hingga $3.376. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $3.247, sementara resistance jangka menengah berada di area $3.419.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:30am

USD

FOMC Member Cook Speaks

-

-

-

3:00am

USD

TIC Long-Term Purchases

259.4B

48.3B

-8.2B

5:30am

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

7:30pm

USD

Building Permits

-

1.39M

1.39M

7:30pm

USD

Housing Starts

-

1.29M

1.26M

9:00pm

USD

Prelim UoM Consumer Sentiment

-

61.4

60.7

9:00pm

USD

Prelim UoM Inflation Expectations

-

-

5.0%

Day 2

All

G20 Meetings

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788