Home
>
News
>
Publication
>
Emas Naik Tipis, Pasar Waspadai Dampak Kebijakan Proteksionis AS
Emas Naik Tipis, Pasar Waspadai Dampak Kebijakan Proteksionis AS
Friday, 21 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0484

0.20%

GBPUSD

1.2653

0.16%

AUDUSD

0.6389

0.30%

NZDUSD

0.5755

0.35%

USDJPY

149.62

-0.23%

USDCHF

0.8978

-0.10%

USDCAD

1.4168

-0.02%

GOLDUD

2939.4

0.36%

USD/IDR

16324

0.25%

Fokus Emas:

  1. Ancaman tarif Trump dan sikap The Fed
  2. Jelang rilis data PMI Manufaktur dan Jasa AS Februari 2025

Jumat, 21 Februari 2025 – Harga emas naik tipis ke level $2.939 per troy ons pada perdagangan pagi ini, didorong oleh masih kuatnya permintaan terhadap aset safe-haven karena kekhawatiran terhadap eskalasi perang dagang AS yang semakin dalam. Investor turut mengamati data PMI Manufaktur dan Jasa AS yang akan rilis malam ini.

Para pejabat The Fed mulai menunjukkan pendekatan yang lebih berhati-hati dalam merespons kondisi ekonomi terkini. Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, menyatakan bahwa ia masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, tetapi menekankan bahwa tidak ada indikasi lonjakan inflasi baru yang memerlukan respons kebijakan yang lebih agresif. Di sisi lain, Presiden Fed St. Louis, Alberto Musalem, menyoroti bahwa risiko inflasi tetap tinggi dan berpotensi bertahan di atas target 2%, terutama dengan adanya dampak dari kebijakan tarif Trump yang lebih luas.

Di sisi geopolitik, ketegangan antara AS dan Ukraina kembali meningkat setelah Trump secara terbuka menyebut Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, sebagai seorang diktator dan mendesaknya untuk segera menyepakati perjanjian damai guna menghindari risiko yang lebih besar bagi negaranya. Pernyataan ini memicu spekulasi mengenai kemungkinan berakhirnya konflik dalam waktu dekat, yang dapat mengurangi ketegangan geopolitik untuk sementara waktu dan membebani harga emas pada jangka pendek.

Sementara itu, data makroekonomi AS terbaru menunjukkan bahwa jumlah pengajuan tunjangan pengangguran baru di AS meningkat moderat sebesar 5.000 menjadi 219.000 untuk pekan yang berakhir 15 Februari, lebih tinggi dari ekspektasi pasar di 215.000. Meskipun demikian, angka ini tetap mencerminkan pasar tenaga kerja yang solid, yang memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat lebih lama. Fokus investor kini tertuju pada rilis data PMI Manufaktur dan PMI Jasa AS untuk bulan Februari yang dijadwalkan malam ini. PMI Manufaktur AS diproyeksikan naik ke 51,3 dari 51,2 pada Januari, sementara PMI Jasa AS diperkirakan meningkat ke 53,0 dari 52,9 pada Januari. Tanda-tanda positif terlihat pada sektor manufaktur dan jasa karena produksi barang dan ekspansi aktivitas jasa yang kembali meningkat setelah mengalami penurunan pada akhir tahun lalu.

Dari sisi teknikal, support terdekat harga emas saat ini berada di kisaran $2.928 hingga $2.915, dengan resistance terdekat di $2.951 hingga $2.961. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam berada di $2.892, sementara resistance terjauh berada di $2.984.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

USD

Crude Oil Inventories

4.6M

3.2M

4.1M

12:05am

USD

FOMC Member Musalem Speaks

-

-

-

2:30am

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

7:20am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

9:45pm

USD

Flash Manufacturing PMI

-

51.3

51.2

9:45pm

USD

Flash Services PMI

-

53

52.9

10:00pm

USD

Existing Home Sales

-

4.13M

4.24M

10:00pm

USD

Revised UoM Consumer Sentiment

-

67.8

67.8

10:00pm

USD

Revised UoM Inflation Expectations

-

-

4.3%

11:30pm

USD

FOMC Member Jefferson Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788