Home
>
News
>
Publication
>
Emas Melemah di Tengah Optimisme Dagang AS-Tiongkok dan Kesepakatan AS-Inggris
Emas Melemah di Tengah Optimisme Dagang AS-Tiongkok dan Kesepakatan AS-Inggris
Friday, 09 May 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1224

-0.10%

GBPUSD

1.3242

-0.11%

AUDUSD

0.6399

-0.20%

NZDUSD

0.5904

-0.30%

USDJPY

145.61

0.39%

USDCHF

0.8316

0.10%

USDCAD

1.3919

0.09%

GOLDUD

3310.1

-0.57%

USD/IDR

16528

-0.24%

Fokus Emas:

  1. Optimisme terhadap prospek perdagangan global
  2. Kebijakan moneter The Fed yang tetap hawkish

Jumat, 09 Mei 2025 – Harga emas turun ke level $3.310 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek perbaikan hubungan dagang global yang mengurangi daya tarik aset safe haven.

Sentimen risk-on muncul setelah Washington dan London mengumumkan "breakthrough deal", dengan Inggris menyetujui pemangkasan tarif impor dari 5,1% menjadi 1,8%, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk AS. Presiden AS Donald Trump juga mempertahankan tarif 10% untuk barang-barang asal Inggris, namun kesepakatan ini dinilai sebagai sinyal redanya eskalasi proteksionisme global.

Sementara itu, perhatian investor tetap tertuju pada pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini di Swiss. Kehadiran Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan USTR Jamieson Greer dalam pertemuan dengan pemimpin ekonomi Tiongkok He Lifeng memperkuat spekulasi akan adanya langkah konkret menuju normalisasi hubungan dagang kedua negara. 

Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve tetap mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25–4,50% sebagaimana ekspektasi pasar. Namun, dalam konferensi pers pasca-FOMC, Ketua Jerome Powell kembali menegaskan sikap data-dependent The Fed dan menolak opsi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, dengan alasan tekanan inflasi dan risiko terhadap pasar tenaga kerja. Sikap hawkish ini menambah tekanan terhadap logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Meskipun terkoreksi dalam dua sesi terakhir, harga emas secara mingguan masih mencatatkan tren kenaikan, didukung pembelian bank sentral, khususnya China. PBOC (Bank Sentral China) diketahui telah meningkatkan kuota pembelian valuta asing oleh bank komersial untuk membiayai impor emas.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $3.280 hingga $3.252, sedangkan resistance terdekat terletak di $3.330 hingga $3.352. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $3.202, sementara resistance jangka menengah berada di area $3.402.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:01am

USD

30-y Bond Auction

4.82|2.3

-

4.81|2.4

4:55pm

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

5:45pm

USD

FOMC Member Kugler Speaks

-

-

-

7:30pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

7:30pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

10:30pm

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

10:30pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788