Home
>
News
>
Publication
>
Emas Perlahan Bangkit Ditengah Sentimen Pasar Yang Beragam
Emas Perlahan Bangkit Ditengah Sentimen Pasar Yang Beragam
Tuesday, 11 June 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0764

-0.04%

GBPUSD

1.2729

-0.05%

AUDUSD

0.6609

-0.20%

NZDUSD

0.6127

-0.15%

USDJPY

157.02

0.12%

USDCHF

0.8964

0.02%

USDCAD

1.3758

0.06%

GOLDUD

2310.55

-0.48%

USD/IDR

16270

0.15%

Fokus Emas :

  1. Data Perekonomian Global
  2. Data Permintaan Emas

Selasa, 11 Juni 2024 – Harga emas kembali menemui tren positif setelah mengakhiri minggu lalu dengan kejatuhan yang cukup signifikan. Saat ini harga emas beralih ke level $2311 ditengah kondisi pasar yang tidak pasti dan beragam sentiment penggerak emas.  

Data NonFarm Payroll (NFP) AS yang dirilis pada minggu lalu memberikan gambaran bahwa tingkat permintaan pekerja meningkat dan upah pekerja meningkat sebesar 4,1% YoY pada bulan Mei, lebih tinggi dari 4,0% pada bulan April. Hal ini menunjukkan bahwa pekerja memperoleh penghasilan lebih banyak, yang dapat mendorong peningkatan pengeluaran dan berpotensi dapat memicu inflasi inti. Hal tersebut menurunkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunganya dalam waktu dekat pada tahun ini dimana hal ini memiliki dampak langsung terhadap nilai emas yang bergerak negatif dimana hal tersebut meningkatkan biaya peluang untuk memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga membuatnya kurang menarik bagi para pelaku pasar.

Pelemahan harga emas juga didukung oleh Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) yang menghentikan pembelian emas untuk cadangannya pada bulan Mei, mengakhiri aksi beli besar-besaran yang berlangsung selama 18 bulan terakhir. Data tersebut menyusul aksi beli yang kuat pada bulan April yang membuat cadangan Emas Tiongkok di PBoC mencapai titik tertinggi sepanjang masa, yaitu sebesar 4,9% dari total cadangan.

Meskipun demikian, harga Emas didukung oleh prospek yang berbeda untuk ekspektasi suku bunga global, yang tetap tertekan. Bank of Canada (BoC) memangkas suku bunga semalam sebesar 0,25% menjadi 4,75% minggu lalu, seperti yang dilakukan oleh Bank Sentral Eropa (ECB). Rilis data inflasi yang lebih rendah di Swiss telah memicu spekulasi bahwa Bank Nasional Swiss (SNB) juga dapat memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Laporan inflasi AS yang akan dirilis minggu ini akan menjadi faktor penting bagi harga emas. Pelaku pasar memperkirakan bahwa level inflasi tidak akan berbeda jauh denga yang terjadi saat ini dan memprediksi bahwa Fed akan tetap mempertahankan suku bunganya di level yang tinggi. Setelah data inflasi AS dirilis, Fed akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya dan memperbarui Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP). Sementara itu, imbal hasil obligasi treasury AS 10 tahun naik tiga setengah basis poin menjadi 4,47%, yang merupakan faktor pemberat logam kuning.

Menilai dari sisi teknis, harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level $2384. Namun, apabila menemui katalis negatif, harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level $2265. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

17:00

US - NFIB Small Business Index

-

89.8

89.7

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 4050 7788